
Peter baru turun ketika jam sebelas pagi. Sarapan sudah di siapkan di ruang makan. Sedangkan Natasha ingin sarapan di kamarnya. Jadi sarapan Natasha sudah di bawa ke atas oleh pelayan.
Natasha merasa cemas jikalau permintaannya untuk makan di kamar akan menyusahkan keluarga Cavendish.
"Tenang saja Natasha sayang. Sarapan di kamar tidak akan menyusahkan pelayan keluarga Cavendish. " kata Peter dengan ramah.
Entah kenapa pagi ini sikap Peter pada Natasha sangat baik sekali. Semua kejengkelan dan kegugupan hilang begitu saja ketika pagi datang.
Ryan pergi berburu bersama William ke hutan semenjak pagi. Sedangkan Julia sibuk dengan sekop di tangan. Dia ingin mengurus kebun bunga mawar nya. Peter membantunya di kebun sampai kepala pelayan Morris datang dengan sepucuk surat.
"Maaf Tuan ini ada surat untuk anda."
Di berikan nya surat tersebut kepada Peter. Peter melihat surat berwarna pink . Di lihat pengirim nya ternyata Karen. Dia undur diri dari Julia. Pergi ke ruang tamu sambil membuka amplop tersebut.
"Peter sayang ku. Semalam sangat menyenangkan sekali. Aku tak bisa melupakanmu. Bisakah pagi ini kau datang ke tempatku. Aku mencintaimu . "
Karen kekasih mu.
Dengan kesal dan jengkel di robek surat tesebut dan di lemparkan ke perapian yang masih menyala. Sebelumnya dia memutuskan untuk tidak pergi tapi setelah mempertimbangkan kembali dia memutuskan untuk pergi menemui Karen. Dia ingin menyelesaikan semuanya.
Ia keluar dari pintu dapur dan melewati kebun dekat pondok peristirahatan keluarga Cavendish. Dari sana dia terus melewati jalan setapak melewati hutan dan bukit yang berkelok kelok. Dari jauh sudah nampak rumah tempat tinggal Karen.
Karen mengenakan gaun panjang berwarna pink. Dia sudah menunggu Peter di teras. Begitu di lihat nya dia langsung berlari menghampiri.
"Sudah kukira kau akan datang. Masuklah ."
Ruang tamu itu tidak terlalu besar. Ada sebuah sofa besar dari kulit bantal bantal bersarung pink. Di meja tersedia kopi dan teh. Perapian telah di nyalakan agar ruangan itu hangat. Peter memperhatikan Karen. Wanita itu banyak berubah dari terakhir kali dia melihat nya lima belas tahun yang lalu. Sejujurnya bagi Peter , Karen jauh lebih cantik dari pada dulu.
Karen menyadari penuh kalau dirinya cantik untuk itulah dia merawat dirinya. Merawat kecantikan nya. Rambut nya di cat pirang bergelombang kulit putih mulus senada dengan gaun yang di pakainya.
Warna lipstik pink membuat nya jauh lebih cantik . Karen menyadari betul kecantikan nya dan akan melakukan apa pun agar bisa memikat Peter. Peter juga tampak menyadari kecantikan Karen yang sekarang.
Tentu saja Karen di kenal sebagai model kelas dunia. Cantik , tinggi , anggun dan berkelas. Banyak pria yang memujanya dan itu termasuk Peter dulu. Selain cantik Karen juga pandai , sangat pandai dia mengerti banyak tentang seni , lukisan , opera dan drama. Bagi Karen dia harus mendapatkan apa pun yang dia mau dan itu termasuk Peter di dalam nya.
Dengan penuh percaya diri Karen berkata.
__ADS_1
"Duduklah Peter. Aku ingin berbicara dengan mu tentang kita. Tentang masa depan kita."
Alis mata Peter terangkat sebelah.
"Apa maksudmu ?"
Dengan suara manis Karen berkata.
"Setelah apa yang terjadi semalam. Tidak kah kau lihat bahwa kita sudah lama membuang waktu. Dan sekarang kita akan bersatu."
Peter mengambil secangkir kopi. Dia berkata sambil sedikit mengejek.
"Masa depan ? Maaf Karen sepertinya kau sudah salah. Memang benar semalam sangat menyenangkan. Tapi bagi ku kau hanya seorang masa lalu. Aku tidak berniat memiliki masa depan dengan mu ."
Dengan suara tajam Karen berkata
"Itu tidak benar. Kau tahu dengan sangat kau mencintaiku begitu juga dengan diriku. Kita saling mencintai. Hanya saja dulu kau begitu egois. Tapi sekarang semua sudah berubah. Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau dan kini kau akan kembali lagi bersama ku. Lagi pula aku memutuskan untuk tinggal di London. Aku sudah menandatangani kontrak perjanjian untuk pekerjan ku sebagai model di sini."
"Aku rasa kau akan menjadi terkenal juga di London."
"Dan kau akan tetap menjadi dokter seperti yang kau inginkan. "
" Aku sudah menikah. Aku sudah memiliki istri dan dua orang anak."
Karen berkata dengan nada tenang.
"Tenang saja semua urusan itu mudah di atur. Aku juga sudah menikah dan aku sedang mengurus perceraianku. Kau pun juga bisa mengurusnya kalau sibuk kau bisa minta pengacara yang handal untuk mengurusnya untukmu Peter sayang. Aku masih tidak mengerti kenapa perasaanku pada mu tetap ada. "
Dengan ketus Peter berkata.
"Lupakan saja. Aku tidak akan pernah bercerai dan kita tidak akan menikah. Tidak akan ada masa depan untuk kita."
Sambil tertawa Karen berkata.
"Bahkan setelah peristiwa semalam itu juga?"
__ADS_1
"Karen kau ada seorang wanita dewasa. Aku yakin kau memiliki banyak kekasih. Dan kuyakin kau juga berhubungan dengan banyak pria. Lalu seberapa istimewa kejadian semalam itu? Kurasa tidak ada artinya sama sekali."
Karen tersenyum. Dia berkata
"Peter kekasih ku tidak lah kau bisa melihat raut wajah mu semalam ketika mengikuti ku. "
"Apa kau tidak bisa mengerti Karen? Dulu memang aku sangat mencintaimu. Tapi itu dulu sekarang aku lebih dewasa dan bahkan aku sudah tidak mencintai mu lagi."
Raut kaget tergambar jelas di wajah cantik Karen. Dia berkata
"Kau memilih istri dan anak mu ?"
"Ya."
"Bohong . Itu bohong kau selalu mencintaiku."
Peter mendesah.
"Itu dulu Karen. Sekarang aku tidak memiliki perasaan apa pun padamu."
Karen diam. Dia tidak berkata apa pun juga. Ketika dia membuka suara nya.
"Siapa dia ?"
Dengan terkejut Peter berkata
"Apa maksudmu ?"
"Wanita yang berdiri dekat jendela itu ? "
Graciela. Bagaimana mungkin Karen bisa berpikir ke sana. Pikiran Peter menjadi kalang kabut.
"Siapa yang kau maksud ? Amy Owen?"
"Amy ? Gadis yang berpenampilan biasa itu. Bukan dia dan juga bukan istrimu. Yang ku maksud adalah wanita murahan yang berdiri dekat jendela itu. Karena dia lah yang membuatmu berpaling dari ku. "
__ADS_1
Dengan marah dan kasar Karen melanjutkan kata katanya.
"Sejak kau meninggalkanku dulu. Aku bersumpah akan mencarimu dan mendapatkanmu kembali. Tidak kah kau berpikir untuk apa aku mau menyewa rumah jelek ini. Sejak aku kembali ke sini dua tahun terakhir aku menyewa detektif swasta untuk mencari informasi tentangmu. Tentu saja aku tahu kau sudah menikah. Siapa istri mu. Dan aku juga tahu kau suka menghabiskan akhir pekan di rumah keluarga Cavendish. Maka dari itulah aku menyewa rumah ini. Aku peringatkan kepadamu Peter kau selamanya hanya milik ku. "