
"Adrien...mama sudah tidur di kamarnya" Diana masuk ke kamar Adrien.
"Lauren...kau bisa tidur denganku" lanjut Diana mengajak Lauren berpindah ke kamarnya.
Lauren dengan malas beranjak dari kamar Adrien.
Adrien sangat lelah karena perpindahan mamanya dari Rumah Sakit ke rumahnya.
Dia merebahkan badannya dan mulai terlelap, tapi sekilas dia melihat ke arah ponsel nya yang selalu dia charge tapi tidak pernah dia lihat, dia tiba-tiba sangat ingin melihat ponselnya.
Adrien melihat ada pesan dari Tinka, tanpa pikir panjang dia pun langsung membuka pesan dari Tinka.
- Pesan Tinka untuk Adrien -
"Adrien...aku tidak tahu harus berkata apa?, hari ini adalah hari kebahagiaan ku, karena aku mendapatkan hak asuh putriku, entah kau ingin mengetahui nya ataupun tidak, tapi...aku berharap kau tahu, bahwa kemenangan ku membuat Kevin tidak bisa menikah denganku...dan...hari ini pun hari kesedihan ku, aku mendengar kau akan menikah dengan Lauren...semoga kau selalu bahagia dengannya, sulit sekali menghubungi mu, mungkin memang kau bukan di takdirkan untukku...aku meminta maaf padamu, jika aku bukan yang terbaik untukmu..." Love Tinka.
Sungguh terkejut dia membacanya, dia langsung bangkit dan berlari ke kamar Diana.
Dia tahu pasti, ini pasti perbuatan Lauren.
"Lauren..." Adrien memanggil Lauren.
Diana pun keluar dari kamarnya.
"Ada apa Adrien?, kau terlihat kesal...jangan terlalu berisik...mama dan anakku sudah tertidur" ucap Diana.
"Di mana Lauren?...aku ingin berbicara padanya" sergah Adrien.
"Aku panggil sebentar"
Lauren pun keluar sudah menggunakan piama tidurnya.
__ADS_1
"Ada apa Adrien?"
"Aku ingin bicara padamu, bisa kita keluar?" ucap Adrien.
Lauren pun mengikuti Adrien dan berbicara di luar rumahnya.
"Ada apa?"
"Apa yang kau katakan pada Tinka?!!!..." Adrien kesal dan marah.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya..."
"Apa kau gila?!!, sudah ku duga itu adalah ide buruk bersandiwara denganmu" Adrien kesal.
"Aku tidak sengaja mengatakan nya...maafkan aku, aku mohon..."
"Pergi Lauren...sekarang juga!!!, aku tidak ingin melihatmu lagi!!!"
"Adrien ada apa?" Diana melihat Adrien.
"Sungguh ide yang buruk, rencana kita soal pernikahan palsuku dengan Lauren"
"Maafkan aku...jika ada hal buruk yang terjadi, tapi jelaskan ada apa?" tanya Diana semakin penasaran.
"Lauren memberitahukan Tinka soal pernikahan itu, aku dan Tinka sepertinya sudah tidak bisa bersama, aku coba menghubungi nya tapi nomor nya sudah tidak aktif" jelas Adrien.
"Damn...I'm so sorry..." keluh Diana.
"Adrien..." Suara lirih mamanya memanggilnya.
Adrien berlari dan melihat Lauren menangis di samping mamanya.
__ADS_1
"Kau...pergi!!!" Adrien murka dan menunjuk ke arah Lauren.
"Adrien...no...Lauren said you break her heart, i don't like it, Adrien ( Adrien...jangan...Lauren bilang kau hancurkan hatinya, mama tidak suka, Adrien" lirih mamanya.
Lauren...kau sengaja, pikir Adrien kesal.
"She is a bad woman mama...trust me ( dia wanita jahat mama...percaya padaku )" jelas Adrien.
Tiba-tiba bunyi elektrokardiograf (EKG) milik mamanya berbunyi.
Adrien panik dan memanggil Diana, mamanya merasa sesak dan tiba-tiba napasnya terhenti.
"No mama...mama..." Adrien dan Diana histeris bersama an.
Lauren hanya mematung melihat tangis mereka.
Adrien melihat ke arah Lauren dan menariknya.
"Keluar!!!! pergi kau...go to hell!!!" Adrien sangat kesal dengan Lauren dan menariknya keluar dari pintu.
"I'm sorry...I'm sorry..." Lauren menangis di depan pintu rumah mereka.
Diana membuka pintu dan melempar tas Lauren dan mengenai wajahnya.
"Pergi kau!!!" rutuk Diana.
"Diana...I'm sorry..."
Malam itu menjadi malam terakhir Adrien dan Diana bersama mamanya.
Setelah kejadian itu, Lauren tidak pernah muncul lagi di kehidupan Adrien.
__ADS_1
Bahkan Adrien pun tidak bisa menghubungi Tinka.