AKHIR

AKHIR
Bab 26


__ADS_3

**TENTANG AKU


Ini tentang aku


Anak yang haus akan belai kasih dan sayang.


Rindu akan pelukan hangat.


Tidak, bukan,


Aku bahkan tidak tau rasanya pelukan hangat itu seperti apa.


Katanya,, Ayah adalah cinta pertama untuk anak perempuannya.


Iya, memang benar.


Ayah adalah cinta pertamaku,


Dan, patah hati pertamaku adalah karena cinta pertamaku.


Bahkan luka dan rasa sakit yang kau beri masi membekas di hati ini.


Dan katanya,,


Ibu adalah malaikat tak bersayap untuk anak-anaknya.


Iya, aku juga tau itu.


Tapi, bagaimana bisa seorang malaikat menyakiti anaknya sehebat ini.


Bukan hanya fisik ini yang kalian lukai, tapi juga batin ini.


Rasanya sangat sakit,


Hingga bernafaspun rasanya sangat menyesakkan, seakan nyawa ini dicabut paksa dari ragaku.


Mereka bilang, aku beruntung memiliki kalian, harta berlimpah, mau ini dan itu tinggal minta.


Tapi kalian salah,,


Jangankan untuk meminta, bertegur sapapun enggan.


Kalian tau rasanya tersisih?


Tidak,,,


Kalian hanya tau artinya tapi tidak merasakanya.

__ADS_1


Beda denganku,


Yang jelas-jelas ada tapi samar telihat.


Aku berdiri disini tapi tak dianggap ada.


Begini salah, begitu salah. Semuanya serba salah.


Dengan fisikmu kau lukai fisik ini.


Dengan lisanmu kau lukai batin ini.


Menangis??


Tidak,,


Bukan karena tubuh ini tidak merasakan sakit.


Dan bukan karena hati ini telah mati rasa.


Fisik siapa yang tidak sakit saat terus menerima tamparan, pukulan dan tendangan, seolah-olah tubuh ini hanyalah sebuah samsak.


Sapu, rotan, selang bahkan ikat pinggang pernah kau gunakan untuk melukai tubuh ini,


Sampai rasanya tulang belulangku remuk.


Katanya aku anak yang menyusahkan, anak biang masalah, anak yang buruk, bodoh dan tidak tau diri.


Apa aku pernah meminta dilahirkan seperti ini?? Tidak,, aku tidak pernah memintanya.


Sakit,,,


Tapi rasanya air mata ini sudah kering untuk menangisi.


Dulu pernah aku berpikir untuk lari.


Bahkan, pernah aku berniat untuk mengakgiri.


Piasau dan tali sudah ku pegang.


Goresan indah di tangankupun sudah banyak.


Hingga cairan kental berwarnah merah mulai memberontak keluar.


Dengan air yang terus mengalir,


Dan isak tangis yang tak mampu lagi ku tahan.

__ADS_1


Berulang kali ku gores lengan ini dengan pisau.


Saat hendak melalukan lebih lagi,


Tiba-tiba terlintas wajah mereka mereka yang selalu ada tiap kali aku terluka.


Menghibur tiap kali terpuruk,


Membantuku bangkit jika lagi" aku jatuh,


Menggenggam erat tanganku disaat yang lain menjauh,


Dan, memberikan pundaknya untukku bersandar saat aku merasa tidak memiliki tempat untuk bersandar, tempat berkeluh kesah dan tempat untuk menumpahkan segala rasa sakit di hatiku.


Tidak,,,, ini salah,,


Aku tidak sendiri di sini.


Masi ada mereka yang menyayangiku.


Masi ada Tuhan yang akan selalu bersamaku.


Aku hanya perlu bersabar,


Hingga Tuhan menggantikan air mata ini dengan senyumana.


Karena aku yakin,


Sungai pasti memiliki ujung.


Semua yang aku alami pasti memiliki akhir yang indah.


Ada pelangi setah hujan..


Ray_Muchtar..


Makassar, 17, Agustus 2020


-----------------------------------


ASSALAMUALAIKUM GUYYYSSS... MAAF YA TEMAN-TEMAN, AUTHOR LAGI PENGEN BUAT PUISI TENTANG NAYA DI PART INI. MAAF JUGA KALO PUISINYA NGGA BAGUS SOALNYA AUTHOR JUGA BARU BELAJAR.


OH YA, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA..


LIKE, COMMENT AND VOTE.


THANKS GUYS.

__ADS_1


LOVE YOU 😘😘**


__ADS_2