AKHIR

AKHIR
Bab 19


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah 7 bulan Naya berada di Jerman. Kehidupannya begitu tenang selama di Jerman. Hubungannya dengan Furqan juga semakin dekat. Naya tak bisa membohongi perasaannya bahwa saat ini di hatinya, nama furqan telah terukir indah di sana. Ya, ntah kapan Naya mulai mencintai Furqan. Demikian pula Furqan. 7 bulan bersama Naya membuat perasaannya semakin dalam. Kini dia benar-benar mencintai wanita itu. Walaupun keduanya tidak pernah membahas masalah perasaan masing-masing tapi mereka sama-sama mengerti. Karena menurut mereka cinta tidak selamanya diungkapkan dengan kata-kata. Yg paling penting adalah tindakan yang membuktikan bahwa mereka saling terikat.


Kandungan Naya sudah menginjak 9 bulan, itu artinya tinggal menghitung hari dia akan bertemu anak-anaknya. Furqan maupun Naya sangat antuasias menunggu kelahiran sekembar. Oh ya ngomong-ngomong tentang kuliah. Tepat 1 bulan yang lalu Naya menyelesaikan kuliahnya. Dia begitu bekerja keras untuk menyelesaikan kuliahnya secepat mungkin. Hal itu juga yang membuatnya harus dirawat di RS karena terlalu kelelahan. Namun usahanya tak pernah sia-sia. Dia bisa menyelesaikan kuliahnya lebih cepat dari perkiraannya.


Furqan sangat bangga dengan pencapaian Naya, tapi tentu saja dia terkadang menahan kesal melihat Naya yang terlalu sibuk sampai terkadang melupakan fakta bahwa iya tengah mengandung. Walau demikian Furqan selalu mendukung Naya selama itu tidak berdampak buruk untuk dirinya dan kandungannya.


-----------------------------------------------------------


Saat ini Furqan tengah bersantai di ruangannya, ditemani segelas kopi buatan Naya. Furqan tersenyum mengingat sebentar lagi Naya akan melahirkan. Perlahan dia meninggalkan ruangannya. Langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita dengan perut besar tengah duduk disebuah sofa dengan cemilan di pangkuannya. Iya kembali melangkahkan kakinya mendekati wanita kesayangannya dan menjatuhkan dirinya di sofa tepat di samping wanita itu.


Nay,, sebentar lagi sikembar akan lahir. Ucapnya sambil mengelus perut buncit Naya. Naya yang mendengar itu hanya tersenyum.


Apa kamu tidak takut Nay ?? Kadang aku merasa sangat takut, tapi aku tidak sabar menanti kelahiran mereka.


Hmm takut si, tapi ya Naya yakin semua akan baik-baik saja. Rasa bahagiaku bahkan bisa mengalahkan rasa takutku.


Tiba-tiba Ayana merasakan sakit di bagian bawah perutnya,


Aww.... Issss, ringisnya saat merasakan sakit.


Furqan yang mendengar ringisan Naya panik. Kenapa Naya? Apa yang sakit?


Isss.. Bang kayaknya Naya mau lahiran. Aw... Bang cepat kita harus ke RS.


Furqan langsung bergegas menggendong Naya , membawanya masuk kedalam mobil dan setelah itu melajukan mobilnya ke RS terdekat. Setibanya di RS, Furqan membawa Naya masuk, untung dia bertemu seorang perawat yang membantunya membawa Naya kedalam ruangan persalinan. Seorang dokter masuk dengan tergesa-gesa, dan mngecek keadaan Naya.


Bapak mau di sini atau menunggu di luar? Tanya sang dokte.


Saya akan menemaninya di sini dok. Kata furqan yang terus menggenggam tangan Naya dan seseakali mengusap keringat di dahinya.

__ADS_1


Baiklah.. Sudah pembukaan 5, sebentar lagi bayinya akan lahir. Ibu tarik nafas ya. Jangan takut.


Naya merasakan dorongan dari dalam perutnya. Seperti ada susuatu yang mendesak ingin keluar. Rasanya bena-benar sakit.


Issss sakit..


Tahan ya sayang. Sebentar lagi kita akan bertemu si kembar. Bisik furqan.


Isss sakit bang.


Sudah pembukaan 9. Ayo bu' tarik nafas pelan-pelan. Sekarang dorong bu.


Nnggggggg...


Terus bu...


Nnggggg...


Aaaaaaa......


Oek... Oek.. Oek..


Suara tangis terdengar. Selamat buk anaknya lahir dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Bayinya sangat tampan, kata sang dokter saat membersihkan bayi yang baru lahir itu lalu meletakkannya di tempat khusus bayi.


Awww... Issss..


Sepertinya bayi kedua sudah tidak sabar bertemu kakaknya.


Ayo ibu, tarik nafas lagi,..

__ADS_1


Nnggggg.....


Nnggggg....


Ya terus,, sedikit lagi..


Nnggggg....


Nnggggg... Aku ngga kuat lagi dok...


Tidak Nay, kamu kuat, demi sikembar, ayo... Ucap Furqan yang mendengar kata-kata Naya. Dia benar-benar takut.


Hufff.. Huff.. Ku cengkram tangan bang Furqan dengan kuat.


Nnggggg...


Sedikit lagi buk..


Nnggg.. Aaaaaa.....


Oek.. Oek.. Oek..


Aku bernafas lega saat mendengar tangisan bayi keduaku. Bang Furqan mencium keningku. Maksih sudah berusaha, makasih karena tidak menyerah. Bisiknya di telingaku


Wahh. Sekali lagi selamat ya. Bayinya juga sehat dan juga sangat tampan. Mereka kembar indentik.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Oh ya guys, anggap aja percakapan di atas menggunakan bahasa Inggris ya. Autho ngga bisa bahasa Inggris soalnya. Mau pake bahasa Inggris tapi takutnya malah ngaur hehehee.

__ADS_1


Love you guys.


__ADS_2