
Bismillahirohmanirohim.
Dua bulan berlalu Nurman kini akan melangsugkan rencananya dimana dia ingin membunuh Mira.
Sore hari Nurman sudah mengumpulkan beberapa orang terpandang yang memang memilki dendam pada Mira sama seperti Nurman.
7 orang yang Nurman kumpulkan di rumahnya itu merupakan orang-orang terpanadng di desa mereka dan mereka juga merupkan orang-orang yang keluarganya terkena s@ntet keganasan Mira.
Di ruang tamu rumah Nurman, para bapak-bapak itu sudah berkumpul atas permintaan Nurman.
"Hmmmm" dehem Nurman.
"Begini bapak-bapak saya mengumpulkan kalian disini karena saya tahu bapak-bapak ini masih memilki dendam pada nenek Mira, sama pun sama seperti bapak-bapak semua!"
Nurman berusah memanas-manasi bapak-bapak itu agar terpancing emosinya untuk membunuh nenek Mira.
Padahal sudah hampir 5 tahun berlalu Mira sudah bertaubat tapi tidak membuat dendam Nurman hilang pada Mira.
Nurman juga sudah meramapas seluruh harta Mira, tapi hal itu sama sekali tidak membuat Nurman merasa puas, keinginan dirinya untuk membunuh nenek Mira semakin menjadi-jadi dalam diri Nurman.
Nurman menatap satu persatu bapak-bapak di hadapannya itu. "Bagimana kalau kita bunuh saja nenek Mira itu sekarang! dia juga sudah tidak memiliki ilmu s@ntet"
"Orang tua saya meninggal gara-gara nenek Mira itu!" ucap Nurman berusah meracuni bapak-bapak itu agar mau ikut membunuh nenek Mira.
"Benar pak ustadz orang tua saya meninggal karena Mira!"
"Saya juga pak ustadz ibu saya meninggal ulah Mira!"
"Saudara saya pun sama meninggal karena Mira!"
Mereka semua yang berada di ruang tamu rumah Nurman itu terus bersahutan satu sama lain mengingat orang tua mereka meninggal karena ulah s@ntet Mira.
Nurman yang melihat itu semua merasa senang, karena mereka juga mau membalaskan dendam pada Mira. Nurman sudah lupa akan ilmu agama yang dia punya, dia lupa akan Allah dia juga lupa akan Rasullah, yang Nurman ikuti saat ini hanya hawa nafsunya untuk memuaskan rasa dendamnya.
Nurman tersenyum licik rencananya berhasil. "Kalau seperti itu nanti malam kita kerahkan semua warga, kita seret nenek Mira! Kita bunuh dia, kita buang dari kampung ini!"
"Dia itu penyakit di kampung kita, kita harus bantai dia! selama masih ada nenek Mira di kampung kita ini tidak akan ada keberkahan di kampung ini!"
__ADS_1
Nurman terus memporopokasi para warga agar terhasut oleh ajakanya, warga yang dasarnya memiliki rasa dendam pada Mira tentu saja terus bangkit rasa dendam mereka pada Mira.
"Saya juga mau ikut pak ustadz, istri saya meninggal gara-gara Mira!" ucap Danang yang merupakan penjaga desa.
"Saya sendiri saja siap membunuh Mira itu!" Dangan berkata dengan mengebu-ghebu.
Nurman yang melihat itu pun tersenyum senang, semakin banyak warga yang ikut maka akan semakin mudah bagi Nurman untuk membunuh Mira.
"Hahahhaha, bagus, bagus! Kalian semua tenang saja saya akan tangung jawab jika terjadi apa-apa, malaupun katanya Mira sudah taubat itu bohong! Dia hanya tobat sambal untuk menutupi kedokanya sebagai dukun s@ntet"
"Kita bunuh saja dia!"
Setelah perkumpulan sore itu malam hari mereka semua mendatangi rumah nenek Mira, sekita hampir 25 orang yang ikut ke rumah nenek Mira.
Dari mereka ada yang membawa berbagai benda tajam, bahkan ada juga yang membawa korek api dan solar untuk membakar rumah nenek Mira.
Mira memang sudah lama berpindah di tempat terpencil, rumah peninggalan orang tuanya dulu memang sudah dijual dan dia berpidah ketempat yang jauh dari masyarkata.
Mira di desanya hanya diterima di majelis pengajian kyai Hasyim, selain itu warga sama sekali tidak menerima keberadaan Mira.
"Lailahaillallah, Lailahaillallah, Lailahaillallah"
"Alah, itu Mira dia berdzikir seperti itu hanya untuk menutupi kedoknya saja, sudah biarkan saja tidak usah dihiraukan lebih baik lanjut saja!" suruh Nurman pada mereka semua.
Semakin mereka mendekat maka semakin jelas dzikir yang diucapkan nenek Mira, dia tinggal di rumah yang sudah tak layak huni, begitu reyot dan jelek.
"Lailahaillallah, Lailahaillallah, Lailahaillallah"
Tetap di depan rumah nenek Mira Nurman dan Danag menggedor-gedor pintu rumah nenek Mira begitu kencang mereka tidak mempedulikan Mira yang sedang berdzikir di dalam rumah.
"Mira! Mira! Miraaaa! Keluar kamu!" bentak Nurman dan beberapa warga.
Warga sudah mengelilingi rumah nenek Mira sambil terus berteriak menyuruh Mira agar keluar dari rumahnya.
Nenek Mira yang asyik dengan dzikirnya sama sekali tidak mendengar teriakan para warga yang berada diluar rumahnya, Nurman yang merasa kesal karena nenek Mira tak kunjung keluar akhirnya mendobrak pintu rumah nenek Mira.
Nurman dan Dangan segera masuk ke dalam sementara warga yang lainnya menunggu diluar rumah nenek Mira.
__ADS_1
Nurman dan Danang langsung masuk ke kamar nenek Mira. "Lailahaillallah, Lailahaillallah, Lailahaillallah" disitu nenek Mira yang sedang asyik berdzikir diseret dengan paksa oleh Nurman dan Danang.
"Inalilahiwainalilahirojiu'nll, ada apa ini?" Mira berusah memberontak dan berteriak namun karena umur sudah begitu renta Mira tak dapat berbuat apa-apa.
Mira meninggal dengan keadaan husnul khotimah, Insya Allah.
Tak sampai disitu saja bahkan Nurman dan Dangan memukuli nenek Mira, para warga di depan rumah itu sudah menunggu mereka yang di dalam.
"Mati kamu Mira!"
"Mampus kamu Mira, mati kamu hari ini juga!" ucap para warga yang sudah terporopokasi oleh Nurman.
Rumah Mira pun akhirnya dibakar oleh para warga, nenek Mira meninggal dengan terus menyebut kalimat-kalimat Allah.
"Lailahaillallah, Lailahaillallah, Lailahaillallah" walaupun sudah dipukuli berkali-kali Mira tak berhenti berdzikir.
###
Satu bulan berlalu kyai Hasyim kembali mengisi pengajian di desa itu, tapi aneh kali ini dia tidak melihat Mira untuk berkonsultasi pada kyai Hasyim masalah ibadah.
"Kemana nenek Mira kenapa dia tidak datang pengajian?" tanya kyai Hasyim merasa heran.
Salah seorang warga menghampiri kyai Hasyim. "Nenek Mira sudah meninggal pak kyai" ucap orang itu.
"Inalilahiwainalilahirojiu'n, kenapa beliau bisa meninggal apakah karena sakit?"
"Bukan pak kyai"
"Lalu?" akhirnya orang itu menceritakan semua yang terjadi pada kyai Hasyim.
"Inalilahiwainalilahirojiu'n, kenapan kalian tidak menolongnya!" marah kyai Hasyim.
"Maaf pak kyai kami benar-benar tidak tahu sepertinya semua itu sudah direncanakan"
Akhirnya setelah itu kyai Hasyim melaporkan kepolisian, Dangan dan Nurman dipenjara karena mereka adalah pelaku utamanya.
Lama dipenjara Danang masuk ke rumah sakit jiwa karena mentalnya terganggu sementara Nurman meninggal di dalam pengajar sama persis seperti Mira yang dikeroyok warga sedangkan Nurman dikeroyok oleh para tahan di penjara.
__ADS_1
Mira meninggal dengan husnul khotimah, sedangkan Nurman meninggal dengan keadaan suul khotimah karena dia belum sempat bertaubat saat meinggal.
Itulah tadi karena rasa dendam, akibat rasa dendam membuat seorang lupa akan siapa jati diri mereka maka berhati-hatilah dengan rasa dendam.