
Bismillahirohmanirohim
Mira Sudah hampir 1 tahun berguru dengan Mbah Kujang, banyak sekali ilmu-ilmu baru yang dia dapatkan dari Mbah Kujang, bahkan ilmu-ilmu itu lebih Sakti dari ilmu-ilmu yang Mira dapatkan dari Mbah Karjo dan mbah Jarmi sebelumnya.
Sebentar lagi Mira akan segera pulang ke kampung halamannya , dia akan segera membalaskan dendamnya pada Pak Ujang atas kematian kedua orang tuanya yang begitu mengenaskan.
Ketika itu bahkan saat kematian kedua orang tuanya Mira, Pak Ujang berpura-pura tidak tahu apa-apa. padahal dalam hatinya dia begitu senang tidak ada lagi yang menghalangi dirinya untuk menjadi orang terpandang nomor 1 di desa mereka. ismillahirohmanirohim.
"Selamat Mira kamu terlah berhasil lulus dari ilmu yang kamu pelajari, ilmu-ilmu yang saya berikan pada kamu" ucap Mbah Kujang bangga pada Mira.
"Terima kasih banyak mbah untuk semaunya" Mira begitu berterima kasih pada ketiga gurunya, dia juga sangat berterima kasih pada mbah Narto yang sudah memberikan arahan pada dirinya untuk belajar pada mbah Jarmi.
"Lihat saja pak Ujang, setelah saya pulang hidup anda tidak akan baik-baik saja, saya akan menghancurkan anda dan keluarga anda secara perlahan-lahan"
Mira terseyum puasa dalam hatinya, dia sudah begitu tidak sabar ingin mencoba ilmunya yang dia dapat dari 3 guru sekaligus, Mira akan segara mempraktikkan ilmunya pada pak Ujang.
Akhirnya setelah hampir 4 tahun berguru dengan guru yang berbeda-beda Mira kini dapat pulang dan sudah dinyatakan lulus oleh guru terakhirnya.
Guru terakhir Mira merupakan seorang yang memiliki ilmu hitam begitu sakti, bahkan tak ada yang bisa dibandingkan dengan mbah Kujang menurut Mira.
Mira menjadi teringat hari itu, hari di mana kedua orang tuanya dimakamkan oleh warga desa, di sana saat selesai pemakaman kedua orang tuanya Mira melihat pak Ujang hadir di pemakaman, dia melihat Pak Ujang sedang tersenyum dengan misterius.
Mira begitu penasaran Apa yang membuat Pak Ujang tersenyum, padahal para warga saja sedang berduka atas kepergian kedua orang tuanya termasuk Mbok Darmi dan Mang Aceng.
__ADS_1
Kedua orang tua Mira termasuk di kenal baik oleh penduduk sekitar, karena sering berbagi juga selalu raham pada orang lain, tak seperti pak Ujang yang sering kali bersikap sombong.
Atas sikap pak Ujang itu banyak para warga yang tidak menyukai pak Ujang, karena kesombongannya.
Sementara itu di dalam hati Pak Ujang Dia sedang tersenyum puas atas kematian kedua orang tua Mira, tidak ada satu pun warga yang tahu apa isi hati pak Ujang. "Akhirnya Kalian pergi juga! Sekarang tidak ada lagi yang bisa menggangguku, di kampung ini hanya aku yang boleh terkenal tidak ada yang lain" pak Ujang tersenyum miring hatinya begitu puas hari ini.
"Ingat jika coba-coba melawanku maka hal setimpal akan dirasakan oleh orang lain seperti yang dirasakan kedua orang tua Mira" batin pak Ujang.
"Hahaha" Pak Ujang tertawa puas dalam hatinya.
di makam di saat itu dia tersenyum dan kebetulan Mira melihat senyum Pak Ujang itu Mira yang memang sedang merasa kehilangan menatap kosong arah ke depan dan dia juga seperti sedang menerawang apa yang sedang dipikirkan Pak Ujang.
Sayangnya Mira tidak tahu apa yang ada di dalam hati Pak Ujang yang sebenarnya, Tapi tanpa disadari Mira juga berucap hal yang sama di dalam benaknya setelah melihag pak Ujang.
"Yang lebih membuat aku miris kedua orang tuaku pergi dengan cara yang tidak wajar, dari mulut keduanya keluar cairan yang aku tidak tahu itu Cairan apa, mereka seperti terkena racun padahal aku begitu yakin jika carian yang keluar dari mulut kedua orang tuaku bukanlah racun" batin Mira dalam benaknya.
Saat setelah melihat Pak Ujang mbo Darmi mengajaknya Mira agar segera pulang. akhirnya Mila pulang dengan mbok Darmi, Mira pulang saat itu dengan tatapan nya yang masih kosong.
Mbah Kujang Melambaikan tangannya berkali-kali di depan muka Mira. "Mira!" panggil mbah Kujang yang dapat menyadarkan Mira.
"Mira apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya mbah Kujang memastikan. Sedari tadi Mira hanya bengong saja.
Mira cepat tersadar. "Ah, tidak ada mbah, hanya saja aku sudah tida sabar untuk membalaskan dendamku ini yang sudah hampir 4 tahun tertanam dalam diriku ini" ujar Mira dengan semangat yang membara, semangat itu begitu besar saat ada pada diri Mira saat ini.
__ADS_1
Mbah Kujang mengerti dengan apa yang sedang Mira pikirkan. "Kamu ikut saya sebentar ada yang ingin saya beri tahu padamu"
Mbak Kujang melangkah pergi meninggalkan Mira, sementara Mira segera menyusul mbah Kujang yang lebih dulu jalan dengan begitu cepat.
Sampai disebuah pintu yang menurut Mira begitu menyeramkan dari pada pintu-pintu yang lain, mbah Kujang memberhentikan langkahnya tepat di depan pintu itu.
"Ayo masuk, ada yang akan saya berikan pada kamu atas perjuangan kamu yang begitu sulit mempelajari semua ilmu yanh saya berikan"
Mira mengikuti mbah Kujang masuk ke dalam ruangan tersebut, siapa sangka di dalam ruangan yanh di depannya begitu kumuh dan menyeramkan, ternyata tempat itu digunkan mbah Kujang untuk menyimpan benda pusaka yang orang lain saja belum tetu bisa memiliki benda itu.
Mbah Kujang membuka sebuah kotak yang terbuat dari kayu, ternyata di dalamnya ada 3 kris yang berwarna dan bentuk yang berbeda beda, mbah Kujang mengambil salah satu dari ketiga kris tersebut.
"Ini kris yang paling ampuh untuk semua ilmu ilmu yang kamu pelajari, kris ini sangat membantu kamu untuk melakukan ritual s@ntet seseorang, kris ini dapat membatu dengan baik, jika Ilmu yang kamu miliki tidak cukup" jelas mbah Kujang pada Mira.
"Simpan kris ini baik-baik, gunakan saat kamu membutuhkannya nanti" mbah Kujang menyodorkan kris itu pada Mira.
Dengan senang hati Mira menerima kris yang diberikan mbah Kujang tersebut pada dirinya. "Sekali lagi terima kasih banyak mbah, pasti kris ini sangat membantu saya nantinya" ucap Mira dengan begitu senang.
"Sama-sama Mira, tapi ingat perjanjian yang sudah kamu sepakati sebelumnya" mbah Kujang kembali mengingatkan Mira atas perjanjian yang telah dia sepakati.
"Saya pasti akan selalu mengingat apa yang sudah saya janjikan mbah, asal dendam saya sudah terbalaskan"
Mira sudah tak memikirkan lagi bagaimana konsekuensinya, untuk kedepannya nanti apa yang akan terjadi pada dirinya, yang Mira fokuskan saat ini hanya rasa dendamnya saja.
__ADS_1