AKU INGIN LARI

AKU INGIN LARI
Kemalangan


__ADS_3

"Maafkan aku Robert...kemarin aku tidak bisa makan malam denganmu" ujar Tinka.


"Its ok...kan malam ini kau sudah menggantinya" balas Robert.


"Terimakasih kemarin kau sudah mengantarkanku" ucap Tinka.


"Im happy to help you...Tinka...can i ask you something?" Tanya Robert dan Tinka mengangguk.


"Apa kau masih berhubungan dengan koki dari Italia itu?" tanya Robert.


"Adrien?...iya aku masih bersamanya" jawab Tinka.


"Hmmm....boleh bertanya satu lagi pertanyaan" ucap Robert.


"Kau ingin bertanya soal apa Robert?"


"Kenapa kau ke Jakarta?, aku sangat penasaran, I'm so curious...I'm sorry..." ucap Robert.


"Aku tidak tahu akan memberitahukan mu atau tidak...ini berhubungan dengan Kevin" jawab Tinka.


"Kevin?...ex your husband?" tanya Robert.


"Yup"


"Why?"


"Dia ingin menikah denganku lagi karena alasan bisnis, dan akan merebut putriku jika aku tidak menikah dengannya, aku adalah ibu yang buruk...dia akan menjadikan alasan itu untuk merebut putriku...aku datang ke Jakarta adalah mencari Luna, selingkuhannya, aku ingin Luna bersaksi memberatkan Kevin agar tidak mendapatkan yang dia inginkan, dia tidak bisa menikah dengan ku dan tidak bisa merebut putriku...aku sudah bercerai dengannya, tapi dia ingin menikah kembali dengan ku karena perintah ayah nya, dan mengajukan pengambilan hak asuh putriku" jelas Tinka.


"What?!...such a selfish..." gerutu Robert.


"That's why....aku harus berhasil" balas Tinka.


"Tinka...If you need something I can help you, and..."


"Thank you Robert" jawab Tinka.


"Tinka....I I hmm...I like you" Robert terbata-bata.

__ADS_1


"I'm sorry" jawab Tinka tersenyum ke arah Robert.


"I will make you happy" Robert tidak menyerah.


"I know...kamu adalah pria yang baik Robert, tapi aku memiliki Adrien, walaupun..."


"Kenapa?" tanya Robert.


"Sudah beberapa minggu ini, aku tidak bisa menghubungi nya, dia berada di Italy, itu terakhir kami berkomunikasi...aku tidak tahu apa yang membuat nya tidak bisa menghubungi ku? nahksn aku sulit menghubunginya" beber Tinka.


"Jika Adrien sudah menyerah padamu, aku ingin ada di samping mu dan membantumu sebisa ku" ucap Robert.


Drrt! Drrt!


Ponsel Tinka bergetar.


"Sebentar aku harus mengangkat nya" ijin Tinka pada Robert.


"Yeah sure" Robert merasa sedikit kecewa pengakuan cintanya terpotong bunyi ponsel Tinka.


"Hallo..." jawab Tinka.


"Bisa bisa...kapan?" Tinka bersemangat.


"Malam ini, di cafe X..."


"Aku akan segera ke sana!" jawab Tinka.


"What?!" Robert pun bertanya-tanya melihat Tinka bergegas.


"Robert...can you help me?..."


"Yes, I can!"


"Antarkan aku ke cafe X, Luna ingin bertemu denganku" ucap Tinka.


"With my pleasure..."

__ADS_1


Robert dan Tinka pun segera pergi meninggalkan restoran mewah yang di pesan Robert.


Mereka segera menuju ke swbuah cafe yang di tunjukkan Luna.


"Hallo Des, Luna tadi telepon..sekarang aku akan menemui Luna di antarkan Robert..." Tinka menghubungi Desy yang berada di hotel.


"Benarkah?!, good luck Tinka...jangan lupa kau rekam semua percakapan mu dengan Luna menggunakan ponsel" ucap Desy.


"Iya aku mengerti..."


Robert dan Tinka sampai di sebuah cafe yang di tujukan Luna.


Tinka mencari-cari dan menemukan seorang wanita yang wajahnya sangat tidak asing, yaitu Luna perempuan yang pernah dia temui sedang bermesraan dengan mantan suaminya yaitu Kevin.


"Luna..." sapa Tinka.


"Iya...aku ingat padamu...kau istri Kevin, saat itu kau menemukan kami sedang berdua" ucap Luna.


"Vira sudah memberitahukan semuanya, aku tidak tahu bisa membantumu atau tidak, tapi..." lanjut Luna.


"Tapi...."


"Ada satu hal yang ingin ke beritahukan" ucap Luna.


"Beritahukan padaku...apapun...kita adalah korban Kevin, tolonglah bantu aku atau putriku akan di ambilnya" mohon Tinka.


"Ayah Kevin adalah mantan boss ku, dan aku sekretaris nya, dia pernah melecehkan ku, dan aku terpaksa memenuhi hasrat nya, aku menangis ketakutan tapi, aku tidak berani bercerita kepada siapa pun, ayah Kevin sering mengancamku, hingga suatu hari Kevin pulang dari kuliahnya di luar negeri, dia melihat ku menangis di tangga exit darurat, kami pun sering bertemu diam-diam, aku dan Kevin menjalin asmara, Kevin mengajukan kepada ayahnya agar aku menjadi sekretaris pribadi nya, tapi ayahnya menolak, tapi Kevin tidak menyerah, aku menutupi perbuatan ayahnya padaku dari Kevin, akhirnya Kevin berhasil membujuk ayahnya agar aku menjadi sekretaris pribadi Kevin, hingga hubungan asmara kami terbongkar, aku di keluarkan dari perusahaan ayahnya, dan ayahnya mengancam Kevin untuk menjauhiku, aku di belikan apartment oleh Kevin secara diam-diam agar kami bisa bertemu, dan Kevin menikah denganmu Tinka atas perintah ayahnya, hingga kau memergoki kami berduaan di apartment kami, lalu kau pergi menghilang, Kevin membuat issue bahwa kau Tinka bukan istri yang baik, kau meninggalkan putrimu, melarikan diri dengan laki-laki lain, Kevin leluasa menceraikanmu, hubungan kami aman dan tenang...hingga suatu hari, Kevin ingin menikah denganku, aku sangat takut saat itu, jika aku iya kan, aku harus bertemu keluarga nya terutama ayahnya, tapi jika aku menolak menikah dengannya, dia lelaki yang ku cintai, akhirnya rasa cintaku mengalahkan ketakutan ku, aku setuju akan menikah dengannya, dan Kevin membawaku ke keluarga nya...sesuai dugaanku, mereka menolak keras keinginan kami menikah, ayahnya murka dan berterus terang bahwa aku lah perempuan murahan, aku adalah simpanan ayahnya, ayah Kevin berbicara di depan kami semua ada Kevin dan ibunya, aku sangat malu dan merasa rendahan...aku hanya mematung terdiam kelu, Kevin membawaku pulang dengan tatapan jijik kepadaku, hingga dia tidak pernah muncul di hadapan ku lagi...2 minggu kemudian aku di larikan ke Rumah Sakit, aku pingsan di apartment ku, ternyata dokter bilang aku hamil, Kevin tidak bisa di hubungi, hanya kata-kata terakhir dari pesannya yang masuk ke dalam ponselku..


~ Pesan Kevin untuk Luna ~


- Wanita ****** menjijikan, jangan pernah menghubungi ku, aku akan mencari mantan istriku Tinka dan menikah dengannya demi putri kami, kau wanita rendahan, segera enyah menjauh, jika kau masih berada di dekat kami, tidak segan aku akan membunuhmu, aku tidak ingin kau ikut campur dalam pernikahan kami, pergilah...-


"Itulah pesan terakhir Kevin, setiap hari ada teror datang ke apartment ku, mengancam dan mengusirku dalam keadaan hamil, sekarang kehamilanku sudah 4 bulan...aku tidak ingin berurusan dengan keluarga jahat itu, nasibku yang malang bertemu dengan mereka, tapi saat Vira bercerita jika kau pun ingin menolak menikah dengan Kevin, aku....aku...bersedia membantumu, tapi dengan satu syarat" papar Luna.


"Apapun syarat nya, akan ku penuhi...sebelum nya aku turut bersedih dengan apa yang terjadi padamu, aku ingin kita melawan mereka, Kevin tiba-tiba datang ke Bali mengajakku menikah kembali dengan alasan putri kami, tapi kami tahu, itu adalah pernikahan bisnis, dan aku sudah tidak mencintai nya" ucap Tinka.


"Laki-laki brengsek" gumam Robert yang ikut mendengarkan cerita Luna.

__ADS_1


"Syaratku adalah...Aku butuh perlindungan untukku dan calon bayiku...itu saja" ucap Luna.


"Aku setuju...terimakasih sudah membantuku...aku menginap di hotel ini, besok aku akan menjemput mu, kau boleh tinggal bersama keluarga ku, untuk perlindungan mu" ucap Tinka.


__ADS_2