Akibat Rasa Dendam!!

Akibat Rasa Dendam!!
Berguru pada mbah Kujang 2


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim


"Kamu taru saja kota itu di meja, saya akan segara memberi tahu kamu apa yang harus dipelajari jika sudah sampai disini dan berguru dengan saya"


Suara ikut kini kembali terdengar dan menggelegar dimana-mana. Mira hanya bisa bengong tak tahu harus bagaimana, jika berguru dengan mbah Karjo dan mbah Jarmi Mira bisa melihat orangnya secara langsung, tapi ini berguru dengan mbah Kujang melihat tampangnya saja belum.


Mira sudah disuru belajar begitu saja, padahal saat sampai di tempat tinggal guru-gurunya yang sebelum ini, Mira disambut dengan istrihat dan diberi makan, tapi tidak saat sampai di tempat mbak Kujang.


Ingin rasanya Mira membantah tapi dia bisa apa, Mira hanya menuruti apa yang diperintahkan mbah Kujang pada dirinya, tentu saja sambil ngerundel dalam hati dan pikirannya.


"Baru juga sampek langsung disuruh latihan aja, padahal kesini aja aku butuh perjugan sangat berat. 3 hari aku baru bisa sampai disini itu saja entah sudah berapa kali aku nyasar, sampai disini istirahat pun tidak" keluh Mira dalam benaknya.


Mira tak tahu jika apa yang ada dipikirannya dan di dalam benaknya dapat di dengar oleh mbah Kujang. "Tidak usah perotes, kamu mau berguru dengan saya atau tidak, jika tidak silakan pergi dari sini" usir mbah Kujang.


Mbah Kujang pikir dia tak membutuhkan Mira, Mira lah yang membutuhkan dirinya, jadi untuk apa susah-susuh.


"Jika kamu masih ingin berguru denganku, maka jangan ngerudel, paham! Jadi pilih mana pergi atau berguru" lanjut mbah Kujang yang belum menyelesaikan perkataannya.


"Saya mau berguru dengan mbah Kujang, maaf atas kesalahan saya tadi, saya janji tak akan mengulanginya lagi" jawab Mira dengan cepat.


Mata Mira masih terus berputar untuk mencari dimana sebenarnya keberadaan mbah Kujang. Mbah Kujang tahu apa yang sedang dipikirkan Mira kembali bersuara.


"Kamu selesaikan dulu latihan yang pertama baru setelah itu kami bisa melihat saya, jadi sekarang tunggu apa lagi cepat latihan!" suruh mbah Kujang dengan nada galak.

__ADS_1


"Baik mbah!" sahut Mira dengan cepat, bagi Mira mbah Kujang terlalu mengerikan.


Mbah Kujang sudah memberikan satu gulungan yang dia letakkan di atas meja untuk Mira pelajari terlebih dahulu. Jika Mira sudah bisa menguasai apa yang ada di dalam gulungan itu barulah Mira bisa melanjutkan latihannya.


Tak hanya itu saja jika berhasil Mira akan segera bertemu dengan mbah Kujang secara resmi bukan hanya suara saja yang Mira dengar nanti, tapi ada langsung orangnya.


"Bagus gadis kamu terlihat sangat semangat sekali ya, tak menyangka ada gadis sepertimu yang ini mempelajari ilmu ini, sunggu diluar dugaan apakah dendammu begitu besar sampai membawamu ke tempatku" ujar Mbah Kujang.


Setelah itu mbah Kujang membiarkan Mira mempejari apa yang dia suruh tadi pada Mira, Mira benar-benar melakukan dengan serius apa yang disuruh oleh mbah Kujang pada dirinya.


Mira membaca guluang itu dengan teliti dan pasti, karena sebelumnya Mira sudah pernah belajar pada mbah Jarmi dan mbah Karjo jadi saat belajar pada mbah Kujang, Mira dapat mempelajari isi gulungan yang diberikan oleh mbah Kujang dengan mudah, tak terlalu sulit bagi Mira, dia dapat membaca isi di dalam gulungan itu dengan sangat lancar.


Mbah Kujang yang masih berada di sana sebenarnya, menganggut-anggut saat melihat Mira bisa cepat menyerap dan mempelajari isi gulungan tadi.


"Aku tak akan meragukan gadis ini lagi, sekarang aku percaya dengan perkataan Karjo" lanjut mbah Kujang lagi.


Sambil mengawasi Mira, mbah Kujang menikmati buah yang baru saja dia ambil di belakang tempat tingggalnya, di belakang rumah mbah Kujang ada beberapa pohon buha, salah satunya pohon buah yang mbah Kujang gunakan untuk para muridnya yang berhasil mempelajari gulungan pertama yang mbah Kujang berikan sebelumnya.


***


Berhari-hari Mira mempelajari gulungan itu, gulungan yang lumayan panjang sebenarnya, dari perkiraan Mira.


"Tak aku sangka aku sebentar lagi akan menyelesaikan pelajaran yang ada di dalam gulungan ini" Mira merasa senang.

__ADS_1


Hari berganti hari begitu tak terasa bagi Mira, tanpa Mira sadari hampir 1 minggu dia menyelesaikan gulungan itu, disaat itu juga Mira tak melakukan apa pun selain menyerap dan benar-benar mempelajari gulungan yang diberikan mbah Kujang.


"Gadis ini sudah hampir menyelesaikan apa yang aku suruh, tak disangka dia bisa menyelesaikan gulungan itu hanya dalam waktu 1 minggu saja, biasanya orang lain perlu berbulan-bulan untuk menyelesaikan gulungan itu" pikir mbah Kujang.


Mira saat ini sedang mempelajari, sambil langsung menyerap isi terakhir dalam gulungan itu, Mira berusaha sekuat tenaga agar hari ini dia bisa menyelesaikan gulungan itu.


Mira perlahan membukaSetelah Mira membuka matanya, tak lama setelah itu datang seorang kakek kakek yang sudah lanjut usia berdiri di depan Mira, Mira tidak tahu datang dari mana kakek itu, karena ujuk-ujuk sudah berada di hadapan Mira saja.


Mira hampir terlonjak kaget, karena kedatangan kakek itu dengan begitu tiba-tiba sekali, kakek yang berada di hadapan Mira itu masih bisa berdiri tegak dengan bantuan tongkat yang dia pegang sedari tadi.


Mira belum tahu jika seorang kakek yang berdiri di hadapannya itu merupakan orang yang Mira cari saat ini, ya orang itu mbah Kujang. "Kamu hebat gadis" mbah Kujang memuji Mira dengan bangga.


Mira kembali pada sesaat sebelum dia membuka matanya setelah selesai menyerap isi terakhir dalam gulungan itu. "Yee! akhirnya selesai juga, aku sudah menyerap semuanya, waalaupun kegiatan ini sedikit melelahkan dan begitu membosankan" ucap Mira pada diri sendiri.


"Bagus gadis kamu berhasil, sekarang saya sudah mengakui kamu sudah sah menjadi murid saya" ujar mbah Kujang yang membaut Mira sedikit tak percaya jika dihadapannya ini mbah KMira menutup mulutnya tak percaya saat ini dia sudah bisa berhadapan langsung dengan mbah Kujang, sekarang Mira dapat melihat orangnya langsung tak hanya suaranya saja.


Mira juga senang mendengar kabar dari mbah Kujang jika dirinya sudah sah menjadi murdi mbah Kujang, akhirnya perjuangan Mira yang begitu melelahkan tidak sia-sia.


"Benar mbah saya sudah lulus?" tanya Mira dia ingin memastikan untuk sekali lagi, jika dia tak salah dengar dengan yang dikatakan mbah Kujang baru saja..


"Kamu tak salah dengar dengan yang saya katakan, sekarang kamu boleh istirahat, besok kamu harus melanjutkan latihamu" ucap mbah Kujang.


"Baik mbak" Mira sangat senang.

__ADS_1


__ADS_2