
Dengan suara yang tenang Graciela berkata
"Dari mana kau tahu kalau Natasha yang menembak Peter?"
Semua menjadi hening. Entah kenapa Amy merasakan perasaan seperti ketegangan yang perlahan lahan berubah menjadi kewaspadaan.
Dengan nada biasa Julia Cavendish berkata
"Bukti nya sudah jelas. Peter terkapar dan Natasha memegang pistol di tangannya. Atau kau memiliki dugaan lain Graciela sayang ?"
" Yah mungkin saja Natasha tidak sengaja berjalan ke arah kolam ikan dan menemukan Peter terluka. Saking terkejut dan shock dia mengambil pistol yang berada di teras rumah peristirahatan. "
Semua menjadi hening lagi. Lalu Julia bertanya
"Apakah itu yang di katakan oleh Natasha?"
"Ya."
Graciela menjawab dengan suara mantap.
Julia Cavendish agak sedikit terkejut dengan jawaban Graciela. Tapi dia mengabaikan nya. Lalu dia berkata
"Kopi dan sandwich telah siap di ruang makan. "
Tiba tiba Natasha Hamilton turun dari tangga dan muncul di ruang tamu . Semua orang terdiam dan mata mereka tertuju pada wajah Natasha. Dengan nada meminta maaf Natasha berkata
"Maaf kan saya. Saya easa saya tidak bisa berbaring di kamar saya lebih lama lagi. Saya merasa tidak enak. "
"Kemarilah Natasha sayang. Duduklah di sini." Seru Julia Cavendish.
Amy pindah ke sofa satu nya. Lalu di atur nya bantal bantal dan di minta Natasha untuk duduk di sana .
"Kasihan sekali kau sayang. Bagaimana perasaanmu sekarang ?." Kata Julia Cavendish lagi.
Ryan berjalan menuju meja bar dan duduk di sana.
Natasha ******* ***** bantal sofa. Ia tampak gugup. Dengan nada cemas dia berkata
"Aku..... aku baru bisa merasakan ..... merasakannya Nyonya Cavendish. Bahwa..... bahwa Peter sudah tiada..... benar benar sudah tiada."
Natasha menangis bahu nya bergetar hebat. Kemudian dia melanjutkannya dengan nada gemetar
"Siapa yang melakukannya? Siapa yang sudah membunuh Peter."
"Kasihan sekali kau Natasha. Minumlah ini."
Pintu ruang kerja William Cavendish terbuka. William menuju ruang tamu tempat mereka berkumpul di ikuti oleh Eloise Hope dan Inspektur Larkspur.
__ADS_1
Inspektur Larkspur berperawakan sedang. Cukup tinggi dengan rambut yang tipis di kepalanya. Raut wajahnya serius dan tatapan nya tajam mengelilingi setiap orang yang berada di ruangN tersebut.
"Ini istri saya Inspektur. "
Inspektur Larkspur maju mendekati Nyonya Cavendish. Dia berkata
"Bisakah saya berbicara dengan Nyonya Hamilton?"
Nyonya Cavendish menganggukkan kepalanya dan menunjuk sofa satu nya di mana Natasha duduk. Inspektur Larkspur mendekat ke arah Natasha.
"Nyonya Hamilton ?"
Dengan suara masih sesengukkan Natasha menjawab
"Ya saya Nyonya Hamilton. "
"Maafkan saya jika ini mingkin akan membuat anda tambah bersedih. Tapi saya ingin menanyakan tentang kejadiannya. Jika anda menginginkan juga anda bisa menghubungi pengacara anda agar anda bisa di temani selama saya mengajukan pertanyaan. "
Sebelum Natasha nenjawab William Cavendish sudah menyela. Dia berkata
"Lebih baik seperti itu Natasha."
Sebelum William menyelesaikan kata kata nya. Natasha sudah memotong nya.
"Pengacara untuk apa ? Pengacara tidak tahu apa apa tentang kematian Peter." Seru Natasha.
William sepertinya akan bicara lagi. Tapi Graciela memotong nya.
Natasha berkata dengan bingung
"Oh.... ini rasanya seperti mimpi buruk. Saya masih tidak percaya bahwa .... bahwa Peter sudah tiada."
Dengan nada lembut Inspektur Larkspur berkata
"Saya mengerti Nyonya Hamilton"
"Rasanya semua terjadi begitu cepat. Saya ingin berjalan jalan pagi tadi. Saya menuju rumah perisitirahatan dan.... "
"Pukul berapa saat itu Nyonya Hamilton?"
"Saya rasa sekitar jam dua belas. Saya kurang yakin , kemudian saya menuju rumah perisitirahatan dan saya melihat Peter . Dia terbaring di lantai teras rumah peristirahatan dan darah menetes di undakan tangga ."
"Apakah saat itu anda mendengar suara tembakan Nyonya Hamilton?"
"Entahlah saya tidak yakin. Sebab saya tahu bahwa William Cavendish dan Ryan Cavendish sedang berburu di hutan. Saya hanya melihat Peter di sana ."
"Ya kemudian Nyonya Hamilton?"
__ADS_1
"Hanya ada tubuh Peter dan darah. Kemudian saya melihat sebuah pistol dan saya mengambilnya. "
"Kenapa anda mengambilnya ?"
"Maksudnya ?"
"Ya maksud saya untuk apa anda mengambil pistol itu. Harusnya anda tahu bahwa itu bisa menjadi barang bukti."
"Entahlah saya tak tahu. Apakah tidak boleh ? Tapi bagaimana sekarang saya sudah menyentuhnya."
Natasha kembali ******* ***** bantal yang di peluknya dengan cemas.
Lalu tiba tiba mata nya berubah marah dengan suara tajam dia berkata pada Inspektur Larkspur.
"Siapa yang membunuhnya ? Siapa yang tega melakukannya? Dia orang baik , dia hebat dan berbakat. Dia adalah seorang dokter yang hebat , dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Semua orang di sini menyayangi nya. Dia adalah suami yang baik dan ayah yang luar biasa. "
Natasha memutar kedua tangan nya dan menunjuk ke sekelilingnya. Dia berkata
"Anda bisa bertanya pada semua orang Inspektur. Tidak ada seorang pun yang ingin membunuh Peter "
Inspektur Larkspur bangkit dia berkata
"Terima kasih atas waktu nya Nyonya Hamilton. Untuk sekarang ini cukup segini saja."
*********
Eloise Hope dan Inspektur Larkspur berjalan jalan menuju rumah perisitirahatan keluarga Cavendish. Tubuh Peter Hamilton sedang di periksa oleh ahli forensik. Setelah selesai mereka mengangkat tubuh nya ke dalam mobil jenazah untuk kemudia di periksa lebih lanjut dan di otopsi di rumah sakit.
Teras itu terasa polos pikir Eloise. Mungkin karena tubuh Peter Hamilton sudah tidak ada lagi di sana. Sungguh aneh walau sudah meninggal pun tekad dan arti kehidupan Peter Hamilton masih sangat jelas. Teras itu sekarang bukan lagi hanya sebuah teras biasa. Melainkan tempat pembunuhan Peter Hamilton. Teras itu pun mungkin menjadi saksi bisu atas terjadinya pembunuhan ini.
Rasanya ada sesuatu yang di buat buat dalam kejadian ini pikir Eloise.
Seorang petugas kepolisian memuju tempat mereka berdiri. Dia membawa sebuah pistol yang di bungkus plastik.
"Ini pistol nya Pak."
Inspektur Larkspur menerima pistol tersebut. Dia bergumam
"Sayang seperti nya tidak mungkin lagi kita bisa mendapatkan sidik jari dari pistol ini. Tapi untung saja anda tadi sempat melihat nya sendiri bukan Miss Hope bahwa Natasha Hamilton memegang pistol ini."
"Ya benar."
"Saya rasa sebaiknya kita mencari tahu pistol milik siapa ini. Saya rasa Tuan William Cavendish bisa membantu kita."
Ia memandang sekeliling tempat itu. Kemudian berkata
"Baiklah mari kita reka ulang kembali kejadian nya. Jalan setapak di sana itu adalah arah dari ladang bunga dan dari situlah Nyonya Julia Cavendish muncul. Yang dua lagi Miss West dan Tuan Ryan Cavendish. "
__ADS_1
"Ya."
"Dan jalan setapak yang satu lagi mengarah ke Puddle Lake. Baiklah bagaimana kalau kita berjalan dari sana?"