
"Tidak. Sama sekali tidak Nyonya Cavendish , anda tidak perlu khawatir. Bagaimana keadaan anda ? Saya harap anda baik baik saja karena peristiwa mengerikan itu ."
"Ah . Itu memang kejadian yang menyedihkan. Tapi tidak masalah karena itu tidak begitu berhubungan dengan kami. Sebenarnya saya menghubungi anda untuk menanyakan apakah anda bersedia datang kemari."
"Tentu saja."
"Baiklah tolonglah datang secepatnya Miss Hope."
"Tidak apa apa. Saya akan berangkat sekarang juga melalui hutan."
"Ya anda betul itu memang ****** yang paling cepat. Terima kasih banyak Miss Hope. "
Setelah sambungan telepon terputus. Eloise segera bergegas mengambil mantel berwarna biru tua lengan dengan syal berwarna merah cerah. Tidak lupa juga di ambil nya tas tangan hitam nya dan segera berjalan menuju hutan.
Dia berjalan di sepanjang jalan setapak , melewati rumah peristirahatan keluarga Cavendish. Sepertinya polisi sudah melepas garis kuning yang sebelum nya di pasang.
Eloise Hope menoleh sebentar ke dalam rumah peristirahatan tersebut. Dia melihat mantel bulu berwarna pink sudah tidak ada di sana lagi. Tapi kotak lilin masih berjajar rapi di atas meja kecil itu. Dia merasa penasaran tentang lilin itu.
"Aneh sekali kenapa ada dua kotak lilin di sini. Satu kotak harusnya sudah lebih dari cukup apabila mati lampu. Tapi ini terlalu banyak."
Ia menoleh sekilas ke meja tempat sebelumnya dia dan William Cavendish minum minum sambil menunggu polisi. Gelas gelas sudah di bereskan tapi dia melihat ada sebuah coretan di meja. Tampaknya seseorang mencoret coret di sana.
Kemudian ia cepat cepat berjalan kembali ke arah rumah. Sejujurnya ia ingin tahu apa alasannya dia di minta ke sini oleh Nyonya Cavendish secepat mungkin.
Julia Cavendish sudah menunggu nya di depan pintu. Dia mengajak Eloise Hope masuk ke ruang tamu yang besar .
"Anda baik sekali Miss Hope mau datang ke sini ."
__ADS_1
Ia menggenggam erat tangan Eloise Hope.
"Saya siap membantu anda."
Julia Cavendish mengangkat kedua tangannya untuk memberi tekanan pada setiap kata katanya.
"Aduh , Miss Hope. Keadaan nya sulit sekali , sangat sulit. Kau tahu kan Inspektur itu siapa namanya ? Oh iya , Inspektur Larkspur itulah namanya, dia menanyai atau lebih tepat nya menginterogasi Morris. Padahal tahukah anda seluruh kehidupan kami di sini bergantung pada Morris dan kami tentunya merasa kasihan sekali padanya. Tentu sangat menakutkan sekali baginya di tanyai oleh polisi. Walaupun Inspektur Larkspur cukup baik dan sangat perhatian sekali pada keluarganya. Saya rasa Inspektur Larkspur pasti memiliki seorang anak perempuan yang berwajah bintik bintik dan berkepang dua. Saya rasa istrinya pasti seorang wanita yang luar biasa . Dia bisa menghadapi Inspektur Larkspur dengan baik."
Eloise Hope merasa bingung dengan kata kata Julia Cavendish. Mendengar Julia Cavendish memaparkan kehidupan rumah tangga Inspektur Larkspur yang bahkan belum tentu benar.
"Tapi ngomong ngomong kunis Inspektur Larkspur layu seperti tanaman yang tidak di siram saja. Saya rasa mungkin istri yang terlalu pengertian juga merupakan tekanan batin. Mungkin seperti sabun di wajah para perawat rumah sakit . Tapi sekarang keadaan di rumah sakit di London berbeda. Mereka lebih suka memakai bedak tebal . Tapi sesungguhnya Miss Hope yang ingin saya katakan adalah anda harus ikut makan siang dengan kami , setelah semua urusan yang menyebalkan ini selesai. "
"Anda baik sekali Nyonya. "
"Saya tidak bermasalah dalam menghadapi para polisi itu," kata Julia Cavendish lagi. "Saya bahkan merasa ini cukup memyenangkan. Saya bahkan berkata pada Inspektur Larkspur agar saya bisa membantunya. Kelihatannya Inspektur Larkspur agak cukup kesulitan tentang kasus ini. Sepertinya bagi para polisi motif sangatlah penting. Oh iya berbicara tentang perawat tadi , saya Peter Hamilton menjalin hubungan rahasia dengan perawat cantik berambut pir6ang. Tapi saya rasa itu merupakan kisah lama dan kurasa polisi pasti sudah memeriksanya juga. Orang orang tentu tidak ada yang tahu berapa banyak yang harus di tanggung Natasha. Dia seorang wanita tipe setia dan sangat mementingkan suami nya ketimbang diri nya sendiri. Tapi saya rasa dia sangat mempercayai apa saja yang orang katakan padanya. Mungkin itulah yang bisa di lakukanya karena dia tidak terlalu pintar ."
Inspektur Larkspur sedang duduk di meja ruang kerja William Cavendish, brhadapan dengan Morris dan seorang pemuda yang sedang memegang buku dan pulpen.
Morris kemudian bangkit dari kursinya.
Eloise Hope cepat cepat meminta maaf.
"Maaf , saya akan keluar sekarang juga. Saya benar benar tidak tahu bahwa Nyonya Cavendish...."
"Tidak, tolong jangan keluar Miss Hope."
Raut wajah nya muram dan kumis nya makin terkulai. Mungkin di rumah nya sedang banyak masalah, pikir Hope yang terkesan dengan gambaran Julia Cavendish tentang istrinya ataupun tentang Larkspur.
__ADS_1
Dengan kesal segera dia mengenyahkan pikiran itu. Ruma Inspektur Larkspur yang bersih tapi terlalu penuh dengan perabotan , istrinya atau tentang anak perempuan nya , semua itu hanyalah angan angan Nyonya Cavendish saja.
Tapi hal hal tersebut di gambarkanya dengan sangat jelas sekali. Hingga membuat orang yakin itu adalah kenyataan. Hal itu sangat membuat Eloise Hope terkesan , pasalnya tidak semua orang bisa melakukannya.
"Silahkan duduk Miss Hope, " kata Larkspur . "Kebetulan ada yang ingin saya tanyakan pada anda."
Ia mengalihkan pandangannya pada Morris yang sudah duduk dengan sikap tanpa cela.
"Apakah hanya itu saja yang anda ingat?"
"Benar tuan. Semua seperti biasanya. Tidak ada hal yang aneh tuan. "
" Di rumah perisitirahatan di dekat kolam ikan itu ada semua mantel bulu berwarna pink . Siapa pemiliknya ?"
"Apakah maksud anda adalah mantel bulu pink yang tergantung di dalam rumah peristirahatan itu tuan? Saya juga melihatnya seawktu mengantarkan minuman. Tapi itu sama sekali bukan milik dari orang yang tinggal di sini tuan. "
"Jadi milik siapa benda itu ?"
"Mungkin milik Miss Clark tuan. Miss Karen Clark seorang model. Atau itu yang di katakannya."
"Kapan itu ?"
"Sekitar dua hari yang lalu tuan. Dia datang kemari malam malam."
"Kau tidak menyebutkan tentang dirinya Morris waktu pertama aku menanyakan nya."
"Maaf tuan. Tapi dia bukan tamu di sini. Miss Karen Clark tinggal di rumah kecil di ujung jalan itu tuan. Dia kemari untuk meminta lilin , karena katanya lampu nya mati dan dia tidak memiliki persedian lilin."
__ADS_1
"Apakah dia membawa pulang dua kotak lilin ," tanya Eloise.