Aku, Kenangan, Angan Dan Masa Depan

Aku, Kenangan, Angan Dan Masa Depan
Sisi Lain Darinya


__ADS_3

Sementara itu, suara canda-tawa serta dentingan dari garpu dan sendok tengah menghiasi suasana kantin. Terlihat tiga orang gadis yang terduduk lega karena kebutuhan perutnya sudah terpenuhi.


“Akhirnyaaa kenyang juga ini perut!” ucap Gita sambil menepuk-nepuk perutnya yang sedikit membuncit karena kekenyangan.


“Dasar rakus!” ujar Anya mengejek.


“Bodo amat yang penting gue kenyang wleekk!” balas Gita tak mau kalah dengan menjulurkan lidahnya.


“Kak Anya, kak Gita aku beli minuman dulu ya buat di atas nanti?!” ucap Reyna kepada dua sahabatnya yang sibuk berdebat.


“Okey Rey!”


“Oke Rey, kita tunggu disini.” balas Gita dan Anya bergantian.


Reyna akhirnya pergi untuk membeli minuman yang ia inginkan.


“Bu, Milkshake strawberry 1 ya?!” ucap Reyna kepada sang penjual.


“Oke mbak, ditunggu ya..” jawab sang penjual dengan ramah.


“Siap bu!” ucap Reyna menyahuti.


Selang beberapa menit pesanan Reyna sudah siap, Reyna pun lekas membayar dan berlalu menuju Gita dan Anya.


“Yuk kak kita naik!” ucap Reyna setelah berada di samping kedua sahabatnya.


“Oh, udah selesai?” tanya Anya.


“Iya, udah.” jawab Reyna.


“Yaudah yuk!” ucap Gita yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


Akhirnya merekapun pergi dari kantin menuju ruang kerjanya dengan berbincang-bincang dan saling bergurau satu sama lain.


Saking asyiknya bercanda, salah satu dari mereka tak menyadari bahwa ada seseorang didepannya. Siapa lagi kalau bukan Reyna.


“Braakk!!”


“Aaaaaaaa..!!” terdengar suara wanita berteriak cukup kencang.


“Ya ampun!” ucap Reyna kaget melihat minuman yang terbungkus gelas plastik ditangannya tumpah di baju wanita tersebut karena ditabraknya.


“Kamu buta ya?!!” teriak wanita itu murka.


“Maaf bu.. Saya nggak sengaja, saya minta maaf..” ucap Reyna merasa bersalah atas kecerobohannya. Namun, Bukannya berhenti karena permintaan maaf Reyna, wanita itu malah semakin murka.


“Apa?! Ibu katamu?! Sejak kapan aku jadi ibumu?! Kamu tidak lihat bahwa aku ini masih muda?!!” teriak wanita itu yang semakin menjadi-jadi membuat karyawan lain ramai-ramai menyaksikan kejadian itu.


“Ah, maksud saya bukan seperti itu kak.. maksud saya..” ucap Reyna berusaha menjelaskan tetapi langsung di potong oleh wanita tersebut.


“Kakak?! Sejak kapan aku jadi kakakmu?!! Panggil aku Nona. Oke!” ucap wanita itu dengan nada marah dan sok memerintah.

__ADS_1


“Ah, Maaf nona. Maafkan saya..” ucap Reyna seraya membungkukkan badannya sedalam 15 derajat. Dan itu ia lakukan berulang kali karena ia sadar kejadian ini terjadi karena kesalahannya.


“Ya ampuuunn..!! enak banget minta maaf-minta maaf. Kamu tahu nggak seberapa mahal harga bajuku ini?!” ucap wanita itu menanyai.


“Harga bajuku ini lebih dari setahun gajimu tau.!!” Lanjutnya dengan angkuh.


“Maaf nona.. sekali lagi saya minta maaf. Saya beneran nggak sengaja..” ucap Reyna dengan sungguh-sungguh berharap ia dimaafkan.


“kikikiki!”


Terdengar kekehan kecil dari seseorang yang berdiri disamping wanita itu yang membuat semuanya terdiam.


“Revan! Kamu tertawa??!! Kenapa kamu malah tertawa?! Seharusnya kamu marahi karyawanmu yang ceroboh ini!” ucap wanita itu jengkel. Yap, wanita yang ditabrak Reyna tak lain adalah Mira yang sedang berjalan dengan Revan dan Bagas untuk makan siang.


“Ehem...!!” Revan berdehem mengembalikan raut wajah dan sikapnya menjadi dingin.


“Sudahlah Mira, tak ada gunanya kamu berdebat dengan karyawanku. Lagipula dia juga sudah meminta maaf.” ucap Revan dingin tapi berhasil membuat semua orang tercengang, karena baru pertama kali mereka melihat secara langsung Revan sedang membela Karyawannya.


“Kamu belain dia Revan?!” ucap Mira tercengang.


“Kamu lebih milih bela karyawan rendahan kamu ini daripada aku?!!” lanjut mira dengan merendahkan Reyna dihadapan semua orang.


“CUKUP MIRA!!” teriak Revan dengan keras membuat suasana menjadi sunyi, sangat sunyi hingga orang-orang seperti tidak berani meneguk salivanya sendiri.


“Apa maumu sekarang?!” ucap Revan mengontrol emosinya dan menanyai Mira dengan nada dingin.


“Aku Cuma mau mengajakmu makan siang karena ada hal yang ingin kusampaikan, tapi karena karyawan rendahanmu ini..” ucapnya sambil menunjuk Reyna yang langsung dipotong oleh Revan.


“Mira. Cukup! Jika kau terus menghina karyawanku aku tidak akan tinggal diam!” ucap Revan sangat serius yang berhasil membuat Mira bungkam.


“Aku ingin kamu membantu bisnis papaku!” ucap Mira to the poin mengungkapkan maksudnya menemui Revan. Ya, dalam semalam, saham perusahaan Phanthom mengalami penurunan yang mengakibatkan kerugian dalam jumlah besar. Tentu saja itu karena ulah Revan.


“Berapa yang kamu butuhkan?!” tanya Revan dengan dingin.


“20 Milyar!” ucap Mira yang membuat heboh karyawan yang menyaksikan kejadian itu.


“Bagas, berikan cek senilai 20 Milyar kepada Mira agar dia cepat pergi dari sini!” perintah Revan kepada Bagas yang tentunya langsung dikerjakannya.


“Nona Mira, ini cek senilai 20 Milyar.” ucap Bagas sembari memberikan cek itu kepada Mira.


“Wahhh.. Thank you ya Revaannnn..!! aku sayang banget sama kaamuuu..!!” ucap Mira langsung mengecup sebelah pipi Revan yang membuat orang-orang membelalakkan matanya tak percaya.


“Cepat pergi dari sini!” ucap Revan dingin.


“Oke aku pergi. Thanks yaa..” ucap Mira dengan riangnya dan berlalu pergi meninggalkan lobi itu. Belum lama Mira beranjak pergi dari situ, Revan mengeluarkan sebuah saputangan dari saku jasnya dan membuat orang-orang kembali heboh karena saputangan itu digunakan Revan untuk menghapus bekas kecupan Mira dipipinya.


“Bagas, sekaranglah waktunya. Setelah uang 20 Milyar itu digunakan oleh keluarganya. Hancurkan bisnis dan keluarga Phanthom sekaligus. Kita sudah tidak membutuhkan Mira dan keluarganya lagi!” perintah Revan yang membuat orang-orang dilobi terdiam dan bergidik ngeri sebelum akhirnya Revan pergi dari lobi untuk kembali ke ruang kerjanya diikuti Bagas dibelakangnya.


Orang-orang yang awal mulanya terdiam menjadi heboh setelah melihat Revan dan Bagas berlalu pergi.


“Gila bangett! Apa yang barusan kulihat?! Apakah ini nyata? Pertama dia tertawa dan sedetik kemudian dia berubah menjadi harimau yang sangat ganas!”

__ADS_1


“Ternyata benar rumor yang beredar bahwa pak Revan memiliki sisi yang menyeramkan. Dia bisa menghancurkan seseorang dalam sekejap!”


“Aaa.. gue mau banget dong di posisi karyawan baru ituu!!”


“Aaaa.. irinyaaaa.. dia beruntung banget dibelain pak Revan!”


“Cantik sih, pantas saja dibela sama pak Revan..”


Bisikan-bisikan seperti itulah yang keluar dari mulut para karyawan sebelum akhirnya mereka membubarkan diri untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Kecuali Reyna dan Gita yang masih mematung dilokasi kejadian karena Shock.


“Reyna.. kamu nggak papa kan?” tanya Anya penuh kekhawatiran.


“Ah.. aku, aku nggak papa kak. Aku hanya kaget.” jawab Reyna yang tersadar dari shock yang dialaminya.


“Udah ya Rey jangan dipikirin. Lagian kamu juga udah minta maaf. Cuma wanita itu aja yang heboh bikin onar meskipun kamu udah berkali-kali meminta maaf sampai membungkukkan badanmu berulang kali.” ujar Anya menenangkan Reyna.


“Hoy Gita! Kenapa lu diam aja sih?!” ucap Anya menyenggol bahu Gita untuk menyadarkannya.


“Aaaaaaa!! Gue kaget banget An.. gue gak nyangka pak Revan ketawa dihadapan gue.. gue shock bangett!! Dia makin tampaannn!!” ucap Gita langsung heboh.


“Yaelah.. Gue kira lu shock karena kejadian tadi. Nggak tahunya lu malah salah fokus ke wajah pak Revan doang!” ujar Gita menyindir sahabatnya itu.


“Enak aja, gue juga shock karena kejadian itu tau. Tapi bener sih gue lebih banyak fokus ngeliat wajah tampan pak Revan. Ekspresinya itu langkaaa bangettt didapetin. Kenapa nggak gue abadiin sih tadi..” jawab Gita yang semakin hebohh


“Eh Reyna, jujur gue iri tahu! Kenapa tadi gue nggak beli minum terus gue tumpahin ke baju wanita sombong itu ya biar gue dibelain pak Revan kayak gitu.. Aaaa..!! pasti gue bakal gak bisa tidur tujuh hari tujuh malam deh!” cerocos Gita tiada henti.


“Eh knalpot bemo! Diem deh! Bukannya khawatir sama Reyna. Lu malah nyerocos sana sini gak karuan!” ucap Anya sinis.


“Aku nggak papa kok kak.. kak Anya dan kak Gita nggak usah khawatir..” Reyna menjelaskan.


“Aku malah khawatir sama nona mira itu..” lanjut Reyna yang membuat kedua sahabatnya memelototinya.


“Rey..!! ngapain kamu khawatirin wanita sombong itu! Lagian dia juga yang ngebuat masalah kecil jadi heboh dan ngebuat pak Revan marah!” ucap Gita sedikit kesal.


“Iya Rey. Nggak perlulah kamu khawatir sama orang yang nggak punya etika kayak gitu! itu semua terjadi juga karena ulahnya sendiri!” ucap Anya menambahi.


“Hmm.. iyasih kak, tapi aku cuma ngerasa nggak enak aja. Takut disalahin.” jawab Reyna mengungkapkan isi hatinya.


“Yaelah.. kagak ada yang bakal nyalahin lu Rey.. Semua orang tahu kalau lu udah mengakui kesalahan dan meminta maaf sampai segitunya. Dianya aja yang makin banyak tingkah dan bikin pak Revan murka. Inget ya Rey, jangan nyalahin diri lu atas sesuatu yang nggak lu lakuin. Okey?!” kata Gita menjelaskan.


“Hehehe.. iya kak Gita. Terimakasih banyaakk yaa kak..” ucap Reyna sambil tersenyum manis setelah mendengar penilaian sahabatnya atas kejadian yang telah terjadi.


Mendengar penjelasan Gita yang sangat masuk akal, membuat Anya angkat bicara.


“Setelah sekian lama kita sahabatan, baru pertama kalinya gue denger lu bicaranya bener dan masuk akal Git.” puji Anya atas ucapan Gita.


“Lu muji apa ngeledek si An?!” tanya Gita sedikit sensi.


“Itu pujian kali ah!” jawab Anya dengan sedikit malu-malu dan membuang muka, karena Anya bukan tipe orang yang bisa berbicara to the point kepada orang-orang disekitarnya.


“yaudah, kalau gitu kita balik ke ruang kerja yuk kak!” ajak Reyna kepada Gita dan Anya.

__ADS_1


“Hayuukk!” jawab Gita dan Anya bersamaan.


Akhirnya, mereka pun kembali ke ruang kerja dan melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Terjadinya insiden di lobi pun tersebar cepat ke seluruh karyawan di perusahaan Z dan menjadi perbincangan hangat. Tentu saja Reyna juga ikut menjadi perbincangan karena berhasil membuat iri seluruh wanita di perusahaan Z dengan membuat mereka semua ingin berada di posisinya. Walaupun itu bukan hal yang diinginkannya. Tetapi, karena hal itu Reyna jadi lumayan populer dikalangan karyawan perusahaan Z, banyak yang membicarakan kecantikan dan sikap polosnya. Namun, juga ada beberapa karyawan yang jengkel atas kepopulerannya.


__ADS_2