AKU INGIN LARI

AKU INGIN LARI
Marry me


__ADS_3

Adrien pun ikut ke kota Tinka, Tinka mengajaknya berkeliling.


Tinka tinggal di rumah mewah bersama putrinya, Adrien begitu terpukau melihat rumah pribadi milik Tinka.


Adrien menjadi semakin dekat dengan Jane, mereka selalu bertiga.


"Om Adrien....aku suka om Adrien ikut ke sini"


"Aku juga suka bersama kalian, tapi mami sibuk sekali di kantor" jawab Adrien kepada Jane.


"Iya makanya, aku suka ada om Adrien, aku selalu di tinggal mami di rumah sendiri sama pengasuh, tapi hari ini papa akan jemput Jane, jadi om Adrien di temani mami ya"


"Baiklah Jane..." jawab Adrien.


Tidak lama Kevin datang ke rumah Tinka untuk mengambil Jane.


"Hallo Adrien...Jane cerita banyak tentangmu" ucap Kevin.


"Dia anak yang manis, oh iya Kevin...aku bisa meminta tolong padamu?"


"Bisa...tentu bisa, apa yang bisa ku bantu?" tanya Kevin.


"Aku ingin melamar Tinka menjadi istri ku, bantu aku mencari ring yang cocok untuknya, aku tidak tahu tentang kota ini, dan Tinka sibuk bekerja" beber Adrien.


"Wah...itu sangat bagus sekali...Akan ku antarkan, tapi kita antarkan Jane ke sekolah dulu ya, setelah itu, aku bawa kamu ke tempat terbaik penjual perhiasan, oh iya...kenapa kau tidak ajak dia untuk candle light dinner? aku akan reservations tempat untuk kalian berdua" ucap Kevin.


"Terimakasih Kevin"


"Tenang saja...tidak perlu sungkan"


Adrien pun ikut dengan Kevin ke sebuah tempat penjual perhiasan, semua mata tertuju pada dua pria gagah yang asik memilih perhiasan. Dan Kevin mengajak Adrien datang ke sebuah hotel untuk memesan kejutan candle light dinner bersama Tinka.


Setelah selesai dengan urusan mereka, Kevin mengantarkan Adrien ke tempat Tinka.


"Terimakasih Kevin" Adrien pun turun dari mobil Kevin dan memasuki rumah Tinka.


"Good luck..." seru Kevin.


Aku akan mengabarkan ke semuanya, batin Kevin sembari pergi meninggalkan Adrien.


Adrien terkejut melihat Tinka sudah ada di rumah.


"Apa yang kau lakukan dengan Kevin ?" tanya Tinka.


"Kami hanya berkeliling, aku bosan di rumah" Adrien beralasan.

__ADS_1


"Jane tadi ikut Kevin" lanjut Adrien mengalihkan.


"Iya jadwal Kevin bersama Jane minggu ini" jawab Tinka.


"Apa kau lelah hari ini?, bagaimana kalau kita mandi bersama? setelah itu, aku ingin kita candle light dinner di suatu tempat" ajak Adrien.


"Mandi bersama?, Adrien....kamu ya!"


"Please...." bujuk Adrien.


"Hmmm...ok" jawab singkat Tinka.


Adrien pun mengangkat tubuh Tinka, dan melepaskan pakaian Tinka satu persatu.


Adrien mempersiapkan bathtub yang sudah di isi air hangat dengan sabun serta aroma therapy.


Tinka masuk terlebih dahulu dan Adrien melepaskan pakaian nya dan menyimpan cincinnya diam-diam.


Adrien memeluk tubuh Tinka dari belakang.


"Apa kau bahagia di sini?" tanya Tinka.


"Di manapun asal bersama denganmu" jawab Adrien.


"Aku senang bersamamu juga...semoga selamanya" ucap Tinka.


"Adrien...ada hal baik yang mau ku sampaikan padamu" ucap Tinka.


"Tentang apa?"


"Hari ini, aku mengadakan meeting di kantor, aku memiliki rencana membuat beberapa Villa di Bali, jadi aku bisa tinggal di sana denganmu, karena beberapa hari ini, aku berpikir, kau tidak mungkin menutup cafe mu demi aku, jadi aku ingin kita tinggal di Bali semuanya, aku, kamu dan Jane"


"Wow great...trimakasih Tinka, ini kabar yang baik...aku sangat senang" balas Adrien.


"Desy temanku pun tinggal di sana bersama suaminya Robert, jadi ku pikir tidak ada salahnya"


"Oh iya soal Robert, bagaimana dia bisa bersama Desy?, bukankah Robert menyukai mu?" tanya Adrien penasaran.


"Aku melanjutkan project papa ku membuat mall di Jakarta, dan Desy bekerja untukku, aku memberikan pekerjaan untuknya ke Jakarta untuk mengawasi project itu, dan dia menginap di tempat Robert menginap, awalnya Robert selalu bertanya tentangku tapi setelah beberapa lama mereka sering berdua dan menjalin asmara, begitulah ceritanya" jelas Tinka.


"Hmmmm....syukurlah...bagaimana pekerjaan mu di sini?, kalau kau ke Bali bersama ku?" tanya Adrien lagi.


"Luna akan handle di sini, aku membuka cabang di Bali, mungkin beberapa bulan sekali aku berkunjung ke sini, mengunjungi orang tuaku juga, aku belum memberitahukan rencanaku ini kepada mereka, tapi aku yakin mereka akan setuju" beber Tinka.


"Aku senang mendengar nya, karena hari ini adalah hari terbaik, sebagai imbalan nya, aku mau ajak kamu candle light dinner malam ini, bagaimana?" ajak Adrien.

__ADS_1


"Di mana?, memang kau tahu daerah sini...haha" ledek Tinka.


"Kau meremehkan ku....ya sebenernya Kevin sedikit membantu ku"


"Wah aku tidak sabar...ayo kita bersiap" seru Tinka.


"Tunggu...karena kamu sudah meremehkan ku, jadi harus ku beri hukuman..."


Adrien menggelitik tubuh Tinka di dalam bathtub.


Mereka pun bermesraan di dalam bathtub.


Setelah selesai mandi berdua, mereka bersiap pergi untuk candle light dinner.


Adrien membawa Tinka ke tempat yang sudah di pesan Kevin sambil membawa cincin untuk melamar Tinka.


Makanan pun datang, alunan musik yang lembut menemani dinner mereka.


"Tinka...apa kau bahagia bersama ku?" tanya Adrien.


"Iya tentu saja"


Beberapa waitress datang menghampiri mereka dengan membawa bunga yang besar beserta cincin yang sudah di rencanakan Adrien untuk melamar Tinka.


Tiba-tiba Adrien bersujud di hadapan Tinka.


"Will you marry me?" tanya Adrien sembari memberikan cincin yang sudah dia siapkan.


Tinka bangkit dan tersipu menutup wajahnya, Tinka pun mengangguk setuju.


Semua bersorak.


Adrien mengangkat tubuh Tinka lalu memeluknya.


Akhirnya Tinka dan Adrien pun mengumumkan rencana pernikahan mereka kepada keluarga, kerabat dan orang-orang terdekat mereka.


Mereka akan melaksanakan pernikahan di dua tempat di Bali dan di Medan dengan sangat mewah.


Semuanya berbahagia dengan pernikahan mereka.




Selesai juga cerita Tinka ; Aku ingin lari....terimakasih buat para pembaca yang sudah memberikan support, like dan comments🥰

__ADS_1



Jangan lupa baca novel karyaku yang lain ya❤️


__ADS_2