
”Tapi salah seorang di antara mereka bertiga itu,
Inspektur, bisa saja berada di rumah peristirahatan sebelum Natasha Hamilton. Dia bisa saja menembak Peter Hamilton, kemudian naik atau turun kembali ke salah satu jalan setapak itu, lalu berbalik lagi, hingga dia bisa tiba di situ bersamaan dengan yang lain lain.”
”Ya, itu mungkin,” kata Inspektur Larkspur.
”Dan ada satu lagi kemungkinan yang tidak terlihat
pada saat itu, yaitu seseorang mungkin datang dari jalan umum melalui jalan setapak. Mungkin dia yang menembak Peter Hamilton, lalu kembali lewat jalan yang sama, tanpa dilihat seorangpun.”
”Anda benar sekali,” kata Inspektur Larkspur. ”Mungkin ada dua orang atau tiga orang tertuduh lain kecuali Natasha Hamilton. Mereka punya motif yang sama yaitu rasa cemburu. Itu pasti merupakan suatu kejahatan yang disebabkan oleh
perasaan yang mendalam. Ada dua orang yang pernah punya hubungan cinta dengan Peter Hamilton.”
Ia diam sebentar, lalu berkata, ” Hamilton pergi untuk menjumpai Karen Clark di rumahnya pagi itu. Mereka bertengkar. Wanita itu berkata padanya bahwa dia akan membuat Hamilton merasa menyesal atas apa yang telah dilakukannya, dan dia berkata bahwa dia sangat membenci Hamilton lebih daripada dia membenci orang lain.”
”Menarik,” gumam Eloise Hope.
”Dia datang langsung dari Hollywood, dan dari apa
yang saya baca di surat surat kabar, mereka kadang kadang saling menembak di sana. Mungkin Karen Clark kembali untuk mengambil mantel bulunya yang tertinggal di rumah peristirahatan malam sebelumnya. Mungkin mereka bertemu lagi, dan pertengkaran mereka meledak lagi dan wanita itu menembaknya. Kemudian, karena mendengar seseorang datang, lalu mengendap endap kembali ke jalan yang dilaluinya waktu dia datang.”
Ia berhenti sebentar, lalu menambahkan dengan kesal, ”Dan sekarang kita tiba pada bagian di mana segala galanya menjadi kacau. Gara gara pistol sialan itu! Kecuali,” matanya jadi berseri seri, ”kalau dia menembaknya dengan pistolnya sendiri, dan menjatuhkan pistol yang telah dicurinya di ruang kerja William Cavendish untuk melemparkan tuduhan pada orang orang yang ada di
The Blossom. Mungkin dia tak tahu bahwa kita bisa mengenali pistol yang sudah digunakan dari bekas bekas luka tembakan.”
”Saya ingin tahu, berapa orang yang tahu hal itu?”
”Saya mengulangi kata kata William Cavendish. Menurut dia, cukup banyak orang yang tahu, gara gara semua cerita detektif yang ditulis orang. Disebutkannya sebuah buku yang baru, yang berjudul Petunjuk Harta Warisan yang katanya dibaca oleh Peter Hamilton itu sendiri pada
hari Sabtu itu. Buku cerita itu justru menekankan pada soal khusus tersebut.”
”Tapi Karen Clark pasti telah mengambil pistol
__ADS_1
itu dari ruang kerja Tuan William.”
”Ya, dan itu berarti ada rencana sebelumnya.”
Sekali lagi inspektur itu menarik kumisnya, lalu ia melihat pada Eloise. ”Tapi anda sendiri telah
mengemukakan suatu kemungkinan lain, Miss Hope. Yaitu mengenai Miss West. Dan di sini
kesaksian mata anda atau lebih tepat kesaksian
telinga anda yang memegang peranan.
Dr. Hamilton berkata, ‘Graciela, ’ waktu dia sedang sekarat. Anda mendengarnya dan mereka semua pun juga mendengarnya, meskipun Tuan Cavendish agaknya tidak menangkap apa yang diucapkannya.”
”Ryan Cavendish tidak mendengar? Itu menarik.”
”Tapi yang lain lain nya mendengarnya. Miss
bahwa dia membuka matanya, melihat Miss
West, lalu berkata, ‘Graciela.’ Saya rasa Julia Cavendish menganggap hal itu tak penting.”
Poirot tersenyum. ”Tidak, dia menganggap hal itu
tidak penting.”
”Nah, Miss Hope, bagaimana dengan anda sendiri?
Anda berada di sana. Anda melihat, dan mendengar. Apakah Dr Hamilton telah mencoba mengatakan pada anda semua bahwa Graciela lah yang telah menembaknya? Singkat kata, apakah itu suatu dakwaan?”
Poirot berkata lambat lambat, ”Pada saat itu, tidak
begitu pikiran saya.”
__ADS_1
”Tapi sekarang, Miss Hope. Bagaimana pikiran anda sekarang?”
Eloise Hope mendesah, lalu berkata lagi lambat lambat, "Mungkin memang begitu. Saya tak bisa berkata lebih banyak daripada itu. Yang anda minta dari saya hanyalah sebuah kesan, dan bila saat kejadian itu sudah berlalu, ada kecenderungan kita mempelajari lagi persoalan persoalan itu, lalu muncullah suatu arti yang sebelumnya tak tampak oleh kita.”
Larkspur lekas lekas berkata, ”Semuanya tentu
tidak akan dicatat secara resmi. Pikiran anda Miss Hope bukan barang bukti. Saya tahu itu. Saya hanya mencoba untuk mendapatkan petunjuk.”
”Oh, saya mengerti betul, dan kesan dari seorang
saksi mata bisa merupakan sesuatu yang sangat berguna. Tapi dengan rendah hati harus saya katakan bahwa kesan kesan saya tak ada artinya. Saya telah mendapatkan bayangan yang salah, terpengaruh oleh bukti penglihatan, yaitu bahwa saat itu Nyonya Hamilton baru saja menembak suaminya. Sehingga waktu Dr. Hamilton membuka mata dan berkata, ‘Graciela,’ saya tak pernah
menganggap itu sebagai suatu dakwaan. Sekarang, bila menoleh kembali, saya tergoda untuk melihat ke dalam peristiwa itu sesuatu yang tak ada di situ.”
”Saya tahu apa maksud anda,” kata Larkspur. ”Tapi
menurut saya, karena perkataan terakhir yang diucapkan oleh Hamilton adalah ‘Graciela ’, itu pasti berarti satu dari dua kemungkinan. Mungkin itu suatu dakwaan atas pembunuhan, atau kalau bukan... yah, itu hanya pernyataan emosinya.Graciela lah wanita yang dicintainya,
dan dia sedang menghadapi maut. Nah, mengingat segala galanya, yang mana di antara yang dua itu menurut anda?”
Eloise mendesah. Ia bergerak gerak, memejamkan
mata, membukanya lagi, lalu mengulurkan kedua belah tangan sebagai pernyataan kesal.
Katanya, ”Suaranya terdengar mendesak. Hanya itu yang bisa saya katakan mendesak. Menurut pendengaran saya, itu bukan suatu dakwaan, bukan pula pernyataan suatu perasaan, tapi
mendesak, memang ya! Dan saya yakin akan satu hal . Dia berada dalam keadaan benar benar sadar. Dia berbicara sebagai seorang dokter. Seorang dokter yang... katakanlah, tiba tiba sedang menghadapi suatu pembedahan darurat atau mungkin karena seorang pasien sedang
mengalami perdarahan hingga nyawanya terancam.”
Eloise mengangkat bahu. ”Hanya itulah yang bisa saya lakukan untuk Anda.”
”Suatu tinjauan medis, ya?” kata Inspektur Larkspur "Yah, itu memang cara ketiga untuk meninjaunya. Dia ditembak, dia menduga dirinya akan mati, dia ingin sesuatu dilakukan secepatnya untuknya. Dan bila, seperti kata Julia Cavendish, Miss West adalah orang pertama yang dilihatnya waktu matanya terbuka, dia tentu menujukan permintaan itu padanya. Tapi penjelasan itu tidak masuk akal."
__ADS_1