
Selama perjalanan Larkspur banyak mengemukakan teori teori nya. Hanya saja nadanya agak terdengar pesimis.
"Jujur Miss Hope saya kurang menyukai perkara perkara seperti ini. Tahun lalu saya juga mendapatkan perkara yang sama seperti ini. Korban adalah seorang pengacara terkenal . Dia memiliki riwayat penyakit jantung dan harus meminum obat setiap saat terjadi serangan. Sedang istrinya adalah seorang wanita yang agak kuno dan sangat senang sekali berkebun. Pada suatu waktu sang istri menukar botol obat sang suami dengan vitamin biasa. Lalu ketika terjadi serangan tentu saja sang suami meninggal karena obat jantung nya sudah di tukar. Dokter yang merawat beliau yang akhirnya mengetahui obat nya sudah di tukar. Kami mulai bertanya walaupun kelihatan berputar putar tetapi kami tahu cara menghadapinya."
"Jadi menurut anda bahwa Nyonya Hamilton lah yang telah menembak suami nya ?"
Larkspur menatap Eloise dengan terkejut
"Jadi menurut anda bukan seperti itu ?"
Dengan lambat Eloise menjawab
"Ya bisa juga seperti itu."
Inspektur Larkspur mengangkat bahunya.
"Mungkin saja tapi jujur saja cerita seperti itu tidak bisa di percaya."
Ia memandang Eloise lama dan berkata
"Sebenarnya anda juga berpikir demikian kan. Menurut anda juga pembunuh nya adalah Nyonya Hamilton. "
Eloise Hope menghela napas nya yang berat dan kemudian dia memejamkan kedua matanya dan membayangkan bahwa diri nya datang dari jalan setap. Morris berada di sebelahnya . Natasha Hamilton berlutut di depan tubuh suami nya Peter Hamilton sambil memegang pistol. Raut wajahnya kosong seperti tidak memilki emosi dan yah seperti kata Larkspur juga bahwa waktu pertama kalinya dia melihat ini dia berpikir bahwa Natasha lah yang membunuh suaminya.
Tapi itu aneh berbeda.... seolah olah seperti pertunjukan.
Apakah memang Natasha Hamilton terlihat seperti istri yang akan membunuh suaminya ? Setidaknya ini yang paling ingin di ketahui oleh Inspektur Larkspur.
Dan dengan sangat terkejut Eloise menyadari bahwa walaupun selama karir kepolisian nya dia sudah banyak berurusan dengan penjahat penjahat kejam akan tetapi belum pernah sekalipun dia berurusan dengan wanita yang telah membunuh suami nya. Apa lagi wanita yang tidak memiliki emosi seperti Natasha Hamilton. Bagaimana harusnya seorang wanita yang sudah membunuh suami nya ? Tersenyum bahagia ? Atau meraung raung dan menangis seperti orang gila ? Atau memendam rasa ketakutan? Atau tidak memilki perasaan apa pun ? Pasti salah satu dari ini.
Inspektur Larkspur masih terus berbicara, akan tetapi Eloise tidak begitu menanggai nya. Hanya sebatas kata kata terakhirnya saja
"Saya rasa kita akan bisa mendapatkan tituk terang atas kasus ini dan biasa nya para pelayan lah yang mampu."
"Apakah Nyonya Hamilton akan kembali ke London ?"
"Saya rasa begitu sebab dia masih meninggalkan dua orang anak di London. Tapi kami akan mengawasi nya dengan ketat. Mungkin dia berpikir dia sudah bebas tapi itu tidak mungkin. Lagi pula menurut saya dia wanita yang kurang cerdas dan linglung."
Eloise Hope berpikir dia ingin sekali tahu apakah pendapat Natasha Hamilton? Apakah yang akan di lakukan oleh keluarga Cavendish? Memurut Eloise sendiri Natasha seperti wanita linglung dan yah memang agak kurang cerdas. Reaksi nya sangat lambat dan bingung karena kematian suaminya.
__ADS_1
Mereka ternyata sudah berada di jalanan yang besar.
Eloise berdiri di depan rumah nya. Inspektur Larkspur berkata
"Inikah rumah anda Miss Hope ? Rumah yang bagus dan tampak nyaman. Nah saya permisi dulu Miss Hope. Terima kasih atas bantuan anda , jika ada waktu saya akan mampir ke tempat anda di London dan melaporkan perkembangan kasus ini."
Matanya melihat ke rumah sebelah Eloise.
"Rumah siapa itu ? Apakah itu tetangga anda?"
"Kalau tidak salah namanya Karen Clark. Dia seorang model terkenal. Dia tiba di sini mungkin sekitar tiga hari yang lalu."
"Oh iya tentu saja dia adalah model yang di gosipkan dekat dengan miliyuner Hong Kong."
Ia berbalik pergi.
"Nah saya pergi dulu Miss Hope. Sampai bertemu lagi."
*******
Inspektur Larkspur kembali ke rumah keluarga Cavendish. Dia sedang berada di ruang kerja William Cavendish.
Inspektur Larkspur meletakan pistol itu di atas meja kerja William Cavendish.
"Bisakah saya melihat nya ?" Dengan ragu William Cavendish mengambil benda tersebut.
Larkspur menganggukkan kepalanya.
"Benda ini di temukan di dalam kolam ikan. Sayang nya sidik jari di sana sudah terhapus . Seharusnya Miss West tidak gegabah menjatuhkan nya kedalam kolam ikan ."
"Ya saya mengerti tapi harap di mengerti juga waktu itu semua dalam keadaan tegang dan mudah terkejut."
Inspektur Larkspur menganggukkan kepalanya dan berkata.
"Padahal dari luar tidak terlihat demikian. Menurut saya Miss West tipe orang yang berpikiran dingin dan tenang."
Larkspur mengatakan nya dengan nada biasa saja . Tapi entah mengapa membuat William Cavendish menatap nya.
Lalu Inspektur Larkspur melanjutkan lagi kata kata
__ADS_1
"Apa anda mengenalinya ?"
William mencocokan nomor seri pistol tersebut dengan daftar yang tadi di pegang nya. Setelah menemukan dan mencocokan nya. Dia mendesah
"Benar ini memang berasal dari koleksi saya."
"Kapan anda terakhir melihat nya ?"
"Semalam pada saat kami sedang bermain tembak tembakan dan ini adalah satu dari senjata tersebut."
"Siapa saja yang menggunakan nya ?
"Saya rasa semua orang. "
"Nyonya Hamilton juga?"
"Ya Natasha juga menembak bersama kami."
"Dan setelah anda semua selesai menembak?"
"Saya mengembalikan semua pistol itu di sini. Di lemari kaca ini untuk senapan dan khusus pistol itu ada di laci ini."
Di tarik nya laci paling bawah dari meja kerja nya. Dan di sana terdapat kurang lebih lima buah pistol.
"Ini semua koleksi anda Tuan William Cavendish . Sepertinya cukup banyak."
"Memang ini adalah hobi saya untuk mengoleksi senjata api terutama yang antik."
Inspektur Larkspur memandang wajah mantan Komisaris kepolisian itu . William Cavendish dulu adalah seorang komisaris polisi sebelum mundur dari jabatan nya sekitar lima tahun yang lalu. Selain itu Eloise Hope juga pernah bertugas di bawah William Cavendish. Selain itu dia juga cukup banyak di beritahu oleh atasan nya tentang pekerjaan yang dulu di lakukan oleh William Cavendish.
"Ketika anda menyimpan kembali pistol itu tentu pelurunya sudah di keluarkan bukan ?"
"Tentu saja."
"Dimana anda menyimpan pelurunya?"
"Di lemari ini."
Di bukanya sebuah lemari besar dan di keluarkan nya sebuah kotak kayu yang berlapis beludru berwarna biru tua.
__ADS_1
Mudah sekali pikir Larkspur . Semua orang termasuk Nyonya Hamilton juga pasti tahu bahwa peluru itu di simpan di sini. Ia dengan mudah tinggal masuk ke ruangan ini ketika tidak ada orang , mengambil pistol berikut pelurunya dan membawa nya keluar dari ruangan ini. Biasanya wanita memilki rasa cemburu yang sangat besar. Dan dia yakin alasan Natasha Hamilton menembak suami nya adalah karena rasa cemburu.