
~ Hotel milik Robert ~
"Hallo Mami...ayo cepat pulang ke apartment, sudah mau sore, kita kan sudah janji sama Om Adrien mau ke pantai" Jane merengek di telepon.
"Iya...iya...mami sebentar lagi selesai, sudah ya Jane, mami tutup teleponnya" jawab Tinka kepada putrinya.
"Siapa?" tanya Desy kepada sahabatnya.
"Biasa anak manja itu" singkat Tinka.
"Terimakasih ya Tinka...sudah bantu aku buat dekorasi tempat ini " peluk Desy kepada sahabatnya.
"Kamu juga sudah banyak bantu aku Des, aku senang kalau kamu bahagia" ucap Tinka.
"Oh iya...katanya Kevin dan Luna landing sore ini, tadi telepon aku, jadi aku siap kan kamar untuk mereka" lanjut Desy.
"Benarkah?!!...akhirnya mereka bersatu, aku sangat senang Kevin meninggalkan keluarga nya dan memilih Luna bersama bayinya, bagaimana pun Kevin adalah ayah Jane, dan aku senang dia berubah menjadi ayah yang baik untuk anak-anak nya" beber Tinka.
"Benar...Kevin sudah menikahi Luna, aku juga bentar lagi, kamu bagaimana? carilah laki-laki Tinka, kamu cantik, mapan...jangan selalu sibuk dengan pekerjaan, kamu sudah menjadi ibu direktur, aku dan Luna pun bekerja di perusahaan kamu, setiap hari kita lihat kamu sibuuuuk terus" ucap Desy.
"Aku masih mencintai Adrien...oh iya soal Adrien...sore ini, aku dan Jane mau ketemu dia di pantai"
"Kamu ketemu dia?"
"Iya tadi pagi aku ajak mama, papa dan Jane, makan di cafe nya...Adrien menghampiri meja kita dan ternyata Adrien sudah pernah bertemu Jane, inget gak kemarin Jane tersesat, kamu yang nemuin, kamu bilang dia sama cowok ternyata itu Adrien...Jane dekat banget sama Adrien dan mereka janjian sore ini mau lihat sunset di pantai dekat apartment kita, terus Adrien ajak aku untuk ikut"
"Wow...really?!!!..."
"Iya Des, tapi aku takut, gimana kalau Lauren tahu, aku dan Adrien ketemu?" Tinka lesu.
"Iya juga ya...tapi kamu seneng kan?" ledek Desy.
"Iya seneng...seneng banget...I'm so happy to meet him, tapi kan...."
"Udah tenang aja...temuin aja, anggap aja sebagai ucapan perpisahan terakhir" jelas Desy.
"Iya...tapi..."
"Tinka...gak ada salahnya kamu ngomong sama Adrien...soal Lauren...kalau dia sampai nyentuh kamu, dia berhadapan sama aku...kamu kan gak salah Tinka...dia yang pelakor, pacar orang di embat, dasar edan..." Desy emosi.
"Tapi kan mereka sudah menikah, Des"
__ADS_1
"Iya tapi bicara aja baik-baik, lagian Jane seneng banget kan ketemu Adrien juga"
"Iya sih...ya udah aku mau langsung ke apartment jemput Jane...aku khawatir Adrien dah nungguin" jawab Tinka.
"Iya udah sana..."
Tinka pun meninggalkan Desy dan memesan Taxy ke Luxury apartment.
Sampailah Tinka di Luxury apartment dan melihat Adrien duduk di Lobby apartment.
Adrien bangkit melihat Tinka masuk ke dalam Lobby apartment.
"Tinka...kamu dari mana?" tanya Adrien.
"Hmmm....aku dari hotel milik Robert, ada sesuatu yang harus aku kerjakan....oh iya, apa kau sudah lama menunggu kami?" tanya Tinka.
Dari hotel Robert, tentu saja...Tinka akan menikah dengannya, pasti mereka sedang mempersiapkan nya, batin Adrien.
"Uhmmm...belum lama kok" jawab singkat Adrien.
"Aku jemput Jane dulu ya, apa kau mau ikut?" ajak Tinka.
Mereka memasuki lift berdua dan terasa sangat canggung.
"Hmmm...."
"Iya..."
"Apa kau menyewa di apartment mu yang lama?" Adrien mencoba berbicara.
"Tidak....tempat itu sudah di sewa orang lain, aku menyewa di tempat yang lebih luas karena ada mama papaku, sebetulnya 1 lantai di atas apartment mu, Adrien" jawab Tinka.
"Benarkah?...aku tidak tahu" senyum tipis Adrien.
"Yup...ini dia lantainya"
Pintu lift pun terbuka dan Tinka keluar di ikuti Adrien.
Tinka mengetuk apartment yang mereka sewa, dan tidak lama mama Tinka yang membukakan pintunya.
"Hallo Tante dan Om..." sapa Adrien.
__ADS_1
"Wah...ada Adrien, Jane sudah nunggu dari tadi, berisik sekali, dia merengek terus" ucap mama Tinka.
"Oma...." teriak Jane dari dalam ruangan apartment itu.
"Ayo masuk dulu Adrien" ajak Tinka.
Adrien pun masuk mengikuti Tinka.
Mama Tinka dan papa nya tersenyum melihat mereka dan mengedipkan mata.
"Lho...kok om Adrien masuk....om Adrien ayo kita langsung pergi saja!" Jane berlari menarik tangan Adrien.
"Jane....mami ganti baju dulu sebentar, baju mami basah oleh keringat" ucap Tinka kepada putrinya.
"Mami...jangan lama-lama"
Adrien menghibur Jane yang sedang cemberut.
"Jangan cemberut dong...tar gak imut lagi" ledek Adrien.
"Om Adrien...aku mau nanya" ucap Jane.
"Mau nanya apa?"
"Om kan bule...ko bisa bahasa indonesia sih?" tanya polos Jane.
"Om udah lama di sini, dulu mami Jane berteman sama Om, banyak ajarin om tentang Indonesia" jawab Adrien.
"Hah...mami?!!..om berteman sama mamiku?"
Adrien mengangguk.
"Om sudah punya pacar belum?"
"Om tidak punya pacar"
"Baguslah...om mau gak jadi papa Jane?, nanti kan papa Jane jadi banyakkkk, ada papa Kevin, papa...."
"Jane...husst, ayo kita berangkat!" Tinka menutup mulut Jane.
Mereka bertiga pun pergi ke pantai untuk melihat sunset.
__ADS_1