Akibat Rasa Dendam!!

Akibat Rasa Dendam!!
Bertemu Kyai Hasyim


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim


Dua minggu setelah malam takbir di kampung Mira, dimana kejadian saat dia bangung di pertengahan malam, dia yang sudah begitu tua saat itu menangis dengan begitu amat tersedu-sedu.


Padahal setiap malam-malam takbir sebelumnya Mira juga mendegar, tapi dia tidak merasakan apa apa, berbeda dengan malam takbir di tahun ini, bagi Mira adalah malam yang begitu berbeda.


Semuanya sudah kembali normal, Mira sudah bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa, tapi dia sudah tidak lagi meny@ntet orang. Karena usai yang sudah begitu tua, tapi tubuh Mira, walaupun dia sudah tua, tubuhnya tetap sehat dan bugar.


Padahal nenek yang sudah lanjut usia itu tidak pernah berolah raga, mungkin efek dari ilmu hitam yang dia miliki sehingga membuat tubuh Mira masih begitu segara, dia juga masih sanggu mengangkat yang berat-berat.


Kebetulan sekali di kampung Mira, setiap bulannya selalu diadakan acara pengajian dan yang mengisi acara ceramah di pengajian itu adalah seorang kyai yang bernama Kyai Hasyim.


Kyai Hasyim ini merupakan seorang kyai yang datang dari luar kota, untuk berdakwah di kampung Mira, setiap bulannya, beliau akan menyampaikan hal-hal yang berkaitan tentang agama-agama Allah, yaitu islam. Pada penduduk yang berada di kampung Mira, maupun kampung sebelah.


Sekita jam 8 pagi, Mira berjalan keluar dari rumah nya dia ingin mencari angin segar dulu, tapi saat Mira keluar dari rumah dan menyusuri jalan setapak yang ada di desa nya Mira tak sengaja bertemu dengan kyai Hasyim, padahal dia baru melihat kyai Hasyim dari kejauhan, belum benar-benar berpapasan dengan dirinya.


Mira sudah merasakan hal aneh pada dirinya, yang tiba-tiba tubuhnya terasa, seperti terbakar oleh api yang begitu panas.


"Ada apa ini?" tanya Mira pada dirinya sendiri, saat merasakan tubuhnya panas, gelisah dan dia merasakan sendiri seakan tubuhnya seperti sedang merasakan ketakutan, tubuh Mira bergetar hebat saat itu, tapi dia berusaha untuk menahan semua itu.


Bukan itu saja, Mira merasa dirinya akan tumbang, dengan kekuatan yang dia punya Mira berusaha melawan semua rasa itu.


"Aku harus bisa menahannya, kalau tidak aku bisa tumbang di tempat ini begitu saja" masih diposisi yang sama, Mira rasanya ingin segera pergi dari tempat itu, tapi kakinya tak bisa digerkan sama sekali.


Padahal Mira sudah sekuat tenaga agar kakinya bisa bergeak, tapi hasilnya nihil, tetap tak bisa sama sekali.

__ADS_1


Hingga kyai Hasyim sudah berjalan di dekat Mira, perempuan yang sudah lanjut usia itu kini hampir tak bisa bergerak, karena merasakan seperti ada tekanan yang begitu kuat pada dirinya, saat berada di dekat kayi Hasyim.


Kyai Hasyim yang kebetulan berpapasan dengan Mira, beliau mengucapkan salam pada Mira. "Assalamualaikum" sapa kyai Hasyim, sambil tersenyum pada Mira.


Mira ingin menjawab salam dari kyai Hasyim, tapi tak tahu kenapa mulutnya terasa kaku, saat dia akan menjawab salam itu, lidahnya dan mulutnya seperti ditahan untuk terus bungkam, agar tak menjawab salam yang diucapkan kyai Hasyim.


Setelah kyai Hasyim sudah pergi, Mira sudah tak merasakan apa-apa lagi, dia merasa dirinya sudah normal seperti semula.


"Apa yang terjadi padaku barusan?" tanya Mira pada diri sendiri.


"Biasanya juga jika berpapasan dengan kyai, siapa pun aku tidak akan merasakan hal seperti tadi, tak tahu kenapa saat berpapasan, bahkan saat aku melihat kyai Hasyim, tubuh ini sudah terasa begitu panas" 


Mira segera melangkah gontai cepat pulang ke rumahnya. Dia masih memikirkan apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


Mira tahu nama orang yang berpapasan dengan dirinya itu, karena kyai Hasyim sudah begitu terkenal di kampungnya dan kampung sebelah.


Usia beliau yang sudah tak bisa dikatakan masih muda, bahkan jika dikirakan beliau itu sudah lanjut usia, namun dia masih tetap semangat untuk menyebarluaskan agama Allah, semangat dakwahnya begitu besar dalam diri kyai Hasyim.


Maka dari itu nama Kyai Hasyim begitu terkenal di kampung mereka dan kampung sebelah Mira, karena semangat dakwah beliau yang begitu besar.   


Sesampainya di rumah Mira menenangkan dirinya terlebih dahulu, saat berpapasan dan melihat kyai Hasyim tadi, Mira merasa tegangan nya seakan dikuras habis, padahal kyai Hasyim tak berbuat apa-apa, hanya menyapanya dengan salam dan tersenyum pada Mira tidak lebih.


"Aku sudah tak tahu lagi, apa yang aku alami tadi sebenarnya?" Mira masih terus saja bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


****

__ADS_1


Satu bulan berlalu setelah kejadian yang menimpa Mira sendiri saat berpapasan dengan Kyai Hasyim, bulan ini kyai Hasyim kembali datang ke kampung Mira untuk mengisi acara pengajian yang memang diadakan 1 bulan sekali di kampung Mira.


 Mira yang sedang menikmati keadaan diluar rumah dari kejauhan tak sengaja melihat kyai Hasyim, apa yang dia rasakan 1 bulan yang lalu kembali Mira rasakan.


Mira kembali merasakan padanya panas dan bergetar dengan hebat. Padahal dia hanya melihat Kyai Hasyim dari kejauhan.


Mira buru-buru pergi dari tempat itu, intinya sebisa mungkin bagaimana caranya agar dia tak melihat kyai Hasyim.


Mira tak tahu kenapa dia kembali merasakan hal serupa dengan 1 bulan yang lalu.


Dengan badan yang masih begitu panas Mira berusaha pergi dari tempat itu, sebisa mungkin dia menghindar agar tidak bertemu dengan kyai Hasyim..


"Jangan sampai aku kembali berpapasan dengan orang itu, jika hal ini terjadi pasti tubuhku akan lebih parah dari saat ini"


Mira cepat pulang ke rumahnya, dengan badan yang masih begitu panas dan gemetar.


Berbulan-bulan berlalu  sejak saat itu setiap Mira bertemu dengan kyai Hasyim atau dia satu jalur dengan kyai Hasyim, sejak kejadian itu Mira selalu menghindar dari kyai Hasyim, karena tidak mau hal serupa kembali terjadi pada dirinya.


Mira jika melihat dari kejauhan ditempat dia jalan, jika ada kyai Hasyim, Mira cepat mencari jalan lain agar tidak bertemu dengan kyai Hasyim.  


Mira benar-benar menghindari saat melihat beliau, kyai Hasyim, melintas di jalan yang sama dengan dirinya. 


Mira mencari jalan lain agara tidak bertemu dengan Kyai Hasyim. "Jangan sampai aku bertemu dengan Kyai Hasyim" ucap Mira buru-buru pergi dari tempat itu.


Mira sendiri tak tahu kenapa setiap bertemu dengan Kyai Hasyim dia akan meraksan dirinya, panas seperti terbakar, kepala begitu pusing, serasa ingin pingsan, itulah alasan Mira kenapa setiap bertemu dengan Kyai Hasyim dia selalu menghindar. Dia tak ingin bertemu bahkan berpapasan dengan Kyai Hasyim.

__ADS_1


__ADS_2