Akibat Rasa Dendam!!

Akibat Rasa Dendam!!
Mira menangis tersedu-sedu


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Semakin hari, umur Mira semakin tua, dia kini mulai mengurangi aktivitasnya yang sering sekali menyantet orang.


Selama Mira mengenal s@ntet, sejak hari itu diaman dia bejalar s@ntet sudah tak pernah melaksanakan kewajibannya sebagai muslimah, melaksanakan shalat 5 waktu.


Hal yang seharusnya dia lakukan 1 hari 5 kali, tapi sudah tidak pernah Mira laukan lagi.


Padahal dulu Mira saat kedua orang tuanya masih ada, dia merupakan gadis yang benar-benar tekun dan taat dalam agamnya, begitu taat dalam hal ibadahnya, semaunya berubah ketika bapak dan ibunya sudah tiada.


Mira benar-benar tidak menikah sampai dia berusia tua, tak tahu kenapa anehnya dukun s@ntet selalu memilik umur panjang, jarang sekali dukun s@ntet yang memiliki umur yang pas dikatakan berumur pedek.


Begitu juga dengan Mira dia seperti memiliki umur panjang, padahal usianya sudah hampir memasuki usia 5 tahun.


Mira memiliki dua wasilah sebagi dukun s@ntet atau pemilik ilmu hitam, jika dia tiada, pertama pasti dia akan terkena s@ntet lagi, oleh orang yang ilmu orang itu akan lebih tinggi dari ilmu yang milik Mira, jik tidak ilmu s@ntet yang dia milik harus dikembalikan lagi.


Lalu yang kedua dia tiada dengan cara dibunuh oleh orang lain. Anehnya walaupun Mira sudah begitu tua, tapi tak ada warga yang ingin membunuhnya.


Karena warga tahu jika Mira itu dukun s@ntet, jangankan membunuh mencari masalah dengan Mira saja tak ada orang yang berani.


Mbok dari dan mang Aceng juga sudah lama tiada, karena usia yang semakin tua, tapi ada cucuk laki-laki mereka yang mengurus kebun dan sawah miliki mbok Darmi dan mang Aceng.


Bukan hanya itu saja, cucu mbok Darmi juga mengurus rumah peninggalan nenek dan kakeknya itu,walaupun dia laki-laki, tapi rumah yang dia tempati begitu terawat sekali.


Malam ini adalah malam idul fitri dimana setiap orang islam akan merayakan malam kemenangan dengan gembira, lantuan suara takbir saling berseru dari masjdi satu ke masjid yang lainnya.

__ADS_1


Suara takbir itu terdengar di mana-mana, bahkan saat malam semakin larut, suara takbir itu bukannya menghilang, tapi semakin bersemangat.


Mira yang masih tertidur, dia tak tahu kenapa bisa bangun di jam 2 : 30 dini hari, saat terbangun hal pertama yang Mira dengar suara takbir.


Mira sempat mendengar suara orang tuanya yang membangunkan dirinya. 'Mira bangun nak, kamu harus taubat!' Mira jelas sekali jika suara yang membangunkan dirinya adalah suara ibu dan bapaknya secara bergantian menyuruh Mira agara segera bangun dari tidurnya.


Mira tak tahu kenapa malam takbir ini begitu berbeda dari biasanya, padahal setiap tahun dia selalu mendengar suara takbir yang terdengar dari masjid-masjid.


Mira merasa dirinya dibangunkan tapi dia tak tahu apa yang sudah membangunkan dirinya ditengah malam idul fitir, padahal yang namanya dukun s@ntet atau pemilik ilmu hitam pasti mengeti akan hal-hal yang berbau gaib.


Tapi seakan-akan jiwa di dalam tubuh Mira seperti ada yang membangunkan, maka dari itu dia seperti mendengar jelas suara ibu dan bapaknya.


Malam takbir itupun Mira terjaga, saat terus mendengarkan suara takbir itu, Mira tak tahu kenapa hatinya bergetar.


Tiba-tiba saja Mira menetaskan air matanya, tak lama kemduian dia menangis tersedu-sedu mengingat semasa kecilnya.


Dulu waktu Mira masih begitu kecil, dia sering sekali ikut bapaknya ke masjid, dia juga ikut melantukan takbir bergabung dengan orang-orang yang sedang takbiaran, bukan hanya itu saja, Mira juga selalu ikut shalat berjamaah.


Tak sampai disitu saja, dia juga pasti akan mengaji dengan teman-temannya di masjid, setelah shalat magrib.


"Bapak Mira sudah khatam surat 30" ucapnya dengan sang bapak.


Saat itu bapak Mira mengelus pucuk kepala Mira yang masih tertutup hijab, karena dia baru saja pulang dari mengaji.


"Anak bapak pintar" puji bapak Mira, pada Mira kecil dulu, setelah itu bapak Mira akan menggendong Mira, mereka pulang ke rumah secar bersama setelah shalat isya terlebih dahulu di masjid.

__ADS_1


"Iya dong anak siapa lagi" Mira menyahuti ucapan bapaknya saat sudah berada di atas punggung bapaknya, Mira saat itu sering sekali meminta untuk digendong belakang pada bapaknya.


"Anak bapak dan ibu memangnya anak siapa lagi" sahut orang tua Mira, Mira tersenyum dibelakang pundak bapaknya, dia terlihat seperti seseorang anak kecil yang begitu bahagia.


Mira masih menangis tersedu-sedu mengingat masa kecilnya. Sambil terus mendengarkan suara takbir.


Sehebat apapun Mira, walaupun dia seorang dukun s@ntet yang begitu sakit, mau dia pemilik ilmu hitam yang tak terkalahkan, bagaimanapun juga Mira tetaplah seorang manusia.


Mungkin walaupun Mira sudah banyak melakukan hal keji, tapi ada bagian dalam tubuhnya dalam jiwanya yang belum dijajah, belum terkontaminasi dengan jin jahat, yang dapat menjerumuskan manusia kelubang dosa yang lebih dalam lagi.


Mungkin ini adalah salah satu hidayah yang Allah subhanallah watt 'Ala berikan pada Mira, dengan cara dia mendengar takbir yang terus berkumandang dimana-mana, dengan cara dia juga mendengar suara kedua orang tuanya menyuruh dirinya untuk segera bertabuat atas semua perbuatan yang sudah Mira lakukan pada banyaknya orang, banyaknya korban yang sudah terkan s@ntet Mira.


Ibunya menyuruh dirinya untuk bangung di malam itu.


Mira kembali mengingat, dulu saat bulan puasa dia dan kedua orang tuanya akan melaksanakan puasa bersama, pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih bersama.


Tiba-tiba setelah mengingat semua yang dia alami sebelum dirinya menajdi seperti sekarang ini, di dalam diri Mira timbul sebuah rasa dirinya ingin segera bertabuat.


Apa lagi mengingat saat orang tuanya membangunkan dirinya menuruh untuk bertobat. "Mira bangun kamu nak, taubat kamau" ucapa ini terus terigai-ingai di dalam pikiran Mira.


Tapi rasa ingin taubat Mira tadi dilawan dengan hawa nafus yang dikendalikan oleh syet@n itu tadi, syet@n yang sudah menjerumuskan Mira ke dalam lubang yang begitu dalam.


Setiap kali dihati Mira terbesit ingin bertaubat, saat itu juga seperti ada suara yang selalu mendorong Mira mengatakan. "Untuk apa bertaubat lebih baki seperti ini bukan lebih enak seperti ini bukan"


Setiap kali ada bisikan itu hati Mira kembali tertutup untuk tidak jadi bertaubat.

__ADS_1


__ADS_2