Aku, Kamu Dan Mama

Aku, Kamu Dan Mama
memperhatikan


__ADS_3

Pria itu terus memandang pelayan wanita di seberangnya dengan serius.


Lihatlah wajah standarnya itu, bahkan bajunya merek kafe ini, belum lagi celananya, pasti lebih murah dari harga kaos kakiku.


Begitulah isi batin pria itu, hingga sebuah tepukkan tangan di bahunya datang.


"Udah lama nunggu?"


Belum sempat pria itu menjawab suara pelayan sudah mengitrupsi.


"Mau pesan apa mas?"


"Nama kamu?" Alih alih menjawab, pria itu balik bertanya.


"Hah?" Bingung sang pelayan.


"Nama kamu?" Ulang pria itu.


"Elvina." Meski bingung pelayan itu menjawab.


"Lo apaan sih Wis, kan bingung mbaknya." Teman pria itu yang baru datang ikut menimpali.


"Mbak, nasi goreng seafoodnya dua, sama jus jeruknya juga dua, terus jangan di pikirin omongan temen saya tadi." Ucap teman pria itu.


"Eh..iya mas."


Pelayan itu pun berlalu dari hadapan mereka, di susul gelak tawa mengejek teman pria itu.


"Hahaha...ternyata begitu cara pedekate seorang Wisnu Antara Yuda, hahaha...lo naksir pelayan itu kan?"


"Sok tau lo!"


Ya, pria itu adalah Wisnu Antara Yuda. Anak tunggal pemilik ANTARA GROUP. Pria tampan yang tidak suka basa basi.


Wisnu dan Adit selalu menghabiskan makan siang di kafe D'ANGEL selama tiga bulan terakhir ini, dan di situlah dia mulai tertarik memperhatikan Elvina sang pelayan kafe.

__ADS_1


"Selamat menikmati." ucap sang pelayan setelah meletakkan pesanan di meja.


"Wisnu Antara Yuda, kamu bisa cari di internet semua tentangku."


"Hah?" Pelayan itu masih bingung untuk menanggapi Wisnu.


"Wis..." Adit mencoba menegur sikap konyol temannya itu.


"Jalan dahlia, Mutiara Indah." ucap sang pelayan kemudian berlalu. Sedangkan Wisnu tampak memainkan ponselnya, sejurus kemudian dia mendesah bingung.


"Kenapa lo?" Adit megeryitkan dahinya bertanya.


"Panti Asuhan." Jawab Wisnu singkat.


"Hahaha...dia tau lo kaya makanya di suruh beramal. Hahaha..."


"Setan lo!"


"Jangan sensi Wis, mungkin aja kan dia tinggal di panti itu."


"Udahlah makan dulu, kenalan juga butuh tenaga kali Wis."


Sementara itu di dapur kafe, Elvina si pelayan kafe berdecak sebal.


"Apaan sih tu orang? aneh banget cara kenalannya. Sepopuler apa sih dia? sampe suruh cari di internet, apa dia pikir aku nggak punya kerjaan apa?" Monolog Elvina kesal.


"Dasar!" umpatnya lagi.


Elvina, dia gadis berusia 19 tahun. Gadis yatim piatu yang tinggal di kost-an murah di pinggir ibukota. Dia menghabiskan masa kecilnya di sebuah panti asuhan, tapi dia bekerja di kafe itu semenjak SMA sampai sekarang.


Elvina, gadis itu masih memikirkan perkenalan singkat yang aneh tadi. Dia mengambil ponsel di saku celana jeansnya dan mengetikkan sesuatu, sejurus kemudian mulutnya menganga.


"Waw...dia memang populer, tampan , kaya , lajang.


Luar biasa, idaman semua wanita." monolog Elvina, begitu mengetahui informasi tentang Wisnu Antara Yuda, sang CEO dan anak tunggal pemilik ANTARA GROUP.

__ADS_1


" Apa maksud perkenalan tadi? menggodaku? wah...mentang mentang kaya mau tebar pesona sembarangan dia. Apa dia pikir bisa memperdayaku? Dasar kurang ajar! Belum pernah kali dia dihajar orang miskin." Geram Elvina mengingat perkenalan konyol tadi.


"Kamu kenapa Vin?"


Pertanyaan teman kerja Elvina menghentikan gerutuan kesalnya, dia pun tersenyum menatap sekilas temannya.


"Vin..kamu tau, dua laki laki keren yang duduk di meja nomor enam?" Tanya teman kerja Elvina lagi.


"Kenapa?" Bukannya menjawab Elvina malah balik bertanya.


"Kamu itu ya Vina..bener bener kuper. Mereka itu pengusaha muda berbakat yang bolak balik masuk tivi." Jelas Nuri teman Elvina.


"O..."


"Cuma O Vin? Harusnyakan Waw."


"Terus kalo aku bilang waw, aku dapat rumah? Gitu? kesuksesan mereka itu untuk keluarga mereka, nggak ada hubungannya dengan kehidupan kita."


"Tapikan Vina...mereka itu masih lajang, kali aja..."


"Jangan halu! udah kerja lagi sana." ucap Elvina memotong ucapan Nuri, dan dia kembali teringat perkenalan singkatnya tadi.


Apa iya mereka ada jodoh? pikirnya dalam hati.


Nggak mungkinlah!


Itukan tadi cuma godaan setan yang terkutuk.


Paling juga itu setan cuma iseng di waktu luang.


Dasar...hati ini aja yang selembut molto.


Perkenalan aneh aja udah mau di baperin.


Huuh Dasar!!

__ADS_1


__ADS_2