Aku, Kamu Dan Mama

Aku, Kamu Dan Mama
Romantis


__ADS_3

"Jadi hal romantis ini yang kamu mau?" Ucap Wisnu dan di angguki Elvina seraya tersenyum manis.


"Bukankah ini romantis? Berjalan menyusuri pantai sambil berpegangan tangan. Kemudian memandang matahari terbenam." Elvina tak memudarkan senyumannya, begitu juga Wisnu.


Sore ini, Elvina mengajak Wisnu kencan di pantai.


Tapi sebenarnya, mereka tidak hanya berdua.


Ada Ferdi, Pevita, Adit dan Fierra minus Maudi.


Tadi Maudi menolak ikut pergi bersama.


Dia bilang Kagak mau gue ikut kalian pasangan alay.


Bisa ikutan nggak waras gue! Mending gue nonton video CN BLUE, Dari pada nonton kemesraan kalian yang nggak bermutu.


Jadilah mereka berenam saja yang berangkat ke pantai, menyaksikan matahari terbenam.


"Sebelum hal romantis yang kamu tunggu datang, aku ingin melakukan hal romantis untukmu." Wisnu berkata setelah mereka menghentikan langkahnya.


Dia memandang Elvina lekat serta menyunggingkan senyum manisnya. Dan itu sukses membuat jantung Elvina berdebar kencang dan menundukan kepalanya.


Hal romantis apalagi ini? batin Elvina.


Tangan kiri Wisnu memegang dagu Elvina dan mengangkatnya. Sedangkan tangan kanannya mengambil rambut Elvina yang berantakan tertiup angin, lalu menyelipkannya di belakang telinga Elvina. Pandangan mata mereka bertemu. Mereka masih tersenyum bersama.


Wisnu membalikkan badan Elvina sehingga berada di depannya. Wisnu melepaskan jaketnya, dan memakaikannya di bahu Elvina. Kemudian mendekapnya dengan lembut.


"Bukankah ini romantis juga?" Elvina menganguk di dalam pelukan Wisnu.


"Akhh...Aku juga mau hal romantis." Pevita merengek manja mengguncang lengan Ferdi,


setelah menyaksikan adegan Wisnu dan Elvina di depan matanya.


Ferdi tidak merespon, dia malah memberikan minuman kaleng pada Pevita.


"Aku ingin hal romantis! Bukan minum..." Rengek Pevita lagi.


Ferdi tidak berkata apa apa, dia hanya mengarahkan jari telunjuknya pada sebuah tulisan yang ada di kaleng minuman yang di berikannya tadi.


"Aku tau ini teh madu!" Kesal Pevita.


Anak kecil juga tau kali!


Ferdi kembali mengetukkan jarinya pada tulisan yang ada di kaleng minuman tadi.


Pevita yang bingung kembali melihat yang di tunjuk Ferdi.


"Honey?" Baca Pevita sembari menatap Ferdi bingung. Dan mendapat anggukan dari Ferdi. "Eh? Maksudnya panggilan sayang?" Ferdi tersenyum, Pevita pun membalasnya dengan senyum bahagia.


"Aku sebenarnya takut...takut kamu lama membalas perasaanku, dan aku lelah memgejarmu." Pevita berkata memandang lekat netra Ferdi.


"Kalau kamu lelah, berhentilah! Biar aku yang mengejarmu." Pevita kembali tersenyum setelah mendengar perkataan Ferdi. Dia pun tak tahan untuk tidak memeluk Ferdi.Dan betapa bahagianya Pevita, pelukannya di balas Ferdi.


"Sepertinya hanya kita yang tidak berpelukan." Adit menatap hangat Fierra dan di balas tatapan sengit.


"Kita nggak pacaran!" ketus Fierra masih sengit.


Adit hanya tersenyum menanggapi keketusan Fierra. Kemudian Adit mengeluarkan sesuatu dari dalam kantung plastik yang dia pegang. Memberikannya pada Fierra.


"Es krim? Aku bukan anak kecil!" Fierra semakin ketus.


Apaan coba? Nyogok pake es krim?


"Biar kita cepat jadian."


"Ha?"


"Di iklannya kan gitu. Nggak perlu repot, cukup kasih es krim itu aja, nah terus jadian deh."

__ADS_1


"Hahaha..." Penjelasan Adit membuat Fierra tertawa.


Ini laki laki korban iklan banget!


Terus entar ni ya, kalau dia nangis, jangan jangan di kasih Coffe Good day lagi, biar hari harimu bahagia. Hahaha.....


Fierra tak habis pikir!


*


*


*


Setelah selesai melihat matahari terbenam, Wisnu mengantar Elvina pulang. Tapi Elvina tidak langsung masuk ke dalam apartemen, Wisnu menahannya. Menggenggam tangannya gelisah. Elvina dapat merasakan itu.


"Kamis sore, aku mau mengajakmu bertemu dengan mama. Apa kamu siap?" Wisnu menatap Elvina lekat. Jari mereka masih bertautan.


"Apa kamu siap?" Elvina malah menjawab dengan pertanyaan sembari tersenyum teduh. Seolah mengatakan Aku akan baik baik saja dan aku siap!


Wisnu tersenyum lega mengangguk. Tangannya mengelus lembut punggung tangan Elvina. "Masuklah." Titahnya, Elvina pun mengangguk.


Elvina mengambil tangan kanan Wisnu dan menciumnya takzim. "Apa ini juga romantis?" Elvina tersenyum bertanya. Wisnu pun tersenyum mengusap pucuk kepala Elvina.


*


*


*


Siang ini, Adit berjanji menjemput Fierra sepulang kuliah. Dan Fierra di buat kesal oleh Adit.


Gimana Fierra nggak kesel coba? Kalau di jemputnya bukan pake mobil sport mahal kayak di novel novel. Tapi malah diajak naik TAYO.


Catat ya! Tayo si bus kecil ramah.


"Kalo tau naek kaya beginian, mending tadi aku minta jemput kak Ferdi."


"Aku kan pengen kayak yang di drama drama korea itu loh. kayak gini." Adit mengambil headset yang sudah terpasang di ponsel. Memakaikannya di telinga kanan Fierra dan di telinga kirinya. "Dengerin deh."


Seperti terhipnotis Fierra pun mendengarkannya dengan patuh. Bahkan ketika Adit membawa kepalanya bersandar di bahu Adit, Fierra tak berontak.


*Mengapa berat ungkapkan cinta


padahal ia ada dalam rinai hujan


dalam terang bulan juga dalam seduh sedan


Mengapa sulit mengaku cinta


padahal dia terasa


dalam rindu dendam


hening malam


cinta terasa ada*


"Bener tuh kata Irwansyah, mengapa sulit mengaku cinta? Padahal aku juga cinta sama kamu." Adit berucap tanpa menatap Fierra. Dan gadis itu tersenyum mengangguk di bahu Adit.


"Nggak usah kejar kejaran lagi ya?" Ucap Adit lagi. Dan di balas anggukan Fierra tanpa merubah posisinya. Masih bersandar di bahu Adit.


"Kita resmi pacaran?" Adit lagi lagi berucap dan di balas anggukan takzim Fierra.


Adit tersenyum bahagia.


Ternyata nggak sia sia dia nyontek drama korea tontonan adiknya yang masih duduk di bangku SMA.


Setelah adegan Cornettonya di pantai kemarin tidak berhasil.

__ADS_1


Selang beberapa menit, mereka turun dari bus.


Adit dan Fierra tidak langsung pulang. Mereka duduk di halte. Masih seperti tadi, mendengarkan musik bersama lewat headset. Kepala Fierra bersandar di bahu Adit. Dan tidak hanya itu, jari mereka pun terpaut. Mereka sudah asik berdua tanpa peduli sekitar lagi.


Begini ternyata saling mencintai.


Indahnya... Bahagianya...


Pokoknya tersenyum aja deh bawaannya.


Udah kaya iklan close up.


Aku tak akan berhenti menemani


dan menyayangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati


Ku kan berdoa pada Illahi


N'tuk satukan kami disurga nanti


Adit dan Fierra masih terhanyut dalam buaian suara merdu Wali. Memejamkan mata dengan senyum manis di bibir masing masing. Dan jangan lupakan tangan mereka yang saling menggenggam mesra.


Benar benar lagi kasmaran mereka!


Mereka benar benar lupa pernah mengejek Pevita tidak waras karna cinta.


Lah sekarang mereka terkena karmanya.


Masih tersenyum mendengar nyanyian lewat headset,


Adit dan Fierra tiba tiba terganggu dengan guncangan di bahu Adit. Mereka menegakkan badan dan mendongak menatap sang pengganggu.


Wanita cantik itu tersenyum.


"Adit...Akhirnya kita ketemu." Ucap wanita itu berbinar.


Adit menatapnya datar. Sedangkan Fierra sudah menautkan alisnya.


Siapa perempuan ini? Ada hubungan apa mereka? batinnya.


"Maafin aku, Dit." Wanita itu memohon. "Aku pengen kita kembali seperti dulu."


"Lupakan Malika!" Tegas Adit.


Dan Fierra, gadis itu berjalan meninggalkan sepasang mantan kekasih yang lagi reunian itu.


Baru aja resmi pacaran, udah datang aja pelakor.


Hadeehh....


"Sayang...tunggu!" Panggil Adit tak di hiraukan Fierra.


"Dia siapa, Dit?"


"Calon istri gue!" Adit pergi mengejar Fierra. Meninggalkan Malika dalam keterpakuannya.


"Dia Malika, mantan aku." Ucap Adit setelah berhasil menyusul Fierra.


"Mantan pilihan yang kamu rawat seperti anak sendiri?" Ketus Fierra membuat Adit tersenyum.


"Kami udah berakhir sayang. Sekarang hanya ada aku dan kamu. Udah dong jangan cemberut."


"Awas aja ya kalo kamu aku liat deket dekat sama si kedelai hitam itu. Aku jadiin kecap kamu!"


"Lah? Yang kedelai dia, kenapa aku yang jadi kecap?"

__ADS_1


__ADS_2