AKU INGIN LARI

AKU INGIN LARI
Keputusan


__ADS_3

"Bagaimana keputusan mu Adrien?, aku siap membantumu, untuk beberapa hari ke depan?" ucap Lauren yang menghampiri Adrien di Rumah Sakit.


"Apa yang kau lakukan di sini Lauren?, apa tujuanmu selalu datang kemari?" kesal Adrien.


Lauren selalu mencari kesempatan saat mama Adrien sakit, karena mendengarkan percakapan mama Adrien, membuatnya merasa untuk ikut berperan dalam kesembuhan mama Adrien.


"Aku datang dengan maksud yang baik, hanya ingin membantumu" ucap datar Lauren.


Diana datang menghampiri mereka berdua.


"Kalian jangan berisik, mama sedang tidur" ucap Diana.


"Lauren pulanglah...bukan urusanmu!" gertak Adrien.


"Ehmmm...baiklah" Lauren malas.


"Tunggu..." cegah Diana sambil menarik tangan Lauren.


"Tunggu, lebih baik kau tetap di sini...mama mencari Adrien dan Lauren, nanti saat mama bangun bisakah kalian menemaninya sebentar, bicaralah yang manis-manis.....Lauren, kau mau membantu kami?" ucap Diana.


"Tentu saja..." Lauren girang.


"Diana...apa maksudnya?" Adrien kesal.


"Aku ingin bicara denganmu" Diana membawa Adrien ke tempat yang jaraknya beberapa meter dari Lauren.


"Aku ingin...kau dengarkan mama, di hari terakhirnya, mama hanya ingat soal Lauren, kau belum menceritakan soal Tinka...hanya sampai mama lebih baik dan bahagia saat kepergian nya, aku mohon padamu Adrien...kali ini saja" mohon Diana kepada kakak angkat nya.


"Tapi bukan dengan Lauren...dia wanita dengan sikap yang buruk...dan...aku membohongi mama di hari terakhirnya " jelas Adrien.

__ADS_1


"Tolonglah... kau tidak membohonginya, kau hanya mengabulkan permintaan mama yang terakhir dan ini hanya sebentar" pinta Diana.


"Ck...baiklah...aku ingin ini jadi rahasia kita saja, hingga mama tiada" ucap Adrien.


"Pasti...terimakasih kakakku yang tampan" Diana melenggang menghampiri Lauren dan menjelaskan rencana nya.


"Hm...Lauren...sepertinya kakakku setuju agar kalian mengabulkan permintaan mama, tapi ini hanya sandiwara ya...aku tidak ingin kau menganggap nya serius, kita lakukan sandiwara ini hingga mama pergi dengan tenang, jadi...ku mohon bantuannya" pinta Diana.


"Aku akan membantumu dan Adrien" Lauren senang sekali.


"Baiklah...aku harus kembali, anakku sudah pulang dari sekolah, aku akan menjemput nya, kalian...please...baik-baik ya demi mama" pinta Diana meninggalkan mereka berdua.


"Lauren..terimakasih mau membantu keluarga ku, tapi aku tidak ingin menjadikan ini sebagai alasan aku akan kembali lagi padamu...tidak akan pernah!, maafkan aku...aku hanya mencintai Tinka" ucap Adrien ke arah Lauren yang sedang duduk di ruang tunggu.


"Aku mengerti..." Lauren lemas.


Adrien berjalan meninggalkan Lauren di ruang tunggu dan melihat kondisi mamanya, karena Adrien mendengar rintihan dari kamar inap mamanya.


"Adrien...where's Lauren? ( di mana Lauren? )" tanya Mamanya.


"She's outside ( dia di luar )" jawab Adrien.


"Let her in ( Biarkan dia masuk )"


"Si Mama..." Adrien pun bangkit memanggil Lauren.


Lauren masuk dengan senyumnya yang sumringah.


"Hallo Mama..." sapa Lauren.

__ADS_1


"I'm happy that you are here ( Aku senang kau ada di sini )" ucap mamanya.


"Si..." jawab Lauren singkat.


"Would you married with Adrien? ( maukah kau menikah dengan Adrien )...I'll be a happy mother if you said yes ( aku akan menjadi ibu yang bahagia jika kau berkata iya )" ucap mamanya.


"yes, I will ( ya aku mau )" Lauren sangat kegirangan.


"How about you Adrien? ( Bagaimana denganmu Adrien? ) "


"Mama...anything you want, I'll do it for you ( apapun yang kau mau, akan ku lakukan )" jawab Adrien.


"Great...I'm happy to hear that ( bagus...mama senang mendengar nya ) " ucap mamanya.


"I'm assure that you get better...mama ( aku jamin kau akan lebih baik...mama )" Adrien memberikan semangat pada mamanya.


"Adrien...I wanna go home...take Lauren live with us..please...call doctor...I want my last day at home with all of you ( Adrien...aku ingin pulang...bawa Lauren bersama kita...kumohon...hubungi dokter...aku ingin hari terakhir ku di rumah bersama kalian semua )" mohon mamanya.


"Si Mama...I'll call doctor ( iya mama...akan ku hubungi dokter)" jawab Adrien.


Adrien pun keluar kamar rawat mamanya dan mencari dokter pribadi mamanya.


Di Ruangan itu hanya ada Lauren dan mamanya.


"Lauren...thank you for staying with Adrien...please..makes him happy ( Lauren...terimakasih untuk tetap bersama Adrien...tolong...buat dia bahagia )" ucap lirih mamanya.


Adrien dan dokter pun datang memeriksa mamanya, dokter menyarankan agar mama Adrien tetap di Rumah Sakit, tapi mama Adrien memaksa ingin pulang dengan berbagai konsekuensi.


Akhirnya dokter mengijinkan pulang mama Adrien esok hari, dengan syarat dalam pengawasan dokter.

__ADS_1


Lauren pun ikut pulang ke rumah mereka, Lauren merasa sangat senang, apalagi harus satu kamar dengan Adrien untuk bersandiwara.


__ADS_2