Akibat Rasa Dendam!!

Akibat Rasa Dendam!!
Warga tahu kebenarannya


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Pak kepala desa benar-benar melakukan apa yang dikatakannya kemarin sore pada para bapak-bapak di kampungnya, jika dia akan menemui orang pintar untuk menanyakan, terkait apa yang sudah terjadi di desa yang saat ini dia pimpin.


Di sinilah bapak kelapa desa saat ini, di tempat tinggal orang pintar, dia sedang melakukan penanyaan lebih lanjut, tentang kejadian di desanya.


"Jadi begini pak, akhir-akhir ini desa saya sering sekali banyak orang yang meninggal secara mendadak, tapi kami tidak tahu sebabnya apa kematian orang-orang itu"


"Namun ada salah satu warga saya pernah memergoki beberapa orang yang habis bersikukuh dengan gadis di desa kami yang bernama Mira, esoknya orang itu sudah tidak ada lagi" bapak kepala desa mulai menyampaikan niatnya.


"Boleh saya lihat seperti apa gadis yang bernama Mira itu" orang pintar ini sudah mulai curiga dengan Mira, ada hal yang mengganjal saat pak kelapa desa tadi menyebut nama Mira.


Bapak kelapa desa itu memperlihatkan foto Mira yang tak sengaja dia ambil beberapa hari yang lalu. "Ini orangnya pak" ucap pak kepala desa, sambil menyodorkan foto Mira pada orang pintar itu.


Terlihat saat orang pintar itu sudah melihat foto Mira, dia menghela nafas kasar. "Ada apa, pak?" tanya kepala desa, saat melihat perubahan di wajah orang pintar itu.


"Dia dukun s@ntet yang sangat sakti, aku saja yang sesama dukun tak berani menyinggungnya"


Deg....!


Tentu saja pak kepala desa begitu kaget dengan fakta yang dia ketahui. "Kenapa bisa?" hanya pertanyaan itulah yang keluar dari mulut bapak kelapa desa.


Dukun itu pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Mira, hingga membuat Mira berubah menjadi seperti sekarang ini.


Kali ini giliran pak kepala desa yang membuang nafas kasar setelah mendengar cerita tentang Mira, yang kini berubah seperti sekarang ini.


Setelah selesai bapak kepala desa itu pamit pulang, karena tujuannya sudah tercapai. "Neng Mira kenapa kamu bisa sebegitu dendamnya hingga menjadi seperti sekarang ini" ucap pak kepal desa pada diri sendiri, dia masih tak percaya dengan bertia yang dia dengar langsung.

__ADS_1


Sampai di desannya pak kepal desa langsung mengumpulkan para bapak-bapak untuk memberi tahukan yang sebenarnya.


"Jadi apa yang kita duga-duga selama ini benar, jika Mira penyebab dari kematian warga di desa kita, karena dia dukun s@ntet yang sakit" ucap bapak kepala desa pada mereka semua.


Ya semakin menjadi-jadinya Mira begitu membuat warga resah, sampai membuat bapak kepal desa bertanya pada orang pintar apa yang terjadi di desa mereka.


Tapi apalah daya mereka tak bisa apa-apa, dukun saja tak berani pada Mira, apalagi para warga yang tidak memiliki kekuatan apa, mereka bisa apa untuk melawan Mira.


"Begini saja bapak-bapak, saya harpa kita semua tidak ada yang mencari masalah dengan Mira, kalian beritahu keluarga di rumah untuk tidak memcari masalah pada Mira" ucap bapak kelapa desa pada para warganya.


Seketika itu juga rasa benci mereka pada Mira begitu besar, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa, karena rasa takut lebih dominan pada diri mereka, membuat mereka tak berani berbuat apa-apa pada Mira, tak berani pula membuat perhitungan pada Mira.


***


Semakin hari, semakin tidak ada warga yang mau berintraksi dengan Mira, karena takut sehingga membuta gadis itu merasa bosan sendiri.


"Bapak, saya masih tidak percaya, jika neng Mira itu tukang s@ntet" ucap mbok Darmi pada mang Ujang saat mereka melihat Mira sedang mengajari anak-anak barunya.


"Sudah mbok jangan terlalu dipikirkan, semuanya sudah telanjur menjadi seperti ini, sekarang yang bisa kita lakukan hanya berdoa agar neng Mira segera sadar lalu bertobat"


Mang Aceng segera mengajak mbok Darmi pergi dari tempat itu dengan cepat. Tak mau ikut campur urusa Mira.


Sudah beberapa minggu ini Mira membuka praktik untuk dukun s@ntet, anehnya entah dari mana saja banyak sekali orang yang berdatang untuk belajar s@ntet pada Mira.


Sementara warga yang melihat itu tak bisa berbuat apa-apa, sehingga Mira bisa dengan leluasa melakukan apa yang dia inginkan.


Memang tak ada dari penduduk desa disitu yang belajar s@ntet pada Mira, tapi banyak sekali yang dari luar kota untuk belajar s@ntet melalui Mira.

__ADS_1


"Kita harus begini terus memang membiarkan gadis itu terus membuat kampung kita ini resah" ucap seorang warga pada temannya, kebetulan sekali mereka berdua sedang lewat di depan rumah Mira.


"Ya terus? Memangnya kita harus bagaimana, toh melawan juga tidak bisakan, kalau kamu berani sok coba" timpal temannya.


Orang tadi saat itu juga menjadi merasa merinding ngeri, apa lagi jika membayangkan dia akan mati mengenaskan seperti warga yang sudah menjadi sasaran Mira.


Selama ini Mira membuat amarah di desanya, para warga hanya diam saja, tak ada yang berani menantang Mira.


"Nggak lah saya juga tidak mau mati sia-sia kali, tapi kan risih lihat desa kita seperti ini" sahutnya.


"Sudah-sudah lebih baik kita pergi saja tak usah membicarakan Mira, kalau dia denger pasti kita juga bisa kena"


Kedua orang tadi segera pergi dari depan rumah Mira, mereka tidak ingin tertangkap basah sedang membicarakan Mira di depan rumahnya Mira sendiri.


Miria saat ini sedang ada tamu, berupa orang-orang yang ingin hal yang sama seperti Mira bejalar s@ntet.


Tak ada yang tahu kenapa sampai umurnya sudah masuk 25 tahun, yang artinya Mira sudah seharusnya memiliki pendamping hidup di usianya yang sudah matang ini, tapi gadis itu tak kunjung menikah.


Mira sudah berjanji pada guru-gurunya, dia tak akan menikah itu perjanjian pertama Mira sebelum mempelajari ilmu s@ntet, tak sampai disitu saja Mira juga memiliki janji lain yang sanggup dia penuhi.


Pantangan pertama gadis itu dilarang menikah. Setelah itu Mira juga melakukan hal yang tak benar pada makhluk halus yang menjadi khodamnya.


Bukan hanya memberikan sesaji pada hal yang seperti itu, tapi Mira juga melakukan hal yang tidak diperbolehkan dengan makhluk halus yang berupa khodamnya.


Itulah alasan kenapa sampai saat ini Mira tak juga menikah, karena memang sebuh perjanjian yang sudah dia setujui pada guru-gurunya.


Mira mengorbankan masa gadisnya hanya untuk melakukan hal yang sia-sia, akibat rasa dendam tadi.

__ADS_1


__ADS_2