
Bismillahirohmanirohim.
Sudah hampir 1 tahun Mira belajar ilmu hitam di tempat mbah Jarmi, Mira benar-benar tekun mempelajari setiap ilmu yang diajarkan mbah Jarmi.
Hari ini, hari terakhir Mira belajar pada mbah Jarmi, dia masih akan meneruskan perjalannya, bagi Mira ilmu yang dia dapat dari mbah Jarmi belum lah cukup, Mira masih ingin menambah ilmunya lagi, maka dari itu dia tak hanya belajar pada satu guru saja.
Mira ingin belajar pada lebih dari satu guru, karena dia tahu setiap guru pasti berbeda pula yang akan mereka ajakan.
"Mira hanya ini yang bisa yang ajakan pada kamu, saya tahu kamu masih ingin menambah wawasan ilmu kamu, maka dari itu setelah dari sini, pergilah keselatan di sana ada sebuah hutan yang namanya huta Kasa, kamu bisa belajar pada Mbah Kasa disana" ucap mbah Jarmi.
Mira sudah membereskan semau barangnya, dia akan berpamitan untuk pergi pada mbah Jarmi, melanjutkan perjalanannya.
Saat ini Mira sudah akan turun gunung kembali. "Baik mbah, Mira mengucapkan terima kasih banyak atas semua ilmu yang sudah mbah ajarkan pada saya" kata Mira, berterima kasih pada mbah Jarmi.
"Iya, kamu hati-hati di perjalanan, saat naik dan turun gunung ini ada hal yang berbeda, nanti setelah kamu turun, kamu akan menemukan keanehan itu.
"Baik mbah saya mengerti, kalau begitu saya permisi dulu" Mira segera meninggalkan tempat tinggal mbah Jarmi.
Tak teras bagi Mira, dia sudah hampir 1 tahun mempelajari ilmu yang tak diberikan dalam agamanya.
Tekad Mira memang sudah benar-benar bulat, bahkan dia tak hanya ingin belajar ilmu hitam pada satu guru saja, dia masih ingin mencari guru yang lainnya.
Mira berjalan menyusuri arah ke bawah gunung, sepertinya Mira menemukan hal ganjal seperti yang dikatakan oleh mbah Jarmi tadia saat dirinya akan segera turun gunung.
"Sepertinya aku hanya berputar-putar saja disini sedari tadi" gumun Mira sambil berpikir sejenak.
"Lebih baik aku istirahat dulu, sudah berjalan begitu jauh tapi tak kunjung menemukan ujung gunung ini, perasaan kalau tidak salah, seharusnya aku sudah sampai di bawah gunung sedari tadi" keluh Mira.
__ADS_1
Mira mencari tempat istirahat sebentar sebelum dia kembali melanjutkan perjalanannya yang begitu melelahkan, hanya berputar-putar saja, Mira harus berfikir bagaimana cara agar dia tidak terjebak di tempat yang hanya membuatnya berputar-putar saja.
Mira tak hanya beristirahat, tapi dia memikirkan cara untuk keluar dari jebakan yang ada di gunung ini.
"Melelahkan sekali hanya berputar-putar saja, pantas saat aku akan turun gunung mbah Jarmi sudah memperingatkan ku, untuk berhati-hati karena akan menemukan keanehan saat turun gunung, benar saja apa yang dikatakan mbah Jari terbukti" keluh Mira.
"Huhuh" Mira membuang nafas kasar, sambil berdiri dari duduknya, sudah hampir 10 menit Mira beristirahat, saat dia bangun dari duduknya Mira teringat sesuatu saat dia pertama kali menginjakkan kaki di gunung itu.
"Aku baru ingat sepertinya ada hubunganya kenapa orang-orang yang aku lihat saat turun gunung ini begitu sombong" ucap Mira, lalu dia segera bergegas.
Sepertinya Mira sudah tahu cara untuk tak berputar-putar lagi saat turun gunung, Mira berjalan sambil menghindari beberapa tempat yang aneh dan sepertinya sebuah jebakan.
Memang satu jalan, tapi ada beberapa tempat yang dilangkahi aneh, jadi Mira yang sudah tahu segera menghindari tempat-tempat tersebut.
"Ada manfaatnya juga saat pertama kali aku kesini melihat orang-orang seperti sangat sombong itu, pantas saja mereka saat itu tak mau menolongku, melihat aku saja tidak" Mira terus berjalan sambil mengoceh sendiri.
Sekarang untuk pertama kalinya Mira kembali turun gunung, setelah mbah Jarmi mengucapkan jika belajar dengannya sudah cukup.
Maka hari ini untuk pertama kalinya Mira turun gunung, sekaligus meninggalkan gunung itu.
Setelah berjalan cukup jauh dan melelahkan akhirnya Mira sampai juga di bawah gunung. Mira sampai tempat saat magrib.
Mira segera bergegas menuju stasiun, dia sudah melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Lelah sekali, aku harus cepat sampai di stasiun agar aku bisa istirahat di dalam keretanya" ucap Mira bergegas.
Mira mencari ojek pangkalan disekitar itu, Mira harus berjalan beberapa meter dulu untuk bisa menemukan tukang ojek.
__ADS_1
"Sungguh benar-benar melelahkan" keluh Mira.
Tapi walaupun Mira terus mengeluh dia tetap berusaha mencari tukang ojek, sampai diujung jalan Mira menemukan tukang ojek yang sedang mangkal.
Mira meminta antar pada salah satu ojek disana menuju stasiun. Karena memang mencari penumpang mereka berebut, tapi akhirnya Mira sendiri yang memutuskan siapa menjadi ojeknya, karena dia sudah begitu lelah ingin beristirahat.
Salah satu dari mereka pun Mira pilih untuk mengantar dirinya menuju stasiun, tak butuh waktu lama Mira dan tukang ojek pangkalan sampai di stasiun, karena memang tempatnya yang tak jauh dari gunung tadi, setelah membayar Mira bergegas menuju kreta, dia ingin segera beristirahat.
"Akhirnya bisa tenang juga" Mira segera mencari tempat duduk yang ada di dalam kereta, setelah mendapatkannya Mira langsung memejamkan mata, karena mengantuk dan juga begitu lelah.
Kali ini tujuan Mira berbeda dia bukan akan pulang ke kampungnya, tapi dia melanjutkan perjalanannya yang belum selesai.
Mira memiliki target empat sampai lima tahun belajar ilmu hitam, sampai dirinya benar-benar hebat dan tak ada yang bisa mengalahkan dirinya lagi, selain dari guru-gurunya yang mengajarkan banyak tentang ilmu hitam.
Mira tidur begitu pulas di dalam kereta, karena sebelumnya dia sudah mencari tahun berapa jam naik kereta menuju hutan Kasa.
Ternyata Mira membutuhkan waktu lama sekitar 6 jaman, untung transit yang Mira lakukan hanya dua kali, seterusnya jalur yang sama, itu saja ganti kereta setelah hampir sampai ketempat yang dia tuju.
Mira membuka matanya sebentar sebelum kembali terpejam. "Sepertinya aku dapat tidur nyenyak terlebih dahulu" ucap Mira sambil mengamati tempat sekitar di dalam kereta.
Tak lama Mira kembali memejamkan matanya, karena sudah begitu berat. "Aku lebih baik tidur kembali" ucapnya perlahan-lahan kembali memejamkan matanya, karena sudah begitu ngantuk tak tertahankan lagi.
Mira menikmati perjalanan di kereta dengan tidur sepanjang kereta berjalan, saat transit kereta barulah dia kembali terbangun, karena harus berganti kereta terlebih dahulu.
"Lumayan juga aku sudah merasa lebih segera dari sebelumnya" ucap Mira.
Mira berjalan menarik kopernya menuju satu kereta lagi, untuk sampai ke stasiun berikutnya, barulah dia akan sampai tepat di tempat yang Mira tuju sebenarnya.
__ADS_1