
"Ya Ryan. Waktu kembali tadi keadaan nya sangat menyedihkan . Wajah nya pucat dan juga dingin."
"Kalau kau sangat mencintai Ryan kebapa kau tidak melakukan sesuatu untuk menarik perhatian nya Amy ?"
"Apa maksudmu ?"
"Entahlah. Mungkin kau berteriak dan katakan padanya kalau mencintai nya. Kau harus tahu pria seperti Ryan tidak akan pernah menyadari nya kecuali kau yang mengatakan nya langsung."
"Ryan hanya mencintaimu seorang Graciela. Hanya kau."
"Kalau begitu dia bodoh."
Dengan cepat Graciela menoleh di lihat nya wajah Amy yang seperti akan menangis. Dengan cepat dia berkata
"Maafkan aku Amy sayang. Aku tidak bermaksud melukaimu. Hanya saja sekarang aku merasa sangat membenci Ryan."
"Kau benci pada Ryan ?" Tanya Amy tidak percaya.
"Itu benar. Kau tidak tahu."
"Apa?"
"Dia selalu membuatku teringat pada hal hal yang ingin kulupakan."
"Hal seperti apa , " Amy bertanya dengan penasaran.
"Yah seperti Logdewood contohnya , " kata Graciela lambat lambat.
"Hah ? Logdewood? Maksud mu kau ingin melupakan Logdewood ?"
Amy merasa dia salah dengar.
"Benar. Memang benar aku bahagia waktu di Logdewood. Tapi aku tidak ingin di ingatkan terus menurus. Tidak kah kau mengerti Amy saat saat bahagia itu adalah saat di mana kita tidak tahu apa apa. Saat kita percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini indah. Aku tidak akan pernah mau kembali lagi ke sana."
Amy berkata
"Aku tidak percaya."
__ADS_1
********
Amy Owen terbangun secara mendadak di pagi hari. Dia hanya dusuk saja di tempat tidur sambil merenung. Dia menatap pintu kamar nya lekat lekat dan memgingat perkayaan Julia sebelum nya. Julia berkata bahwa ini akan menjadi pertemuan akhir pekan yang sulit.
Julia merasa khawatir. Khawatir akan sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi di sini. Dan benar sesuatu yang tidak menyenangkan itu terjadi. Terjadi di sini dan membuat semua orang menjadi tidak nyaman.
Dia merasa tidak nyam . Suatu pikiran buruk melintas di kepalanya. Sesuatu tentang Ryan..... sesuatu yang membuatnya gelisah. Kata kata pembunuhan seperti awan tebal gelap dan berat yang menindih hati dan semangat nya.
"Tidak , " pikir Amy. "Itu hanya mimpi buruk. Peter Hamilton sudah meninggal, tertembak , terbaring di teras rumah peristirahatan. Akan menyenangkan sekali bisa melupakan nya. Andai sekarang aku berada di Logdewood. "
Awan hitam yang semula berutar di kepala nya tiba tiba berada di dada nya membuat nya merasa sulit bernapas.
Itu bukan mimpi buruk. Itu sungguh sungguh terjadi . Seperti cerita cerita ya g di baca Julia di surat kabar murahan itu. Ia , Ryan , William , Julia dan Graciela semuanya terlibah dalam hal ini.
Ini benar benar tidak adil. Dan kalaupun benar Natasha yang membunuh Peter. Itu tidak ada hubungan demgan mereka.
Amy merasa gelisah.
Natasha yang pendiam , tidak banyak bicara , agak kurang pandai rasanya sangat tidak cocok berada dalam keadaan seperti drama drama kesedihan dan kekerasan.
Rasanya dirinya kembali menjadi gelisah. Siapa yang menembak Peter? Tapi Natasha berdiri di depan nya sambil memegang pistol. Pistol yang gilang dari ruang kerja William. Kalau bukan Natasha lalu siapa ?
Memang benar Natasha berkata bahwa dia menemukan Peter sudah terkapar di teras dan dia memungut pustol tersebut. Dan apa ya katanya ? Kasihan Natasha .
Kurasa Graciela juga sangat baik karena berusaha melindungi Natasha. Berkata bahwa semua yang di katakan Natasha masuk akal. Graciela tidak pernah suka berpikiran jelas. Tapi semalam apa yang membuatnya begitu aneh setelah dia kembali dari rumah peristirahatan.
Tentu saja karena dia terpukul atas kematian Peter Hamilton.
Graciela sungguh kasihan. Pasti dia sangat mencintai Peter.
Tapi tenang saja sejalan beriring nya waktu semua akan bisa di lupakan. Ia akan menikah dengan Ryan dan tinggal di Logdewood. Dan Ryan tentu akan sangat bahagia sekali.
Sebenarnya Graciela sangat menyayangi Ryan semenjak lama . Hanya saja karena kehadiran Peter Hamilton dan kepribadian nya yang sangat bertolak belakang dari Ryan lah yang menjadi penghalang mereka. John membuat Ryan seperti tidak nyata.
Ketika Amy Owen turun untuk sarapan di bawah. Terlihat olehnya jika Ryan sudah terlepas dari bayangan Peter Hamilton. Ia kelihatan jauh lebih percaya diri. Lebih nyata.
Ia sedang bercakap cakap dengan Shawn yang bermuka muram.
__ADS_1
"Kau harus datang berkunjung ke Logdewood Shawn."
Sambil mengambil selai strawberry Shawn berkata dengan nada ketus
"Tanah yang terlalu luas itu tidak menyenangkan bagi ku. Seharusnya mereka membagi bagi nya."
"Ku harap itu tidak terjadi selama aku masih di sana, hampir semua penyewa ku merasa puas " kata Ryan sambil tersenyum.
"Seharusnya mereka tida merasa puas, " kata Shawn.
"Kalau saja monyet merasa puas dengan ekornya, " gumam Julia Cavendish yang sedang berdiri di dekat meja sambil memandang sepiring hati dengan bingung.
"Itu lagu yang pernah di nyanyikan ketika aku masih bersekolah di taman kanak kanak. Kurasa aku harus lebih seribg berbincang bincang denganmu lagi Shawn. Untuk belajar tentang pemikiran pemikiran terbaru sekarang ini. Alau menurut semua manusia pasti salibg membenci. Tapi mereka juga bisa saling membantu. Seperti membatu dalam hal pendidikan misalnya. Kasihan sekali jam sekarang ini anak anak kecil yang bahkan belum cukup umur untuk sekolah sudah di sekolah kan oleh para orang tua mereka. Atas para anak anak di paksa untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka suka atau tidak. "
Tampaknya Julia audah kembali seperti biasa. Begitu juga dengan Morris ketika tadi dia berpapasan dengan nya di lorong, dia tampak seperti biasanya. Syukurlah kehidupan di sini jadi kembali seperti semula dengan kepergian Natasha.
Lalu tiba tiba terdengar suara deru mobil. Dan William Cavendish keluar dari mobilnya. Sepertinya semalam dia menginap di hotel dan pulang ke sini pagi pagi sekali.
Julia bertanya
"Kau sudah kembali sayang ? Apakah semua sudah beres di sana ?"
"Ya. Untungnya ada sekertaris Peter di sana. Dia seorang gadis yang bijak dan juga cekatan. Ada juga adik Natasha datang. Tampaknya sekertaris itu memberitahu dia sebelum nya."
"Sudah ku bilangkN dia pasti punya adik atau kakak, " kata Julia Cavendish.
Morris datang.
"Tuan Nyonya ada telepon dari Inspektur Larkspur katanya pemeriksaan akan di adakan pada hari Kamis jam sepulah."
William menganggukkan kepalanya. Julia berkata
"Amy sayang sebaiknya kau telepon tempat kerja mu dan mengatakan kau akan menginap lagi di sibi selama beberapa hari. "
Amy pergi menuju pesawat telepon.
Selama ini hidupnya biasa saja tidak ada kejadian yang aneh. Sehingga dia cukup merasa kesulitan untuk menjelaskan kepada bos nya , bahwa setelah cuti selama tiga hari dia belum bisa kembali ke sana di karenakan dia terlibat kasus pembunuhan.
__ADS_1