Aku, Kamu Dan Mama

Aku, Kamu Dan Mama
Saingan


__ADS_3

"Woi! Ngapa lo clingak clinguk?" Tanya seorang wanita yang baru datang sambil memukul bahu Wisnu.


""Lagi nyariin pujaan hati dia, dari tadi kagak kelihatan." Adit menjawab dengan senyum mengejeknya.


"Siapa?" Tanya wanita itu jadi penasaran,


ini beneran Wisnu lagi nyariin pujaan hati?


Perempuan mana yang bisa mengalihkan dunianya?


"Salah satu pelayan di sini." Lagi lagi Adit menjawab, sedangkan Wisnu sudah mendengus sebal.


"Pelayan di sini? Yang mana? Nuri? Indah? atau...jangan bilang Elvina?" Tanya wanita itu menggebu tapi begitu menyebut nama Elvina matanya menyipit seakan tak percaya.


"Emang kenapa Elvina?" Kali ini Wisnu bertanya, karna sepertinya Maudi, sahabatnya ini mengenal baik seluruh pegawai kafe ini.


"Jadi bener Elvina? Wah...saingan lo berat Wis, ngelibihi beratnya rindunya Dilan dan Milea." Jawab Maudi sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan raut wajah prihatin yang di buat buat.


"Siapa saingannya Wisnu, Maw maw?" Adit bertanya dengan antusias.


"Pemilk kafe ini, anak sulung Rahadi Sastrowardoyo si raja kuliner negeri ini." Wanita bernama Maudi itu menjelaskan.


"Apa?" Pekik Adit.


"Sok tau lo Maw maw!" Timpal Adit lagi.


Ini ya si Maudi lagi ngarang cerita apa?


Masa iya saingannya Wisnu anak si raja kuliner?


Wah...hebat juga itu pelayan kafe.


"Yaelah...satu kafe ini juga tau, kalo si anak bos itu naksir berat ma itu Elvina, udah hampir 5 taon lagi." ucap Maudi meyakinkan.


"Lagian ya, si Ferdi juga udah bilang ma adik dan orang tuanya kalo dia suka Elvina. Dan mereka mendukung, cuma...." Penjelasan Maudi menggantung.


"Cuma...?" Wisnu membeo menunggu kelengkapan kalimat Maudi sahabatnya.


"Cuma si Elvina belum ngasih kepastian." Maudi memperjelas ucapannya.


"Udah berapa lama lo ngejer Elvina?" Maudi bertanya pada Wisnu serius.


"Empat bulan setengah." Wisnu menjawab lesu, apalagi mengetahui keluaga si raja kuliner itu mendukung semua, Wisnu jadi ingat ibunya.


Mama...panggil hatinya.


"Wisnu Wisnu...baru hampir lima bulan ngejer aja lo udah lesu. Apa kabar Ferdi yang hampir lima taon." ucap Maudi sambil tangannya menepuk nepuk lengan Wisnu simpatik.


"Lo kok bisa paham bener cerita si Ferdi sih, Maw? Dia mantan lo?" Tanya Adit penasaran.


"Lah si Ferdi kan sepupu gue." Jawab Maudi.


"Sekarang aja nih, si Elvina lagi ma keluarga Sastrowardoyo di bandara jemput Ferdi. Dia baru balik dari Brunei." Jelas Maudi lagi.


Sementara Wisnu sudah mendesah kesal.


Elvina ini, dia ajak jalan bareng nolak terus.


Malah sekarang di ajak jemput si Ferdi Ferdi itu begitu suka rela.

__ADS_1


Apa bener bener nggak ada harapan?


"Ferdi itu...gimana sih?" Ragu ragu Wisnu bertanya pada Maudi.


"Yang pasti ganteng Wis. Kalo soal kaya jangan lo tanya lagi, Lo kan tau berapa banyaknya kafe dan restoran om Rahadi Sastrowardoyo." Jawab Maudi mantap.


"Nih ya gue kasih tau, waktu sekolah si Ferdi punya julukan, dan itu terbawa sampai sekarang." Ucap Maudi seolah menemukan harta berharga.


"Apa, Maw?" Kali ini Wisnu bertanya dengan antusias, seakan akan dia punya kartu As untuk menjatuhkan Ferdi.


"Angelman."


"Hah?" Bingung Wisnu.


"Saking baiknya Ferdi sama semua orang, dia di panggil Angelman." Begitulah penjelasan singkat Maudi tentang Ferdi yang membuat Wisnu mendesah kecewa.


Tampan, kaya, baik, dan punya keluarga yang selalu mendukung.


Wah...itu bener bener paket komplit.


Lah dia sendiri?


Tampan sih, kaya sih, tapi keluarga yang mendukung?


Lagi lagi Wisnu teringat dengan ibunya.


Mama....


"Wis...baru denger cerita gue tentang Ferdi sedikit aja lo udah gitu mukanya. Gimana lo udah ketemu orangnya. Jangan jangan lo terpesona terus malah ngejer Ferdi lagi. Hahaha...."


"Hei! Gue normal Maw maw!" Tegas Wisnu sebal.


Ibunya Wisnu yang selalu mengutamakan kesempurnaan. Tidak jadi rahasia lagi bagi teman teman dekat Wisnu tentang bagaimana sang ibu. Terkadang mereka kasihan melihat Wisnu, harus ini harus itu, bahkan harus melakukan kencan buta. Padahal Wisnu itu lelaki tampan dan kaya.


tapi tetap saja sang ibu punya peraturan sendiri yang harus dipatuhi.


Wisnu...sungguh miris nasibmu teman!


"Paling entar juga di tolak." Adit malah menjawab pertanyaan Maudi dengan yakin.


"Gue akan berjuang!" Wisnu menegaskan.


"Berjuang ma siapa lo, Wis? kalo Elvina udah nolak berkali kali." Tutur Adit.


"Gue yakin Elvina juga suka gue, tapi karna perbedaan status sosial kami yang mencolok, dia merasa nggak pantes ada di sisi gue."


"Dan kalo di tambah dia ketemu ma tante Melinda, gue yakin dia makin nggak percaya diri." Imbuh Adit lagi.


Ya, Wisnu pun yakin akan hal itu.


Ibunya dengan segala peraturannya.


Apalagi semenjak sang Ayah meninggal, ibunya semakin menjadi jadi mengaturnya, dengan alasan Nak...kamu itu pewaris tunggal Antara Group.


Dan ibunya selalu menyukai kesempurnaan hidup.


Walaupun ada kata Tak ada yang sempurna didunia ini, maka ibunya akan bilang kalau begitu buatlah nyaris sempurna.


Lalu apa kabar Elvina di mata sang ibu?

__ADS_1


Gadis yatim piatu yang menumpang hidup di panti asuhan.


Tidak begitu cantik walaupun berhati baik.


Tidak berpendidikan tinggi dan hanya seorang pelayan di sebuah kafe.


Ma...bisakah? Kali ini saja...jangan bandingkan gadis yang aku sukai dengan gadis yang mama sukai?


Apalagi itu Pevita, anak mantan Gubernur dan kakek Menteri.


Bahkan ibunya seorang Make Up Artis.


Belum lagi pekerjaan Pevita yang menjadi Desainer di butik miliknya sendiri.


Aduuuhh Elvina, sayang kamu kalah telak!


Tapi aku tetap menyukaimu Elvina!


Hati ini tetap memilihmu!


Wisnu akan tetap meyakinkan Elvina!


Elvina.... seperti kata dalam sebuah lagu negeri jiran,


*Kau dan aku sudah ditakdirkan bertemu


dan tiba tiba kita jatuh cinta


Ini semua sudah suratan Illahi


dan kita harus hadapi kenyataan


Biar apapun terjadi


Aku harap engkau tabah menerimaku


Sebagai teman barumu


Semoga kita saling sayang bahagia


Janganlah engkau pergi


Selagi dihatiku masih menyayangimu selalu*


Aku ingin seperti itu Elvina sayang.


Percayalah dan bantu aku berjuang.


Jangan bersikeras menolakku seperti saat saat ini,


karna aku tau...hatimu hatiku sama.


Sama sama ingin saling mencintai dan memiliki.


Elvina...yakinlah padaku.


Sekali lagi mari kita berjuang bersama sayang.


Jangan menghindar lagi karna aku akan selau dan masih tetap mengejarmu, sejauh apapun itu!

__ADS_1


__ADS_2