AKHIR

AKHIR
Bab 24


__ADS_3

Sekarang mereka sedang asik bermain bersama sikembar. Oh ya Nay, gue lupa nanya nama mereka. Tanya Ikbal yang sambil menunjuk bocah kembar itu.


Ini nama Shaquille, dan adiknya ini namnnya Assyauqie. Jawab Naya menunjuk satu persatu anaknya.


Umurnya berapa Nay? Tanya To.


1 tahun. Jawab Nay.


Saat sedang asik bermain dengan anak kembar itu. Papi Furqan mendekati mereka. Halo cucuk opa. Kata sang papi sambil mengecup kening mereka. Kali udah lama disini? Tanyanya ketika melihan sahabat menantunya yang sudah di anggap seperti anak sendiri.  Ehh iya pi lumayan. Jawab mereka.


Oh ya Nay, suami kamu mana, ada yang mau papi omongin sama dia. Tanya papi yang mangagetkaan sahabatnyan.  Sejak kapan Naya menikah. Kenapa mereka tidak tau. Batin mereka.


Kayaknya diruang kerja de pi. Papi langsung ke ruang kerjanya aja. Jawab Naya... Ya udah papi ke sana dulu. Katanya lalu meninggalkan Naya dan yang lainnya


Nay, Nay.. Apa lagi ini. Lo mau buat kita jantungan hah. Dari tadi bikin senam jantung. Kata Nela


Nay jelasin kapan kamu nikah dan sama siap? Ikbal

__ADS_1


Sebenarnya Naya nikah beberapa hari yang lalu. Maaf ngga ngabarin kalian. Ini juga mendadak dan yang hadir cuma beberapa orang doang. Kata Naya merasa bersalah.


Okok masalah itu kita ngerti. Trus kamu nikah sama siapa? Orangnya baik ngga sama kamu? Tomo


Heheh baik, baik banget malah. Kata Naya tertawa. 


Ya udah siapa, mana orangnya. Rena.


Tuh orangnya, kata Naya sambil menunjuk seseorang yang baru saja keluar ruangan berjalan ke arah mereka.  Meraka mengalihkan pandangan mereka kearah yang ditunjuk Naya.


Apaaa..... Maksudnya kamu nikah sama bang Furqan?? Rena


Bang bang,, abang beneran suami Naya. Tanya Nala kepada Furqan yang sudah bergabung dengan mereka.


Iyaa. Kita udah nikah. Maaf ngga ngabarin kalian. kata Furqan.


Ngga masalah, yang penting itu adalah kebahagiaan Naya. Selama Naya bahagia sama bang Furqan kami pasti bakalan dukung hubungan kalian. Kata Ikbal yang diangguki yang lainnya.

__ADS_1


Nay maaf ya sebelumnya, gue mau nanya, lo ngga ada niatan gitu buat balas mereka? Tanya Rena


Yang lain hanya diam mentapa Naya.  Menunggu apa yang akan Naya katakan. Hmm Naya ngga mungkin biarin mereka hidup mereka bahagia diatas penderitaan Naya. Semua rasa sakit yang mereka berikan, pasti akan Naya kembalikan berkali lipat. Kata Naya dengan penuh amarah.


Kita pasti bakal bantu, tenang aja. So, kapan lo mulai beraksi? Tanya Nala antusias.


Hmmm mungkin secepatnya. Oh ia, apa menurut kalian Naya harus pulang ke rumah itu? Tanya Naya kepada semuanya.


Aku ngga setuju. Kata Furqan.


Kalau kamu pulang ke rumah itu gimana sama anak kita? Trus giamana sama aku. Lanjut Furqan dalam hati.


Atau ngga gini. Lo berkunjung aja ke sana. Ngga perlau acara nginap-nginap segala. Toh belum tentu mereka nerima lo. Saran Nela.


Hmm ia juga si. Ya udah besok kalian berempat anterin Nay ke rumah itu ya. Dan mas Nay minta tolong jagain anak-anak dulu ya. Kata Naya yang disetujui semuanya.


Ok tapi kalian harus hati-hati. Ikbal dan Tomo jagain mereka bertiga terutama Naya. Jangan biarkan mereka nyentuh Naya. Kata Furqan

__ADS_1


Siap bang. Naya aman sama kita, ya ngga Tom. Kata Ikbal yang diangguki Tomo.


__ADS_2