
Bismillahirohmanirohim.
"Kalau bukan karena saya nenek pasti sudah mati hari ini! Dibunuh para warga, banyak warga yang berbondong-bondong ingin membunuh nenek!" ucap Nurman dengan pede.
"Iya Nak Nurman terima kasih banyak atas bantuan yang nak Nurman lakukan untuk saya, semoga Allah membalas kebaikan Nak Nurman" doa nenek Mira.
Nenek Mira yang tadinya dukun s@ntet setelah bertaubat dia masih mendoakan orang yang sudah dengan terang-terangan memeras semua hartanya.
Bukan nenek Mira tidak paham jika Nurman memang sengaja memeras hartanya, tapi nenek Mira berpikir dia juga untuk apa harta sebanyak itu, Mira hanya ingin menghabiskan sisi hidupnya untuk ibadah, ibadah, ibadah, ibadah dan ibadah sampai seterusnya.
Sampai ajal benar-benar menjumpai dirinya dengan izin Allah.
Setelah selesai akhirnya Nurman pulang ke rumahnya dengan perasaan bahagia karena sudah mendapatkan apa yang dia mau.
Besoknya dengan senang hati Nurman pergi ke balai desa untuk membuat sartifkiat sawah yang sudah nenek Mira berikan pada dirinya, tapi sayang Nurman tak puas.
Dia tidak berhenti sampai disitu saja untuk memeras nenek Mira yang sudah tua, berberpa bulan Nurman tidak beraksi untuk memeras nenek Mira kembali.
Tapi setelah beberapa bulan kemudian Nurman kembali datang ke rumah nenek Mira, sama seperti pertama kali dia mendatangi rumah nenek Mira.
Kali kedua ini juga Nurman berusaha memeloroti semua harta nenek Mira, karena Nurman berfikir jika semua harta nenek Mira habis dia rampas, tak ada satupun keluarga yang akan menggugat dirinya.
Atau sampai membawa dia ke kantor polisi atas kasusu ini, karena memang nenek Mira sudah tidak memiliki kerabat lagi, dia hanya hidup seorang diri, mbok Darmi dan mang Aceng juga sudah lama tiada, sementara anak mereka yang kini menempati rumah mereka menutup diri.
Nurman sudah merampas semua harta miliki nenek Mira. Sampai tak tanggung-tanggung hampir semua harta nenek Mira dia minta dengan tak tahu belas kasihan sama sekali.
__ADS_1
Mulai dari kolam ikan yang ada beberapa kolam, kolam ikan itu juga tentunya berisi banyak ikannya dan kebun juga Nurman minta, nenek Mira memberikan semua itu pada Nurman begitu saja.
Yang nenek Mira pikirkan hanyalah satu asalkan dia masih tetap bisa beribadah dengan tenang tak apa semua hartanya habis, toh untuk apa juga harta itu nenek Mira sudah tidak memikirkannya lagi.
Rasa cinta nenek Mira pada duniawi sudah hilang sekarang yang dipikirkan Mira hanyalah agar bisa tetap hidup dan terus beribadah itu saja tidak ada yang lain.
Harta nenek Mira semuanya sudah jatuh ditangan Nurman, yang nenek Mira miliki hanya satu harta lagi yaitu rumah yang nenek Mira tempati, itu saja rumahnya seperti sudah tak layak huni sangkin sudah begitu tuanya rumah Mira.
Setelah mendapatkan semua yang dia mau Nurman akan menuntaskan dendamnya pada nenek Mira.
"Nenek saya mau minta kebun nenek, kemarin warga datang lagi ke rumah saya untuk meminta izin agar diperbolehkan membunuh nenek!" terang Nurman saat sudah duduk di hadapan nenek Mira.
"Ambis saja nak Nurman, asalkan saya masih bisa beribadah dengan tenang dan warga tidak membunuh saya, saya masih ingin beribadah dosa yang saya lalukan terlalu banyak nak Nurman"
"Baguslah kalau nenek sadar, kenapa nggak dari dulu, sudahlah nek saya pulang dulu besok saya akan memindahkan nama sertifikat kebun milik nenek kini berpindah nama menjadi nama saya, saya permisi nek" ucap Nurman kali ini tanpa dia mengucapkan salam pada Mira.
"Waalaikumsalam" nenek Mira berkata dan menjawab salam sendiri saat melihat Nurman tak mengucapkan salam kala pamit pergi dari rumahnya, Nurman nyelonong begitu saja.
Nurman pergi begitu saja, setelah kepergian Nurman, nenek Mira kembali melanjutkan kegiatannya berdzikir dan bershalawat setelah shalat isya nenek Mira juga tidak langsung tidur tapi dia kembali berdzikir dan bershalawat.
Seperti itulah setiap hari-hari yang nenek Mira lakukan setelah dia bertaubat dengan sungguh-sungguh
Dzikir dan shalawat tak pernah lepas lagi dari hati, pikiran dan mulut nenek Mira, dukun s@ntet itu kini sudah benar-benar bertaubat dan menyesali atas segala yang dulu pernah dia lakukan sebelum bertabuat seperti sekarang ini.
Sedangkan Nurman merasa senang karena semua harta nenek Mira sudah jatuh ditanganya.
__ADS_1
"Hahaaha, dasar nenek bodoh mau saja kamu dibohongi, lihat saja nenek Mira setelah ini aku akan membalaskan dendamku atas kematian kedua orang tuaku!" ujar Nurman dengan amarah yang mengebu.
"Sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa aku pinta dari nenek itu, dia sudah jatuh miskin kini dia juga sudah tidak memiliki apa-apa lagi hanya rumah reok itu yang saat ini dia punya, hahaha"
Nurman kembali tertawa dia begitu puas karena semua harta nenek Mira sudah jatuh ditanganya.
"Untuk beberapa bulan ini aku harus membiarkan nenek itu dulu, kalau sudah dua atau tiga bulan barulah membalaskan dendam yang sesunggunnya pada nenek tua itu"
"Tunggulah kematianmu nenek tua!" Nurman tersenyum penuh arti sambil menatap nyalang rumah nenek Mira.
Setelah puas barulah Nurman beranjak pergi dari halaman rumah nenek Mira. "Tunggulah hari kematianmu nenek Mira!"
Rasa dendam yang sudah berakar dalam hati Numan membuat dia buta, hal seperti ini yang Nurman alami, begitulah dulu yang Mira rasakan rasa dendam yang sudah berakar sehingga membuat dia tidak puas jika orang yang dia dendami belum mati, maka dia belum akan puas.
Begitulah setan dengan mudahnya masuk ke dalam hati manusia dan menumbuhkan rasa dendam begitu mudah pada orang yang tak kuat akan imannya.
Sampai di rumahnya Nurman akan mulai menyusun rencana untuk membunuh nenek Mira, Nurman haru mengambil perhatian warga agar dia bisa melukai nenek Mira tidak hanya dengan tangannya sendiri.
Nurman dalam hal ini dia akan melibatkan banyak orang untuk mencelakai nenek Mira secara berramai-ramai.
Nurman duduk di kursi rumahnya dia berpikir sejenak sebelum menyusun rencana selanjutnya. "Aku harus mengumpulkan para warga lebih dulu agar mereka mau mencelakai nenek Mira itu, hahahah sebentar lagi dendamku akan terbalaskan"
"Matilah kamu nenek Mira sebentar lagi, hahaha! Hahaha! Hahaha" setelah Nurman berhasil menyusun rencananya akhirnya dia pergi untuk beristirahat sebelum besok dia akan mengumpulkan para warga untuk membunuh nenek Mira.
Tapi tidak besok dia akan mengumpulkan lebih dulu setelah memberi jeda beberapa bulan untuk nenek Mira barulah Nurman akan melancarkan aksinya yang sebenarnya.
__ADS_1
Sudah lama sekali Nurman menunggu hal ini tapi belum juga terwujdu sampai hal yang dia nanti-nantikan selama ini akhirnya datang juga.