AKU INGIN LARI

AKU INGIN LARI
Menyusun Rencana


__ADS_3

Tinka sangat kebingungan, dia harus cepat menyelesaikan masalahnya dengan Kevin. Dia menunggu papinya pulang sudah tak sabar.


"Tinka...benarkah semua yang kau dan mamimu bicarakan di telepon?" Suara sosok pria ke bapak an yang masuk rumah terburu-buru menghampiri Tinka yang menggendong baby jane dan maminya lalu memeluk mereka, yang tak lain adalah papinya Tinka.


"Iya pii..itu garis besarnya" ucap Tinka sambil mengangguk.


"Pi...kita bicarakan di ruang kerja papi saja, tidak enak pegawai rumah dengar" ucap Mami Tinka pelan kepada suaminya dan putrinya.


"Tinka taruh baby Jane ke kamarnya dulu ya" ucap Tinka berjalan ke kamar babynya.


Orangtua Tinka pun menunggu di ruang kerja papinya dan Tinka masuk membuka pintu melihat papinya dan maminya sudah duduk di sofa panjang menunggunya.


"Oh Tinka...papi kangen sekali, khawatir kamu tak ada kabar, papi marah sekali dengan sikapmu mengecammu lari dan meninggalkan putrimu waktu itu, papi terlalu memanjakanmu, tapi setelah papi tahu kamu melakukan itu semua demi melindungi Kevin yang tidak bertanggung jawab dari perselingkuhan nya, papi bangga punya putri yang mampu membawa beban berat sendirian, tapi tetap sikap mu itu salah, coba kamu ceritakan semuanya kepada mami dan papi, takkan panjang sekarang masalahnya, soalnya ada yang harus papi juga beritahukan ke kamu" ucap papinya lega.


"Maafkan Tinka ya pi...lari dan tidak terbuka, tapi saat itu pikiran Tinka tidak jernih dan panik, apalagi Kevin memohon-mohon agar tak membocorkan perselingkuhan nya kepada siapa pun, dia lah ahli waris perusahaan keluarga nya, aku tak berani bicara pada papi yang sebenarnya nanti akan membuat papi emosi ke keluarga Kevin dan melaporkan tindakan Kevin pada Tinka, bisa-bisa hancur semua, Kevin akan membenciku dan di usir oleh keluarganya, pikiranku kalut saat itu, apalagi Tinka berpikir Kevin masih ayah baby Jane dan saat itu Tinka mencintai nya pii" balas Tinka menyesal.


"Apa bedanya sekarang Tinka?!!, Masalahnya semakin besar, ada yang ingin papi beritahukan, Ayah Kevin Pak Wijaya, waktu itu datang ke kantor papi dengan wajah ramah dan baik, dia bilang akan memaafkan semua sikapmu dan Kevin akan bersamamu demi cucunya, asalkan papi memberikan 70% saham untuk pembangunan mall di Jakarta, papi merasa senang mendengarnya Kevin mau membatalkan pernikahannya demi anak dan cucu papi, dan mereka bak malaikat bicara akan memaafkanmu lalai sebagai ibu dan melupakan semuanya, asal papi setuju bekerja sama dengan mereka, tak habis pikir karena rasa bersalah dan malu atas sikapmu papi menyetujuinya, dengan syarat yang papi ajukan bahwa Kevin harus bersama denganmu lagi dan memaafkanmu, papi tidak tahu cerita sebenarnya jadi papi pikir, tak ada salahnya demi baby Jane bisa bersama ayahnya dan kamu kembali pada Kevin, tapi pengacara papi bilang ahli waris perusahaan papi sudah atas nama mu Tinka jadi tidak semudah itu, keluarga Kevin mengambil 70% saham kita, harus ada tanda tanganmu Tinka bahwa kamu menyetujuinya" ucap papi Tinka bercerita menjelaskan.


"Syukurlah" ucap maminya Tinka lega.


Tinka pun tersenyum lega mendengarnya.

__ADS_1


"Mendengar pengacara papi bicara seperti itu, membuat pak Wijaya geram, dia bicara pada papi akan mencari Tinka dan cepat mempersatukan dengan Kevin alasannya demi cucunya juga, itu sebabnya Kevin mencarimu, papi menyetujui semua yang pak Wijaya ucapkan, kemarin saja di Jakarta survey lahan untuk mall dan sudah ada pembangunan 20%, sepertinya mereka butuh saham kita untuk membantu pembangunan mall tersebut, sekarang papi tahu semua kebenarannya akan papi bantu kamu sebisa mungkin dan menolak rencana keluarga Kevin" ucap papi Tinka mengusap rambut putrinya.


"Berarti dengan menolak Kevin, kita sudah aman 70% saham perusahaan papi tidak jatuh ke tangan keluarga Kevin, dan aku bisa hidup bahagia dengan pria pilihan Tinka bukan dari perjodoh an lagi" ucap Tinka lega.


"Tapi menurut mami tidak semudah itu Tinka...ingat kemarin ibu nya Kevin mengancam akan mengambil baby jane dengan cara apapun, alasannya karena kamu di anggap lalai sebagai ibu membesarkan anak, mereka keluarga licik, pasti akan melakukan apa saja, apalagi perselingkuhan Kevin kita tidak ada bukti apapun" ucap mami Tinka.


"Iya MI...Tinka pun berpikir begitu, sekarang Tinka tahu kenapa Kevin begitu ambisius ingin bersama Tinka lagi karena demi 70% saham perusahaan kita, dan pasti mereka akan melakukan segala cara, ayah Kevin pasti mengancamnya soal ahli waris agar Kevin mendapatkan Tinka kembali" ucap Tinka kesal.


"Lalu kita harus bagaimana?" tanya mami Tinka.


"Papi bisa carikan pengacara terbaik untuk baby jane " ucap papinya membantu.


"Tinka harus mencari Luna, selingkuhan Kevin, pasti dia bisa membantu Tinka, diapun pasti sakit hati dengan sikap keluarga Kevin semena-mena terhadapnya, dia bisa menjadi saksi bahwa mereka berselingkuh dan baby jane bisa tetap bersama Tinka" ucap Tinka bersemangat.


"Apa kau tahu di mana Luna?" tanya mami Tinka lagi.


"Papi bisa bantu cari informasi nya Tinka, papi akan suruh bawahan papi mencari info tentang perempuan bernama Luna " jawab papinya.


"Terimakasih pi..aku tahu apartment Luna, tapi tidak mungkin dia masih tinggal di sana, pasti banyak teror dari keluarga Kevin " balas Tinka.


"Sebenarnya kasihan Kevin, hanya alat ayahnya dan di khianati ayahnya sendiri ternyata wanita yang di cintainya bekas selingkuh an ayahnya, pasti dia terpukul sekali" ucap mami Tinka tiba-tiba.

__ADS_1


"Tapi salah Kevin sendiri, laki-laki tidak punya pendirian, di jodohkan mau demi ayahnya agar bekerja sama dengan perusahaan papi, di suruh-suruh mau demi ahli waris, padahal mencintai wanita lain tak lain mantan ayahnya, dia mau-mau saja, dia menyia-nyiakan Tinka ku, yang mencintai tulus dan punya anak lucu, itulah karma nya laki-laki yang tidak punya pendirian " ucap papi Tinka kesal.


"Sudahlah..untuk saat ini Tinka tak mau membicarakan Kevin dan tak mau bersamanya, terlalu sakit" ucap Tinka sambil tersenyum.


"Ceritakan tentang kekasih barumu Tinka, mami papi ingin dengar" ucap Mami Tinka bersemangat.


"Hah...kamu sudah punya kekasih?, ko papi ga di beri tahu, coba ceritakan" balas papinya.


Tinka tersenyum dan mengingat soal Adrien, aku sangat merindukanmu Adrien, apa yang kamu lakukan di sana?, batin Tinka.


"Ayo ceritakan " ucap maminya lagi ingin tahu.


"Dia seorang chef dari Italy, mempunyai cafe di Bali dan dia baik sekali terhadap anak-anak, dia selalu memberikan sebagian penghasilan nya untuk anak-anak yatim, dia menjaga Tinka dengan baik, memberi makan, melindungi Tinka, bahkan saat Tinka ceritakan soal baby Jane dia tidak marah dan antusias sekali, bagi Tinka dia calon ayah yang baik untuk baby Jane" ucap Tinka memerah.


"Papi bersyukur kamu bertemu laki-laki yang baik Tinka" jawab papinya.


"Mami ingin bertemu Adrien, Tinka " ucap maminya.


"Saat ini Tinka harus fokus tentang Kevin dan baby jane dulu mii, setelah itu aku ajak Adrien ke rumah" jawab Tinka senang.


Aku akan selesaikan semuanya secepatnya dan segera bertemu Adrien, batin Tinka.

__ADS_1


__ADS_2