Akhir Pekan Berdarah

Akhir Pekan Berdarah
Bab 42


__ADS_3

”Tapi salah seorang di antara mereka bertiga itu,


Inspektur, bisa saja berada di rumah peristirahatan sebelum Natasha Hamilton. Dia bisa saja menembak Peter Hamilton, kemudian naik atau turun kembali ke salah satu jalan setapak itu, lalu berbalik lagi, hingga dia bisa tiba di situ bersamaan dengan yang lain lain.”


”Ya, itu mungkin,” kata Inspektur Larkspur.


”Dan ada satu lagi kemungkinan yang tidak terlihat


pada saat itu, yaitu seseorang mungkin datang dari jalan umum melalui jalan setapak. Mungkin dia yang menembak Peter Hamilton, lalu kem­bali lewat jalan yang sama, tanpa dilihat seorangpun.”


”Anda benar sekali,” kata Inspektur Larkspur. ”Mungkin ada dua orang atau tiga orang tertuduh lain kecuali Natasha Hamilton. Mereka punya motif yang sama yaitu rasa cemburu. Itu pasti merupakan suatu kejahatan yang disebabkan oleh


perasaan yang mendalam. Ada dua orang yang pernah punya hubungan cinta dengan Peter Hamilton.”


Ia diam sebentar, lalu berkata, ” Hamilton pergi untuk menjumpai Karen Clark di rumahnya pagi itu. Mereka bertengkar. Wanita itu berkata padanya bahwa dia akan membuat Hamilton merasa menyesal atas apa yang telah dilakukannya, dan dia berkata bah­wa dia sangat membenci Hamilton lebih daripada dia membenci orang lain.”


”Menarik,” gumam Eloise Hope.


”Dia datang langsung dari Hollywood, dan dari apa


yang saya baca di surat surat kabar, mereka kadang kadang saling menembak di sana. Mungkin Karen Clark kembali untuk mengambil mantel bulunya yang tertinggal di rumah peristirahatan malam sebelum­nya. Mungkin mereka bertemu lagi, dan pertengkaran mereka meledak lagi dan wanita itu menembaknya. Kemu­dian, karena mendengar seseorang datang, lalu meng­endap endap kembali ke jalan yang dilaluinya waktu dia datang.”


Ia berhenti sebentar, lalu menambahkan dengan kesal, ”Dan sekarang kita tiba pada bagian di mana segala galanya menjadi kacau. Gara gara pistol sialan itu! Kecuali,” matanya jadi berseri seri, ”kalau dia menembaknya dengan pistolnya sen­diri, dan menjatuhkan pistol yang telah dicuri­nya di ruang kerja William Cavendish untuk melemparkan tuduhan pada orang orang yang ada di


The Blossom. Mungkin dia tak tahu bahwa kita bisa menge­nali pistol yang sudah digunakan dari bekas bekas luka tembakan.”


”Saya ingin tahu, berapa orang yang tahu hal itu?”


”Saya mengulangi kata kata William Cavendish. Menurut dia, cukup banyak orang yang tahu, gara gara se­mua cerita detektif yang ditulis orang. Disebutkan­nya sebuah buku yang baru, yang berjudul Petunjuk Harta Warisan yang katanya dibaca oleh Peter Hamilton itu sendiri pada


hari Sabtu itu. Buku cerita itu justru menekankan pada soal khusus tersebut.”


”Tapi Karen Clark pasti telah mengambil pistol

__ADS_1


itu dari ruang kerja Tuan William.”


”Ya, dan itu berarti ada rencana sebelumnya.”


Sekali lagi inspektur itu menarik kumisnya, lalu ia melihat pada Eloise. ”Tapi anda sendiri telah


me­ngemukakan suatu kemungkinan lain, Miss Hope. Yaitu mengenai Miss West. Dan di sini


ke­saksian mata anda atau lebih tepat kesaksian


te­linga anda yang memegang peranan.


Dr. Hamilton berkata, ‘Graciela, ’ waktu dia sedang sekarat. Anda mendengarnya dan mereka semua pun juga men­dengarnya, meskipun Tuan Cavendish agaknya tidak me­nangkap apa yang diucapkannya.”


”Ryan Cavendish tidak mendengar? Itu me­narik.”


”Tapi yang lain lain nya mendengarnya. Miss


bah­wa dia membuka matanya, melihat Miss


West, lalu berkata, ‘Graciela.’ Saya rasa Julia Cavendish menganggap hal itu tak penting.”


Poirot tersenyum. ”Tidak, dia menganggap hal itu


tidak penting.”


”Nah, Miss Hope, bagaimana dengan anda sen­diri?


Anda berada di sana. Anda melihat, dan mendengar. Apakah Dr Hamilton telah mencoba mengatakan pada anda semua bahwa Graciela lah yang telah menembaknya? Singkat kata, apakah itu suatu dakwaan?”


Poirot berkata lambat lambat, ”Pada saat itu, tidak


begitu pikiran saya.”

__ADS_1


”Tapi sekarang, Miss Hope. Bagaimana pikiran anda sekarang?”


Eloise Hope mendesah, lalu berkata lagi lambat lam­bat, "Mungkin memang begitu. Saya tak bisa ber­kata lebih banyak daripada itu. Yang anda minta dari saya hanyalah sebuah kesan, dan bila saat kejadian itu sudah berlalu, ada kecenderungan kita mem­pelajari lagi persoalan persoalan itu, lalu muncul­lah suatu arti yang sebelum­nya tak tampak oleh kita.”


Larkspur lekas lekas berkata, ”Semuanya tentu


ti­dak akan dicatat secara resmi. Pikiran anda Miss Hope bukan barang bukti. Saya tahu itu. Saya hanya mencoba untuk mendapatkan petunjuk.”


”Oh, saya mengerti betul, dan kesan dari se­orang


saksi mata bisa merupakan sesuatu yang sangat berguna. Tapi dengan rendah hati harus saya katakan bahwa kesan­ kesan saya tak ada ar­tinya. Saya telah mendapat­kan bayangan yang sa­lah, terpengaruh oleh bukti penglihatan, yaitu bah­wa saat itu Nyonya Hamilton baru saja me­nembak suaminya. Sehingga waktu Dr. Hamilton mem­­­buka mata dan berkata, ‘Graciela,’ saya tak per­nah


menganggap itu sebagai suatu dakwaan. Sekarang, bila menoleh kembali, saya tergoda untuk melihat ke da­lam peristiwa itu sesuatu yang tak ada di situ.”


”Saya tahu apa maksud anda,” kata Larkspur. ”Tapi


menurut saya, karena perkataan terakhir yang diucapkan oleh Hamilton adalah ‘Graciela ’, itu pasti berarti satu dari dua kemungkinan. Mungkin itu suatu dakwaan atas pembunuhan, atau kalau bukan... yah, itu hanya pernyataan emosinya.Graciela lah wanita yang dicintai­nya,


dan dia se­dang menghadapi maut. Nah, mengingat segala ­galanya, yang mana di antara yang dua itu me­nurut anda?”


Eloise mendesah. Ia bergerak gerak, memejam­kan


ma­ta­, membukanya lagi, lalu mengulurkan kedua belah tangan sebagai pernyataan kesal­.


Katanya, ”Suara­nya terdengar mendesak. Ha­nya itu yang bisa saya katakan mendesak. Me­nurut pendengaran saya, itu bukan suatu dakwaan, bukan pula pernyataan suatu perasaan, tapi


men­desak, memang ya! Dan saya yakin akan satu hal . Dia berada dalam keadaan benar benar sadar. Dia berbicara sebagai seorang dokter. Seorang dokter yang... katakanlah, tiba tiba sedang menghadapi suatu pembedahan darurat atau mungkin karena se­orang pasien sedang


mengalami perdarahan hingga nyawanya terancam.”


Eloise mengangkat bahu. ”Hanya itulah yang bisa saya lakukan untuk Anda.”


”Suatu tinjauan medis, ya?” kata In­spektur Larkspur "Yah, itu memang cara ketiga untuk meninjaunya. Dia ditembak, dia menduga dirinya akan mati, dia ingin sesuatu dilakukan secepatnya untuknya. Dan bila, seperti kata Julia Cavendish, Miss West adalah orang pertama yang dilihatnya waktu matanya terbuka, dia tentu menujukan permintaan itu padanya. Tapi penjelasan itu tidak masuk akal."

__ADS_1


__ADS_2