Akhir Pekan Berdarah

Akhir Pekan Berdarah
Bab 15


__ADS_3

Rudy telah merusak rumah kaca milik Peter dan merusak beberapa tanaman obat yang di tanam Peter selama berbulan bulan.


Natasha merasa lega ketika Peter diam saja dan tidak berkata apa pun itu membuat Natasha lebih lega. Dia jadi lebih lancar dan tenang dalam mengemudikan mobilnya. Karena Peter tidak mengajaknya berbincang bincang. Apalagi jika Peter sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri. Dia tidak akan tahu Natasha memelankan mobilnya atau tidak.


Sebenarnya Natasha cukup baik dalam mengemudikan mobil. Begitu juga ketika memindahkan gigi dua ke gigi tiga atau ke gigi empat. Hanya saja kadang dia merasa gugup sehingga malah memperparah ketika dia mengemudikan mobilnya. Biasanya kegugupan nya tidak akan separah ini apabila dia mengemudikan seorang diri atau bersama anak anak.


Hanya ketika bersama Peter saja dia sangat gugup mengemudikan mobilnya. Sehingga kadang Peter menjadi jengkel dan kesal padanya. Konsentrasi nya tidak bisa berfokus pada satu hal. Keringat dingin mengucur dan tangan nya yang gugup membuat nya tidak bisa bergerak sesuai yang diinginkan nya. Bahkan kadang saking gugup nya dia bahkan bisa salah menginjak pedal gas dan rem.


Pernah sekali Graciela mengajari nya cara mengemudi.


"Kau harus menginjak nya dengan pelan pelan jangan dengan kekuatan penuh Natasha."


Natasha berusaha mengikuti contoh yang pernah di perlihatkan Graciela. Tapi dia tidak pernah bisa.


"Jangan memsksanya Natsshs. Lakukan sekali lagi. Kau harus nisa merasakannya. Letakan tangan mu di gigi. Jangan menyentaknya terlalu kuat."


Tapi malangnya Natasha selalu gagal melakukan nya. Dia selalu mendorong dengan kuat ato terlalu lemah. Kadang dia salah menginjak pedal dan membuat mobil terlompat kaget. Tapi sekarang ketika dia sedang mengemudi dan Peter sibuk dengan pikirannya sendiri. Mengemudi menjadi hal yang menyenangkan bagi Natasha.


Mereka mulai mendekati South Hill . Natasha mulai mengurangi kecepatan dan membuat Peter kesal.


"Kenapa kau mengurangi kecepatan di sini?"


"Tidak . Kupikir...."


"Kita sudah berada di tebing. Seharusnya kau menambahkan kecepatan bukan mengurangi nya."


Natasha menaikan gigi nya menjadi gigi empat. Mobil melaju sangat cepat. Melewati hutan hutan musimgugur.

__ADS_1


Peter membuka kaca jendela mobilnya dan membiarkan angin masuk melalui nya.


"Lihatlah ini Natasha pemandangan yang sangat menyenangkan. Betapa bosanya aku setiap sore hanya duduk di ruang tamu kotak kotak dan melakukan pekerjaan itu itu saja."


Natasha membayangkan diri nya berada di ruang tamu nya di rumah mereka. Sofa empuk bewarna emas. Dinding putih. Rasanya rindu sekali dia ingin rasanya sekarang duduk di sana. Tapi tidak mungkin.


Sambil berusaha berkonsentrasi dia menjawab


"Memang pemandangan nya bagus."


Tinggal beberapa kilometer lagi dia akan sampai di mimpi buruknya selama dua hari. Dia tidak akan bisa mundur sekarang. Bangunan rumah keluarga Cavendish sudah terlihat.


Gerbang nya yang menjulang tinggi sudah terbuka. Mereka melewati jalan berliuk liuk dan sampai lah di pekarangan keluarga Cavendish. Dia melihat Graciela bersama dengan Amy dan seorang pemuda sedang duduk di teras depan. Ia merasa sangat senang karena ada Graciela. Setidaknya ada seseorang yang mengerti dan bisa membantunya.


Peter juga melihat Graciela ketika mobil tiba di pekarangan. Peter merasa senang bahwa akhirnya dia bisa bertemu dengan Graciela di akhir perjalanan mereka.


Graciela melambaikan tangannya ketika dia melihat mobil Peter dan Natasha tiba. Mereka saling tersenyum ketika pasangan Hamilton mendekat. Diakui oleh Graciela dia juga sangat aenang dengan kedatangan Peter ke sini.


Julia Cavendish datang untuk menyambut pasangan Hamilton. Sikapnya pada Natasha sangat ramah , melebihi kepa tamunya yang lain.


"Selamat datang Peter dan kau juga Natasha. Sudah lama sekali sehak terakhir kali kau ke sini. "


Sikap ramah Julia Cavendish sangat kentara sekali. Bahkan membuat Natasha menjadi kaku dan bingung.


Julia memperkenalkan mereka pada sepupunya Ryan Cavendish


"Kalian sudah memgeal Ryan bukan."

__ADS_1


Kedua pria itu sama sama mengangguk.


Matahari sore menembus ruang tamu Julia Cavendish. Cahayanya menyapu rambut emas Peter , matanya yang berwarna hijau seperti hutan. Tawanya sangat menyenangkan dan suaranya juga enak di dengar. Sikap dan pribadi nya sanggup menguasai keadaan.


Sebaliknya Ryan Cavendish menjadi diam dan tidak berbicara sama sekali. Tubuh tinggi yang semula tegap berubah menjadi bungkuk. Wajah nya pun menjadi pucat seperti bulan. Dan keberadaan nya seperti tidak terlihat.


Graciela mengajak Natasha untuk jalan jalan ke taman bunga milik Julia.


"Julia pasti akan mengajak kita untuk melihat kebun bumbu dapur nya dan juga taman kolam nya."


Natasha menjawab


"Taman bunga ini juga sangat indah."


"Betul. Kita bisa melihat rumah kacanya juga. Dia juga sedang merawat tanaman mawar. Dan juga beberapa tanaman herbal. "


Mereka berjalan menuju rumah kaca. Mereka duduk duduk dan Graciela memetik beberapa buah strawberry untuk di makan. Dalam hati Natasha sangat bersyukur Graciela mengajaknya menjauh dari Julia Cavendish. Dia merasa Julia jauh lebih buruk dari terakhir mereka bertemu.


Ia bercakap cakap dengan Graciela. Sikapnya boleh di katakan tampak sangat akrab dan Graciela pun senang bisa berbincang bincang dengan Natasha.


Dengan mudah Natasha bisa menjawab pertanyaan pertanyaan Graciela. Agaknya Graciela memberikan pertanyaan jawabannya mudah untuk Natasha. Dalam sepuluh menit pembicaraan mereka Natasha mulai tersenyum bahagia.


Dia menceritakan bahwa putri nya Lilian mulai ingin ikut kursus menari balet. Dan Peter membelikan sebuah baju dan juga sepatu untuknya. Lilian terlihat seperti seorang putri. Dan bulan depan Lilian akan tampil di panggung untuk pertama kali nya. Dia mengundang Graciela untuk datang ke sana. Dengan senang hati Graciela berjanji akan pergi ke pertunjukan Lilian bulan depan.


Dia juga menceritakan bahwa dia menemukan sebuah toko buku yang memiliki buku buku cetakan pertama dengan harga yang cukup terjangkau. Graciela menanyakan nama tokonya dan Natasha menuliskan alamat toko itu di kertas.


Sebenarnya sangat mudah sekali untuk membuat Natasha senang. Dan Graciela juga merasa bahagia kalau melihat Natasha bahagia.

__ADS_1


Mereka mulai berjalan jalan lagi menuju taman kolam ikan. William memiliki hobi baru setelah pensiun dari pekerjaan nya. Dia yang membangun taman kolam ikan ini beserta jembatan nya. Dia memelihara beberapa ekor ikan koi. Akhirnya matahari mulai tenggelam.


__ADS_2