Akhir Pekan Berdarah

Akhir Pekan Berdarah
Bab 14


__ADS_3

"Apa kau kira aku sukses ?"


"Tapi itu memang kenyataan nya Graciela sayang. Kau seorang designer terkenal."


"Memang benar banyak orang yang mengatakan demikian padaku. Padahal itu salah. Mereka tidak ada yang mengerti dan kurasa kau pun juga sama. Kau pikir menjadi seorang designer mudah. Kau harus menunggu ilham . Menggambar nya dan kalau beruntung orang orang akan menyukainya. Dan kau akan mendapatkan bayaran. Kau tahu sangat sulit melakukannya, kau akan terus di hantui sampai kau membuat nya sesuai dengan keinginan. "


"Apa kau ingin ketenangan Graciela?"


"Kadang kadang Ryan."


"Bagaimana jika kau tinggal bersama ku di Logdewood? Kau akan mendapatkan ketenangan yang kau inginkan. Dan kau tahu pasti aku dan Logdewood akan selalu menerima mu di sana."


Graciela menghela napas nya yang berat. Dengan nada suara yang sedikit bergetar . Dia berkata


"Kau tahu kan apa jawaban ku ."


"Jadi masih sama . Tidak. Itu jawaban mu ."


"Maafkan aku Ryan."


Ryan mendengus kesal


"Kukira kau akan berkata ya. Karena hari ini suasana hati mu sedang sangat baik sekali."


Graciela mengangguk.


"Memang benar."


Ryan melanjutkan kembali kata katanya.


"Mata mu berbinar bahagia sekali. Jadi kukira."


"Aku tahu Ryan."


"Masihkah kau tidak menyadari nya Graciela betapa kau sangat berbahagia ketika kita membicarakan Logdewood tadi ?. "


Graciela berkata


"Apa kah kau tidak menyadari nya bahwa dari tadi kita hanya terus berada di masa lalu? "


"Kadang masa lalu ada tempat yang plg nyaman kau tahu itu."


"Tapi kita tidak bisa terus mengenang masa lalu Ryan. Kita harus terus maju."


Ryan diam. Tanpa emosi dia berkata


"Jadi hanya demi Peter Hamilton kau menolak ku."

__ADS_1


Graciela berkata


"Kau tidak mengerti. "


"Jadi kalau tidak ada Peter Hamilton kau akan menikah dengan ku dan tinggal di Logdewood kan."


Dengan nada agak kesal Graciela berkata


"Kau harus mengerti. Dunia ku hanya ada Peter Hamilton. Bahkan aku tidak bisa membayangkan hidup tanpanya."


Ryan mulai emosi. Dan dia berkata dengan kasar.


"Kalau begitu kenapa dia tidak bercerai dari istrinya itu ."


"Peter tidak ingin bercerai dari Natasha. Begitu juga dengan ku. Lagi pula aku tidak yakin mau menikah dengan nya walaupun dia bercerai dari Natasha."


Ryan berkata dengan kesal.


"Peter Hamilton. Peter Hamilton. Semua selalu saja tentang dia."


Graciela berkata


"Itu tidak benar. Tidak banyak orang seperti dia."


Dengan suara tenang Ryan berkata


"Mari kita kembali. Semua pasti sudah menunggu."


Peter dan Natasha masuk ke mobil setelah melihat John menutup pintu rumah , Natasha menjadi murung. Dirinya merasa akan pergi dari rumah nya dan tidak akan kembali. Akhirnya dia pun harus menghadapi akhir pekan mengerikan ini. Pikirannya sibuk ke sana kemari. Apakah dia sudah mematikan lampu kamar ? Ataukah dia sudah menyuruh John untuk mengambil perlengkapan di toko Marson ? Apakah anak anak akan baik baik saja selama mereka pergi.?


Dengan nafas berat sekali Natasha duduk di kursi kemudi. Di putar nya kunci mobil dan di hidupkan nya mobilnya. Tapi saking gugupnya dia juga langsung menekan pedal gas. Dan mobil langsung terlompat.


Wajah Peter berubah menjadi merah padam


"Apa kau ingin membunuh kita berdua Natasha ?"


"Maafkan aku. Aku ... aku tidak sengaja melakukannya. "


Dengan cepat di putar kunci dan di tekan tombol stater nya. Dia melirik ke samping Peter sudah diam.


"Untunglah dia tidak terlalu marah. Itu semua karena dia akan menghabiskan akhir pekan di rumah keluarga Cavendish. " pikir Natasha


Kasihan Peter wajahnya lelah sekali. Dia selalu bekerja siang malam dan mengabdikan seluruh waktu dan hidupnya demi para pasien di rumah sakit. Pantas saja dia begitu senang setiap kali berakhir pekan di rumah keluarga Cavendish.


Karena Natasha sibuk dengan pikirannya. Dia sama sekali tak melihat lampu lalu lintas berubah merah dan mobil terus saja melaju.


Natasha tiba tiba bertanya

__ADS_1


"Bagaimana hari hari mu di rumah sakit Peter ? "


"Biasa saja. "


"Peter kurasa sebaiknya tadi kau tidak berbicara buruk tentang profesi mu. Apa lagi di depan Rudy?"


"Tapi memang yang kukatakan semua itu benar."


"Aku tahu. Tapi Rudy sangat sensitif. Kau tahu dia sangat menghormati profesi mu. Bahkan kurasa dia ingin menjadi dokter seperti mu."


"Rudy memang jauh lebih baik. Tidak seperti Lilian. Dia sangat manja bahkan tidak bisa menyedot ingus nya sendiri di meja makan."


Natasha tertawa. Dia berkata


"Memang Lilian manja. Tapi dia gadis yang manis. Tapi seperti yang kukatakan tadi. Aku ibgin mereka menghormati profesi mu. "


Peter diam saja. Dia tidak ingin menjawab. Ketika mobil mendekati lampu lalu lintas. Lampu hijau sudah menyala. Natasha berpikir lampu akan segera berubah merah sebelum mereka sampai di sana. Natasha mulai mengurangi kecepatan mobilnya. Peter menjadi kesal dan berkata


"Kenapa kau mengurangi kecepatan? Lampu masih hijau.."


"Maaf kupikir akan segera berubah merah."


Dengan pelan pelan dia mulai memajukan mobilnya sampai melewati lampu lalu lintas. Tapi karena Natasha begitu gugup sampai tidak sadar bahwa mobil nya berhenti di tengah jalan. Aktivitas yang semula lancar di jalan tersebut berubah menjadi mogok macet. Mobil mobil berhenti dan terdengar suara klakson marah.


"Bodoh sekali kau Natasha."


Peter merasa sangat kesal karena mereka terjebak dalam situasi seperti ini akibat ulah Natasha.


"Maafkan aku Peter. Lampu lalu lintas mudah membuat ku gugup."


Sambil berdecak kesal . Peter berkata


"Kau tak pernah bisa mengerjakan segala sesu dengan baik "


Dengan raut wajah sedih seperti akan menangis Natashs terus menerus mengucapkan permintaan maaf.


"Semua nya selalu membuat Natasha menjadi gugup." Pikir Peter dalam hati.


Mobil mulai melaju dan Natasha mulai melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda.


"Maksudku Peter aku selalu memberi tahu abak anak bahwa pekerjaan mu sangatlah penting bagi masyarakat. Sebab kau sudah rela berkorban demi para pasien mu. "


Peter berkata


"Natasha aku tidak pernah sekalipun berpikir pekerjaan ku sebagai sebuah pengorbanan. Aku menyukai profesiku. Apa kah kau mengerti?"


Tapi kurasa kau tidak akan pernah mengerti Natasha. Peter yakin dengan sangat apabila dia menceritakan tentang pengobatan Mrs White dan segala sesuatu yang sudah Peter lakukan untuk wanita itu pasti Natasha menganggap nya seorang malaikat.

__ADS_1


Akhirnya Peter menceritakan sepintas saja tentang penyakit yang di derita Mrs White. Dia tahu bahwa Natasha akan cukup bisa memahami. Walaupun dia tidak mengerti kerumitan pengobatan yang sedang di usahakan Peter untuk Mrs White.


Tapi seperti ya pikiran nya tiba tiba tertuju pada putra pertama nya Rudy. Dia yakin Rudy anak yang sangat pandai . Dia sangat senang karena Rudy terlihat lebih pandai dari nya. Padahal minggu lalu dia marah sekali kepada anak itu.


__ADS_2