
"Tinka....kamu sudah pulang, mami kangen banget " ucap mami Tinka sambil berlari kecil menghampiri putrinya dan menciumi putri satu-satunya itu.
"MI.. di mana baby jane?" tanya Tinka.
"Kamu tuh mami masih kangen, malah di cuekin" ucap maminya cemberut.
"Iya mih..." ucap Tinka sambil mencium tangan maminya.
"Kamu tuh lari ke mana sih?, udah hampir 7 bulan, sampe bayimu dah umur 8 bulan tuh, suka bikin panik aja" ucap maminya sambil menggandeng tangan Tinka menuju kamar baby Jane.
"Nyonya Tinka sudah pulang" ucap mbok minah riang.
"Iya mbok, apa kabar?, terimakasih sudah bantu mami jagain baby jane ya mbok" ucap Tinka sambil tersenyum.
"Nyonya Tinka makin cantik ya nyonya mami" ucap mbok minah lagi.
"Iya dong siapa dulu maminya" ucap mami Tinka bangga.
Tinka masuk melihat putrinya yang sedang tertidur pulas dan badannya yang gemuk, menggemaskan.
__ADS_1
Tinka menghampiri putrinya.
"Putriku, my baby Jane, aku merindukanmu " ucap Tinka tertunduk ke arah box bayi dan mencium putrinya membuat baby jane terhentak menggeliat lalu tertidur kembali.
"MI.. ada yang mau Tinka omongin" ucap Tinka beralih ke arah maminya.
"Kita omongin di tempat kerja papi ya" ucap Mami Tinka mengajaknya dan Tinka mengangguk lalu mengikuti maminya.
Mereka terduduk di sofa panjang ruang kerja papinya.
"MI...papi di mana?, Tinka ingin bicara dengan papi juga soal Kevin " tanya Tinka.
"Papi mu ke jakarta, setelah tahu Kevin akan menikahimu, papi dan ayahnya Kevin bekerja sama kembali banyak proyek yang di lanjutkan, tadinya keluarga Kevin sangat membenci kita karena sikapmu yang lari itu lalu tiba-tiba mereka berubah sikapnya jadi seperti malaikat dan kabarnya Kevin membatalkan pernikahannya ingin kembali padamu demi baby Jane, papi mu seneng banget, baby Jane anugerah kata papimu" ucap Mami Tinka menjelaskan.
"Kenapa?, dia mau memaafkan mu dari kesalahan mu yang lari itu, lalu bertanggung jawab pada putrinya, dia membatalkan pernikahannya demi putrinya, dia suami yang baik" ucap mami Tinka terheran.
"Ada cerita di balik aku lari MI.. "ucap Tinka.
"Jelaskan Tinka, mungkin mami bisa memahamimu, kau putri mami satu-satunya, mami cuma ingin kamu bahagia" ucap mami Tinka memegang tangan putrinya itu.
__ADS_1
"Tinka lari karena Kevin selingkuh dengan mantan sekretaris ayahnya, dia memohon untuk tak membocorkan perselingkuhan nya karena Kevin lah ahli waris perusahaan keluarga nya, jadi aku membuat image buruk tentang diriku agar Kevin tak di salahkan, mereka memohon padaku, dia sudah berhubungan dengan perempuan itu sebelum kami menikah, apalagi keluarga nya punya alasan lain kenapa tidak menyetujui hubungan Kevin dan perempuan itu, dia bernama Luna, tiba-tiba Kevin membatalkan pernikahannya dan menemuiku di Bali kemarin, ternyata kenapa keluarga nya tak menyetujui dia menikah dengan Luna karena Luna dulu simpanan ayahnya saat Kevin masih kuliah" ucap Tinka menjelaskan semuanya.
"Hah...apakah yang kau katakan itu benar?" mami Tinka terkejut sekali.
"Iya MI...mami bisa bertanya pada Kevin sendiri " ucap Tinka meyakinkan maminya.
"Tapi Tinka, bagaimana kalau Kevin sudah mendapatkan karma, dia benar-benar ingin berubah dan kau butuh figur ayah untuk baby Jane " ucap mami Tinka.
"MI.. tak mungkin Tinka bersama Kevin lagi, aku tak mencintai nya mii...ada pria lain di hati Tinka, dan dialah yang akan Tinka nikahi" ucap Tinka.
"Tinka..." ucap maminya terheran.
Tiba-tiba ponsel mami Tinka berbunyi.
"Hallo jeng" jawab mami Tinka.
"Ada Tinka di rumah, iya boleh, ok bye.." jawabnya lagi.
"Siapa mii?" tanya Tinka.
__ADS_1
"Ibunya Kevin, nanti sore ke rumah, ada yang mau di bicarakan " jawab maminya Tinka.
"Baguslah mereka akan datang, sekalian kita bahas semuanya " jawab Tinka tegas.