AKHIR

AKHIR
Bab 2


__ADS_3

Ayana duduk merenung di balkon kamarnya. Pipinya masi tersa perih akibat tamparan bertubi-tubi dari bundanya, punggungnya seperti terbakar akibat pukulan Ayahnya.Tanpa dia sadari air matanya kembali mengalir begitu saja dari pelupuk matanya. Rasa perih di pipinya, dan rasa sakit di punggungnya tidak sebanding dengan rasa sakit yang ada di hatinya. Baginya luka fisik mudah sembuhkan tanpa meninggalkan bekas, tapi tidak dengan luka hatinya. Apalagi Ayana merasa tidak melakukan kesalahan apapun.


Flashback....


Saat Ayana baru pulang dari kampus, Ayana melihat kakaknya yg tergeletak di ruang tamu. Ayana yang panik langsung menghampiri kakaknya. Kakak, kakak kenapa? Kak bangun belum pulih rasa panik yang menimpanya, Ayana di kagetkan oleh sebuah suara. Apa yang kamu lakukan pada kakak kamu hah.. Katakan, kamu mau membunuh kakakmu. Jawab bodoh.. Bentak ayah Ayana yg baru saja tiba di rumahnya.


Ngga yah, sumpah Ayana baru pulang dari kampus dan melihat kakak sudah tergeletak di lantai seperti ini.


Plakkk.... Plakkk.... Plakkk


Bundanya yg sedari tadi diam menahan amarah menampar Ayana dengan keras hingga sudut mulut Ayana berdara. Belum lagi ayahnya , meraih sebuah sapu dan memukul punggung Ayana berulang kali.


paakkkk.... paaakkkk


paakkkkk.......paaakkk


Bun, yah,, Ayana benar-benar ngga tau kenapa kakak pingsan seperti ini. Tolong percaya bun.


Halah ngga usah bohong kamu. Cepat pergi dari sini, aku muak lihat muka kamu itu, dasar anak kurang ajar. Teriak sang ayah kepada Ayana


Ayana yang tak bisa berkata-kata lagi langsung lari meninggalkan ayah dan bundanya dengan berurai air mata. Di kamar ayana hanya bisa menangis sambil menekan dadanya yang terasa sesak, menahan segala rasa sakit yang menumpuk. Ayana berharap akan ada akhir dari segala rasa sakit yang ia rasakan sekarang. Berharap suatu saat nanti akan ada seseorang yang mengulurkan tangannya untuk membantunya keluar dari segala permasalahan yang terus mengahmpirinya. Ya hanya itu yang Ayana harapkan sekarang. Untuk saat ini biarlah dia terus berjuang agar terlihat oleh mereka yang menganggapnya tidak ada.


------------------------------------------------------------------------


Ayana....

__ADS_1


Hari ini gue ngga tau harus ngapain. Berdiam diri di kamar rasanya sangat membosankan. Tidak ada kehangatan yang bisa gue dapat disini. Gue hanya bisa dengerin canda mereka di dalam kamar. Bohong kalo gue ngga iri sama saudara gue. Dalam hati kecil, gue juga pengen kayak mereka yang selalu dapat perhatian dari ayah dan bunda. Tapi nyatanya gue ngga bisa. Mereka ngga peduli sama gue. Tapi ngga masalah toh gue masi punya sahabat dan kekasih yang peduli sama gue. Ngomong-ngomong soal kekasih, sebulan ini rasanya kak Rion agak berubah, entah itu cuma perasaan gue doang. Biasanya kak Rion selalu nanyain kabar atau ngajak jalan tapi sebulan ini kak Rion selalu sibuk, ada aja alasannya jika diajak keluar. Nanyain kabar atau skedar ngechat aja jarang banget, itu juga kalo gue yang ngechat dia duluan. Tapi gue ngga boleh mikir macam". Selama ini kak Rion selalu baik dan selalu ada saat gue susah. Iya gue harus percaya sma kak Rion. Hmm gue berharap semuanya baik-baik aja.


Saat Ayana asik dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba hp'nya berbunyi tanda ada pesan masuk.


Drrrttt drrrttt


Group sableng


Rena: cafe yuk!! Bosen ni gue di rumah..


Nala: kuy lah


Tomo: otw


Rena: Samping kampus aja. Oh ia Ayana mana??


Ayana: Iyaaa ntar gue nyusul. Gue juga bete di rumah.


Rena: sip. Jangan ngaret lu.


Hmm dari pada bete di rumah mending gua langsung ke cafe aja dari pada suntuk di rumah. Setibanya di cafe gue langsung nyari tempat duduk yang nyaman sambil nunggu sahabat gue.


Saat asik melamun tiba-tiba seorang datang menghampiriku.. Haii boleh duduk disini ngga? Tanya gadis cantik yang sedang berdiri di depan gue.


Hai. Boleh kok, silahkan duduk. Kata gue sambil tersenyum.

__ADS_1


Oh ya, kenalin nama gue Dian, gue mahasiswa smester 6 di kampus sebelah. Kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya.


Oh nama gue Ayana, gue juga kuliah di kampus sebelah.


Wahh berarti kita sama dong. Kita bakalan sering ketemu kalo gitu. Btw lo semester berapa dan jurusan apa?


Gue juga semester 6, sama kayak lo. Dan gue ngambil jurusan Bisnis.


Kalo gue manajemen, Fakultas kita tetanggaan dong ya. Katanya sambil tersenyum.


Saat asik-asiknya ngobrol sahabat-sahabat gue pada datang.


Nala: Ayanaa,,,, teriak Nala sambil meluk gue. Di susul Rena, Tomo dan Ikbal.


Ehh dia siapa? Tanya Tomo sambil melirik Dian yg duduk di samping gue.


Kenalin dia Dian, dia satu angkatan sama kita cuma beda jurusan doang. Merekapun saling berkenalan dan mulai ngobrol layaknya teman lama. Di mulai dari pertemuan itu mereka kini sering ngumpul bareng. Awalnya yg kemana-mana hanya berlima sekarang berenam. Pokoknya udah lengket bangetlah ngga bisa misa. Merekapun udah menganggap Dian sebagai sahabat mereka, karena menurut mereka, Dian itu orangnya baik, sabar, cerewet tapi kadang jail juga.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


***Hallo guys,,,,


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Love you***....

__ADS_1


__ADS_2