
"Aku sudah siap Peter. Mari kita berangkat."
"Tunggu mama tinggal kartu terakhir. Kartu yang meni dih kartu papa. Ini The Death ini berarti kematian."
"Mungkin saja nanti mamamu akan menanrak seseorang saat kita keluar dari London. Ayo Natasha. Baik baiklah kalian berdua di rumah."
*******
Amy Owen turun dari kamar nya setelah di ganggu Julia pukul 10 pagi hari ini. Ia sudah saraan di tempat tidur , mandi dan membaca buku di kamar nya sebelum turun ke bawah. Memang benar hari sabtu cocok untuk bermalas malasan.
Ia menuju pintu besar dan siap untuk menyambut cerah nya matahari yang bersinar. William Cavendish sedang duduk di teras sambil membaca surat kabar. Ketika melihat Amy datang di turunkan nya surat baca nya dan di ambil nya secangkir kopi lalu meminum nya sambil berkata
"Amy sayang kau masih keburu untuk malan siang. "
"Terima kasih William. Aku senang tidak terlambat turun untuk makan siang. "
Amy memgbil kursi di sebelah William . Dia mendesah
"Ah menyenangkan sekali bisa menghabiskan akhir pekan di sini. "
"Kau kelihatan kurang sehat."
"Ah tidak . Aku tidak apa apa."
"Baguslah kalau tidak apa apa. Kereta Ryan akan tiba pada pukul sebelas lewat lima belas menit. "
"Oh . Sudah lama sekali aku tidak melihat dia."
"Amy sayang. Ryan tetap sama seperti dulu. Seperti masih di Logdewood. "
"Logdewood " pikir Amy. Rasanya dia tidak akan bisa melupakan tempat itu. Dulu setiap dia akan ke sana ,dia selalu memikirkan tempat itu. Sebuah statius kecil kuno di desa. Ladang ladang bunga peony. Dari stasiun dia akan naik mobil kecil dan melewati beberapa perbukitan dan juga hutan. Lalu setelah melewati itu semua akan tampak sebuah rumah yang bergaya kuno . Rumah bercat putih dan cream dan di dominasi warna emas. Seorang pria akan turun menyambut mereka. Paman Nicholas akan dengan sangat senang hati menyambut mereka dulu.
__ADS_1
Dan mereka akan bersenang senang dengan Graciela juga yang datang dari London. Ryan yang pulang berlibur setiap liburan kampusnya dan dia sendiri yang berasal dari kota kecil yang tidak begitu terkenal. Mereka semua menghabiskan liburan yang menyenangkan di Logdewood.
Tapi bagi Amy yang terpenting adalah Ryan. Ryan yang tampan , tinggi , kurus dan kaku. Tapi Amy tahu Ryan tertarik pada Graciela karena itulah dia tidak pernah memperhatikan Amy.
Ryan yang sekarang mewarisi Logdewood hampir tidak pernah keluar dari sana. Dulu sekali dia pernah terkejut ketika mendengar Hans kepala pelayan berkata
"Ini semua nantinya akan menjadi milik Tuan Ryan."
"Mengapa ? Dia bukan putra paman Nicholas. "
"Memang benar nona Amy . Tapi dia adalah satu satunya pewarisnya. Sebab Nyonya Julia adalah putri tunggal tuan besar Nicholas. Dan karena dia adalah seorang wanita dia tidak bisa mewarisi Logdewood. Sedang suaminya tuan William Cavendish adalah sepupu yang sangat jauh sekali. Dan yang paling dekat hanyalah tuan Ryan. "
Kadang kadang Amy penasaran apakah Julia senang dengan keputusan tersebut. Padahal sesungguhnya Julia seharusnya menjadi pewaris yang sah atas Logdewood terlepas statusnya sebagai wanita. Tapi sepertinya Julia tidak peduli akan hal tersebut.
Padahal Ryan hanyalah sepupunya.bahwan Ryan jauh lebih muda dari Julia. Ayah Julia Nicholas Cavendish ada sosok terpandang di kota tersebut. Ia sangat kaya raya dan semua kekayaan nya hanya di serahkan kepada Jia. Jadi bisa di bilang bahwa Ryan miskin. Sebenarnya tidak miskin sekali. Uang yang di miliki Ryan cukup untu menjaga dan merawat rumah besar itu.
Dan dulu Ryan juga berkerja sebagai reporter. Hanya saja sejak dia mewarisi rumah di Logdewood itulah dia memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan tinggal seorang diri di Logdewood. Hanya kadang kadang sekali dia masih suka mengirimkan karya tulisan nya ke surat kabar. Sebenarnya dia juga sudah dua kali melamar Graciela. Tapi sayang selalu di tolak.
William berkata
"Bagaimana keadaan Julia ?"
Sambil rersenyum Amy menjawab
"Baik sekali."
Sambil mengambil pipa di saku nya William Cavendish melanjutkan
"Tahukah kau akhir akhir ini aku khawatir pada Julia ."
Dengan heran Amy berkata
__ADS_1
" Apa ada yang terjadi.?"
William menggelengkan kepalanya. Dia berkata
"Kadang aku merasa Julia tidak menyadari apa yang boleh di lakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan."
Amy masih tampak terlihat bingung. William melanjutkan
"Dulu dia pernah tidak sengaja menginjak kaki seorang bangsawan dan pergi begitu saja seolah tidak terjadi apa apa. Pernah juga pada saat kami mengadakan pesta dia mengundang dua orang tetangga kami yang sedang bermusuhan dan membuat mereka duduk di meja yang sama. Tapi bukan itu yang menjadi masalahnya. Julia hanya perlu menunjukkan senyum kanak kanaknya dan semua menjadi menyukai tidak ada yang marah. Begitu juga dengan para pelayan walaupun dia setiap hari selalu menyusahkan mereka . Tapi mereka tidak pernah marah. Mereka memuja nya. Mengertikah kau Amy ?"
"Tentu saja. "
William Cavendish melanjutkan
"Sejak dia masih gadis dia sudah seperti itu. Tapi kadang kadang menurutku membiarkan dia melakukan hal itu juga sangat berbahaya. Kau mengerti Julia sana sekali tudak tahu tentang batasan. Bahkan kadang Amy aku pernah berpikir bahwa mungkin saja Julia bisa mendorong seseorang jatuh tanpa memikirkan apa akibatnya."
******
Graciela mengeluarkan mobil sedan merah menyala dari apartemen nya. Rasanya sangat menyenangkan bisa berpergian seorang diri seperti ini. Dengan cekatan dia tarik pedal dan di injak gas. Dia melaju melalui jalan jalan pintas keluar dari kota London. Dia mulai memasuki daerah pinggiran kota London. Setelah satu jam mulai terlihat bukit bukit dan ladang bunga. Di daerah ini mobil yang berpergian sudah mulai berkurang. Dia sudah melewati jembatan dan menuju jalanan menurut.
Di kiri kananya sudah terlihat pepohonan khas musim gugur. Daun daun yang berubah warna menjadi merah dan jingga. Daun daun daun yang berguguran di sepanjang jalan.
"Sangat indah sekali seperti emas." Pikir Graciela.
Dia merasa sangat bahagia sekali ketika melewati jalanan ini. Dia menuruskan melewati hutan hutan dan jalanan yang menanjak menuju The Blossom.
Pada pukul sebelas Graciela sudah di ba di rumah kediaman keluarga Cavendish. Dia memarkirkan mobilnya di garasi. Amy sedang berada di kebun bunga . Dia melihat mobil Graciela dan melambai senang begitu pun dengan Graciela.
Julia Cavendish muncul di depan pintu rumah. Dia berkata
"Kau sudah datang Graciela. Ayo kita makan siang."
__ADS_1