Aku, Kenangan, Angan Dan Masa Depan

Aku, Kenangan, Angan Dan Masa Depan
Kesempatan


__ADS_3

Sudah beberapa hari berlalu sejak kejadian itu terungkap, tetapi para karyawan di perusahaan masih ramai memperbincangkannya. Ya, sejak terungkapnya kejadian itu media massa tidak henti-hentinya memberitakan hal tersebut, apalagi setelah ditetapkannya putusan pengadilan yang telah menetapkan Andrew sebagai tersangka. Sebelumnya Andrew memang tidak mengakui perbuatannya hingga bukti-bukti yang sangat jelas mengacu padanya, membuat ia akhirnya mengakui perbuatannya kepada penyidik. Atas kasus tersebut tersangka Andrew dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, denda senilai 1 (satu) Milyar Rupiah, serta pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar uang yang ia gelapkan sesuai hukum yang berlaku.


“Doorr!!”


Suara mengejutkan dari belakang membuat Reyna sedikit tersentak kaget.


“Ya ampuunnn kak Gitaaa!! Kaget tauu!!” ucap Reyna sebal karena tindakan Gita.


“Maklumin aja Rey, namanya juga bocah yang berumur tua!” ucap Anya yang muncul dengan santai dari belakang Gita.


“Hehehehe.. maap yak Rey, habis lu sih gue perhatiin dari belakang kayak ngelamun gitu.. kan gue jadi ada niatan buat ngejahilin.” jawab Gita dengan segudang pembelaannya.


“Huft! Aku lagi jalan biasa aja kak, cuma dari awal masuk lobi aku selalu mendengar karyawan lain yang masih membicarakan kasus pak Andrew. Jadi membuatku sedikit menyimak percakapan mereka.”


“Gue tau pasti lu merasa sedikit risih sama keramaian ini, tapi sampai sekarang pun gue salut banget sih sama lu Rey!” ucap Gita memberi semangat seraya menepuk bahu Reyna pelan.


“Iya bener Rey! mungkin kalau bukan karena ketelitian dan kepandaian kamu, tindakan tak terpuji itu sampai sekarang mungkin belum terungkap dan bakal terus berlanjut.” ucap Anya menimpali.


“Hmm.. Aku cuma bisa berharap semoga dengan adanya kejadian ini bisa membuka mata hati semua orang agar melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya dan perusahaan ini, lalu aku juga berharap kejadian ini bisa membuat pak Andrew sadar atas perbuatannya dan merubahnya menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari.” jawab Reyna mengutarakan harapannya dengan sangat bijak.


“Amiinn..!” ucap Gita dan Anya serempak mengamini.


“Oh iya, katanya bakal ada rapat pembahasan mengenai pengajuan anggaran masing-masing divisi dan juga penunjukkan kepala HRD baru untuk menggantikan posisi pak Andrew ya?!” tanya Anya kepada Gita dan Reyna.


“Ehh.. kapan itu?” bukannya memberikan jawaban, Gita malah bertanya balik kepada Anya.


“Belum tau sih pastinya kapan, aku juga baru denger infonya. Tapi katanya kali ini bakalan beda dari biasanya karena di acc langsung sama pak Revan” jawab Anya menjelaskan.


“Rapat pembahasan pengajuan anggaran masing-masing divisi yang diserahkan ke kita itu kak?” tanya Reyna ingin tahu karena ia baru pertama kali akan mengikuti rapat ini.


“Iya Rey bener. Jadi gini, biasanya kita emang selalu ngelakuin rapat pengajuan anggaran ini setiap tahun untuk mengetahui nantinya jika anggaran yang diajukan masing-masing divisi itu telah di acc akan digunakan untuk project apa kedepannya. Jadi masing-masing divisi harus mempresentasikan rencana mereka kedepannya, jika kita kurang setuju dengan rencana mereka, kita bisa memberikan solusi yang terbaik juga sebagai divisi keuangan agar anggaran yang mereka dapatkan bisa lebih teralokasikan dengan efektif dan efisien.”


“Namun, biasanya rapat ini hanya akan dihadiri oleh pak Bagas saja sebagai perwakilan pak Revan, lalu hasil rapat akan disampaikan oleh pak Bagas kepada pak Revan dan kita akan menunggu keputusan pak Revan dalam beberapa hari. Tapi kali ini pak Revan akan hadir secara langsung dalam rapat, mungkin karena kejadian kemaren dan beliau nggak mau kejadian tersebut terulang untuk yang kedua kalinya.” Jelas Anya panjang lebar membuat Reyna mangut-mangut mengerti.


“Ada satu lagi yang belum dijelasin sama Anya, bahwa dalam rapat ini nggak bakal dihadiri oleh seluruh staff dari masing-masing divisi. Karena hanya kepala divisilah yang akan hadir ditemani beberapa staff beruntung yang telah ia tunjuk sebagai perwakilan. Makanya biasanya kita berlomba-lomba jadi yang terbaik biar bisa ikut rapat ini dan supaya karir kita makin melejit sih hahaha!” Gita menjelaskan dengan santai diakhiri tawanya yang khas.


“Waahh berarti rapat ini merupakan salah satu rapat yang berharga banget dong kak bagi kemajuan karir kita?!” ucap Reyna bersemangat.


“Yap! Betul sekali Rey, maka dari itu kalau bisa kali ini kamu harus ikut berlomba-lomba biar bisa ditunjuk jadi perwakilan divisi kita Rey!” ucap Anya menyemangati.


“Lalu, kak Gita dan kak Anya?!” tanya Reyna ragu.

__ADS_1


“Ya ampun! Lu nggak usah mikirin kita Rey, kita mah udah sering ditunjuk jadi perwakilan rapat ini hahaha!” jawab Gita membanggakan dirinya.


“Iya Rey, bener! Kamu nggak perlu mikirin kita. Kamu harus fokus kali ini, karena kita berdua bakalan support kamu. Biasanya bakal ada dua sampai tiga orang perwakilan staff yang ditunjuk. Tapi terkadang juga hanya ada satu staff saja yang ditunjuk oleh pak Anthony, karena semua itu tergantung kinerja kita Rey. Staff dengan kinerja terbaiklah yang bakal dipilih untuk mewakili divisi kita.” Ucap Anya memberikan petunjuk pada Reyna terkait rapat yang akan dilaksanakan tersebut.


“Ohh gitu kak.. Baiklah, semoga kali ini aku bisa jadi salah satu perwakilan divisi kita dalam rapat penting ini!” ucap Reyna bersemangat.


“Nah gitu dong semangatnya keluar! Yaudah yuk kita masuk!” ajak Gita seraya menggandeng kedua tangan sahabatnya itu dan menaiki lift menuju ruang kerja mereka untuk mulai bekerja.


Disisi lain terlihat Revan dan Bagas yang sedang berbincang-bincang dengan sedikit santai namun suasana yang menyelimuti mereka berdua cukup serius.


“Bagaimana dengan tahanan itu?!” tanya Revan santai.


“Selama saya dan Bobby berada di kantor polisi, dia terus-terusan memohon untuk dibebaskan dari tuduhan yang ada dan ingin saya berbicara kepada anda untuk mencabut laporannya tuan muda.” jawab Bagas menjelaskan kejadian waktu itu.


“Namun, setelah dia mengakui perbuatannya kepada penyidik, dia mengucapkan kata maaf berkali-kali kepada kami dan agar menyampaikan permintaan maafnya kepada tuan muda.” lanjut Bagas.


“Hmm.. Dasar orang tak tahu diri! Tapi untunglah hukuman yang ia terima setimpal dengan semua perbuatannya!” ucap Revan menyeringai puas.


“Pastikan kejadian seperti ini tidak terulang kembali di perusahaan ini! Mengerti?!” ucap Revan tegas dengan tatapan mata tajamnya.


“Baik tuan muda, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar hal seperti itu tidak terjadi lagi.” jawab Bagas tegas dan sopan menanggapi perintah bosnya itu.


“Sudah tuan muda, dan rapat akan dilaksanakan 2 hari kedepan. Saya juga sudah meminta kepada masing-masing divisi untuk mempersiapkan materi mereka.” jawab Bagas detail.


“Oke! Lalu untuk pengangkatan kepala HRD yang baru, kau juga sudah memberitahu mereka semua?” tanya Revan sekali lagi memastikan bahwa tugas yang ia berikan pada Bagas sudah dilaksanakan dengan baik.


“Sudah tuan muda, semuanya sudah saya persiapkan dengan baik.” jawab Bagas cepat.


“Bagus Bagas! Kamu memang tidak pernah mengecewakanku!” puji Revan pada orang kepercayaannya itu.


“Terimakasih tuan muda atas kepercayaan anda selama ini.” jawab Bagas seraya membungkukkan badannya hormat pada Revan.


“Baiklah, kalau begitu kamu boleh pergi.” ucap Revan mempersilahkan Bagas melanjutkan pekerjaannya.


“Baik tuan muda, saya permisi dulu.” pamit Bagas sebelum akhirnya keluar dari ruangan Revan.


“Cklek!”


Terlihat Anthony keluar dari ruang kerjanya dan berdiri di hadapan para karyawannya seperti ingin menyampaikan sesuatu yang penting.


“Semuanya, mohon perhatiannya!” ucap Anthony tegas. Membuat para staffnya menghentikan kegiatan mereka dan mulai memperhatikannya.

__ADS_1


“Saya ingin menyampaikan bahwa dua hari lagi akan diadakan rapat pembahasan pengajuan anggaran masing-masing divisi serta rapat pengangkatan kepala HRD yang baru, karena seperti yang kalian ketahui. Saat ini posisi kepala divisi HRD kosong karena suatu kejadian tertentu. Namun, saya tidak ingin membicarakan hal lain diluar divisi kita, karena saya akan mengumumkan staff yang akan hadir bersama saya dalam rapat tersebut.” ucap Anthony membuat seluruh staff divisi keuangan heboh.


“Wahh!! Siapa nih yang akan kepilih?”


“Kira-kira kali ini akan ada berapa staff ya yang ditunjuk sebagai perwakilan?”


“Semoga saja bukan aku yang ditunjuk, karena katanya rapat itu akan dihadiri oleh pak Revan secara langsung!”


Terdengar celotehan beberapa staff yang sedikit heboh.


“Baiklah, setelah saya menilai hasil kinerja kalian semua. Saya memutuskan hanya ada satu perwakilan staff yang akan hadir dalam rapat kali ini bersama saya karena kinerjanya yang luar biasa walaupun dia terhitung masih baru bergabung dengan kita dalam beberapa bulan ini. Staff tersebut adalah Reyna Handoko. Selamat Reyna!” ucap Anthony menyelesaikan pengumuman yang ia sampaikan.


Sontak staff lainnya langsung memberikan tepuk tangan yang meriah karena Reyna berhasil memberikan pencapaian yang luar biasa dan bebondong-bondong menyelamatinya.


“Wahh!! Selamat ya Rey!” ucap salah satu staff keuangan yang bernama Mia.


“Selamat Reyna! kamu berhasil terpilih.” ucap Agus turut memberikan ucapan selamat.


“Selamat Rey! kerja bagus!” ucap Dedi dan beberapa staff lainnya ikut menyelamati.


“Waahh.. Rey! selamat yaaa akhirnya doa kita terkabul juga!!” ucap Gita yang langsung berlari memeluk Reyna.


“Terimakasih banyak kak Gita! Aku nggak tau kalau aku bakal kepilih kali ini!” jawab Reyna balik memeluk Gita dengan bahagia.


“Gue tau kalau itu pasti lu Rey! karena lu berhasil memberikan kinerja yang lebih baik dari siapapun dan berhasil mengungkap tindakan kotor tersebut!” ucap Gita mantap, lalu melepaskan pelukannya.


“Terimakasih kak Gita!” jawab Reyna seraya tersenyum manis.


“Selamat yaaa sahabatkuu! Aku yakin kamu bisa melakukan yang terbaik!” ucap Anya lalu memeluk Reyna dengan lembut.


“Makasih kak Anya!” jawab Reyna seraya membalas pelukan Anya beberapa detik sebelum akhirnya mereka melepaskan pelukannya.


“Terimakasih atas kepercayaan kalian semua! Saya janji saya akan melakukan yang terbaik!” ucap Reyna sambil membungkukkan badannya dengan hormat sebagai tanda terimakasihnya atas dukungan teman-temannya.


“Baiklah Reyna, persiapkan diri kamu ya!” ucap Anthony ramah.


“Baik pak! Terimakasih banyak!” jawab Reyna penuh semangat.


“Sama-sama Reyna!” ucap Anthony seraya kembali keruangannya.


“Kamu pantas mendapatkan kesempatan ini Reyna! Karena kamu memang yang terbaik!” gumam Anthony dalam hati seraya tersenyum manis sebelum akhirnya melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2