Akhir Pekan Berdarah

Akhir Pekan Berdarah
Bab 7


__ADS_3

Mungkin saja ada yang aneh pada diriku. Kenapa aku selalu merasa jengkel. Di tepiskan nya kembali pikiran itu. Dia berkata pada dirinya sendiri


"Mungkin aku hanya lelah. Itu adalah alasan yang di cari cari. Ada apa pada diriku. Kalau saja aku bisa pergi ?"


Persetan dengan itu semua. Di sinilah rumah ku. Dan sekarang Mrs Green sedang menunggu di ruang tunggu. Ia wanita kaya raya yang suka menghabiskan uangnya dengan pergi ke dokter dokter terkenal.


Dia ingat dulu seseorang pernah berkata padanya


"Kau pasti bosan sekali dengan pasien pasien wanita mu itu. Wanita kaya raya yang suka berkhayal bahwa diri mereka sakit dan menghabiskan berpuluh puluh dolar untuk berobat ke dokter. Akan lebih baik kalau anda menangani pasien orang miskin. Waktu itu ia hanya tersenyum saja.


Sungguh aneh karena jika membicarakan tentang orang miskin. Mereka mungkin belum pernah bertemu dengan Mrs Butterscout. Dia pergi ke sepuluh dokter . Setiap pulang selalu membawa bermacam macam botol obat, obat racikan bahkan pil pil. Ada obat flu , obat tidur , obat mata , obat batuk, balsam untuk punggung dan banyak lagi.


"Sudah puluhan tahun saya minum obat berwarna putih ini. Dan ini yang paling cocok dengan saya. Minggu lalu seorang dokter yang baru lulus sekolah dokter memberikan resep obat coklat dan biru , tapi obat tersebut tidak memberikan efek apa pun. "


Dia mengingat bahwa kesehatan Mrs Butterscout sangat baik sekali. Sehingga hampir semua obat yang di minum nya sebenarnya tidak memilki efek apa pun juga. Bagi dirinya baik wanita miskin maupun wanita kaya sama saja. Sebagai seorang dokter dia berkewajiban mendengar keluhan mereka, memeriksa kondisi kesehatan mereka , menuliskan resep obat atau memberikan surat rujukan ke rumah sakit mahal.


Oh Tuhan entah mengapa dia merasa bosan dan muak sekali tentang keadaan ini.


Dia sangat merindukan laut biru , pasir putih , deburan ombak . Enam belas tahun yang lalu semua itu sudah di lupakan. Sudah menjadi masa lalu dan dia sangat bersyukur bisa memutuskan pertunangan itu.


Ya tentu itu merupakan pilihan yang terbaik bukan. Ia telah melepaskan dirinya dari rantai setan yang mengikatnya. Melepasan dirinya , bertemu dengan Natasha dan menikahinya.


Ia telah mendapatkan semua yang di inginkan nya. Tinggal di London, menjadi seorang dokter. Memiliki sekertaris yang tidak cantik. Menikahi istri yang biasa saja. Ia merasa kalau dirinya sudah muak dengan kecantikan. Benar begitu bukan? Ia telah merasakan sendiri karena jatuh cinta pada wanita cantik seperti Karen. Rasa sakit yang harus di tanggung nya.


Setelah memutuskan pertunangan nya dengan Karen. Dia ingin sebuah kedamaian, ketenangan, hidup yang biasa bisa saja selamanya dengan Natasha. Pokoknya ia menginginkan Natasha. Ia ingin seorang istri penurut, mengerti kemauan nya, tidak memilki pemikiran yang aneh aneh. Dan yang terpenting mampu mengikuti semua keinginannya.


Siapa yang dulu pernah mengatakan pada nya. Bahwa tragedi sesungguhnya adalah ketika kita sudah mendapatkan semua yang di inginkan.


Dengan kesal di tekan bel nya.


Ia memeriksa Mrs Green.

__ADS_1


Di habiskan waktu selama setengah jam untuk memeriksa nya. Kali ini pun uang dengan lancar di terimanya hanya dengan bermodalkan mendengar mencatat dan memberikan resep obat.


Wanita yang menderita sakit perut pun . Keluar dengan semangat dan wajah yang berseri seri. Agaknya dia merasa hidup tidak begitu buruk.


Peter Hamilton duduk di kursinya. Sekarang sudah selesai semua pekerjaan nya. Dia bisa naik ke lantai dua untuk makan siang bersama Natasha dan kedua anaknya. Lalu ia akan pergi ke The Blossom dan menghabiskan akhir pekan yang menyenangkan di sana.


Tapi tetap saja ia masih duduk di kursi. Entah mengapa rasa enggan menyelimuti dirinya. Dia enggan untuk bangun dari kursinya. Ia merasa lelah . Lelah sekali.


******


Di ruang makan di atas ruang periksa itu Natasha Hamilton sedang duduk di kursi dan menatap sepiring paha ayam.


Dia merasa bingung apakah sebaiknya daging itu di panaskan kembali di dapur atau tidak?


Kalau Peter masih lama tentu daging nya akan menjadi dingin dan tak enak di makan.


Tapi pasien terakhir sudah selesai dan Peter akan naik setiap saat. Kalau ia memaskan sekarang daging nys tentu akan terlambat jika Peter datang. Dan nanti ia akan marah marah. Peter orangnya tidak sabaran dan tidak suka menunggu.


Ia akan berkata


Natasha menghela napas dengan berat. Dia pasti akan sangat kesal sekali. Apalagi jika daging itu di panaskan kbali dan ternyata kering daging nya. Peter juga tidak akan suka. Dia pasti akan sangat marah.


Tapi dia juga tidak suka makanan dingin.


Makanan itu paling enak di santap dalam keadaan panas. Dia merasa pusing. Pikirannya maju mundur. Rasa bingung nya makin bertambah.


Bagi Natasha rasanya dunia berubah menjadi sepotong paha ayam yang perlahan menjadi dingin di piring.


Di samping nya anak lelaki nya Rudy yang berumur empat belas tahun berkata


"Dave akan ikut ayahnya berlibur ke Mesir minggu depan. Katanya mereka akan mencari fosil."

__ADS_1


Dengan wajah penuh kebingungan Natasha memandang wajah bulat Rudy.


"Apakah mama tahu itu ?"


"Tahu tentang apa sayang?"


"Fosil."


Mata Natasha memandang langit langit sekilas. Dia tidak tahu harus menjawab apa.


Rudy berkata lagi


"Itu merupakan peninggalan kuno seperti Dinosaurus. Aku sekali sekali."


Lilian gadis kecilnya yang baru berumur sepuluh tahun merengek


"Aku sudah lapar. Aku ingin makan sekarang. "


"Tunggu sebentar lagi sayang. Papa mu akan segera muncul."


Rudy berkata


"Sebenarnya kita bisa makan sekarang. Papa tidak akan marah kalau hanya itu."


Natasha menggelengkan kepalanya.


Dalan pikirannya lagi dia mulai berpikir apakah sebaiknya daging itu di potong potong saja. Tapi di mana pisau nya. Dia tidak tahu dimana John meletakannya. Dengan rasa putus asa dia teringat bahwa Peter selalu marah jika dia memotong nya dengan cara yang salah.


Gawat saos nya sudah dingin . Ia harus segera membawa nya kembali ke dapur. Tapi bagaimana jika Peter datang. Dia pasti datang sekarang.


Peter Hamilton masih duduk di kursi nya. Ia yakin di lantai atas makan siang pasti sudah di sajikan. Tapi dia tidak sanggup bangun dan melangkah kan kaki ke sana.

__ADS_1


San Luis. Pasir putih. Laut biru. Matahari panas dengan rasa penuh cinta juga derita. Itu semua masa lalu.


Aku tidak boleh memirkan itu lagi. Itu semua sudah menjadi masa lalu. Tanpa sadar dia berharap bahwa dia tidak pernah mengenal Karen, menikah dengan Natasha , bertemu dengan Graciela.


__ADS_2