
"Hallo..."
Suara berat seorang wanita yang mengangkat telepon Tinka.
"Hmm...selamat siang, apakah anda pemilik rumah susun yang di sewakan?" tanya Tinka.
"Oooo...calon penyewa ya"
"Hmm...sebenarnya bukan, tapi saya ingin bertanya sesuatu" jawab Tinka.
"Siapa ini?" tanya seorang wanita di dalam telepon.
"Maaf....apa kau mengenal seseorang bernama Luna?" ucap Tinka.
"Luna...tentu dia sepupuku" Suara riuh di dalam telepon, dan ada Suara wanita yang lain.
"Kenapa mencariku?" tiba-tiba Suara wanita yang ada di dalam telepon berubah, Suara wanita yang lain.
"Luna...inikah Luna?" ucap Tinka.
"Iya....aku Luna, siapa kau?" tanya Luna.
Tinka kegirangan, dia berharap misinya berhasil.
"Boleh kita bertemu, ada yang ingin ku sampaikan " ucap Tinka.
"Aku bertanya padamu....siapa kau?!" tegas Luna.
Bagaimana kalau aku membuka identitas ku?, apa Luna akan melarikan diri lagi, apabila berhubungan soal Kevin, batin Tinka.
"Aku....hm...teman lamamu" ucap Tinka kebingungan.
"Siapa?" tanya Luna lagi.
"Ada yang mau ku bicarakan penting, penting sekali....soal hidupku" ucap Tinka.
"Hai!!!...kau mau iseng ya denganku?...dasar ga jelas!!!" Hardik Luna dan menutup teleponnya.
"Hallo...hallo...."
"Kenapa?, gimana?" Desy penasaran.
"Tadi pertama orang yang mengangkat telepon nya adalah sepupunya, pemilik tempat ini, lalu Luna...tapi aku harus bagaimana?...apakah ku jelaskan saja maksudku...tujuanku...tapi dia akan melarikan diri lagi jika berhubungan dengan Kevin, aku harus gimana Des?" tanya Tinka.
"Biar...aku yang telepon, dengan alasan mau menyewa tempat ini, dan ajak bertemu sepupunya, pakai nomor ku saja, kau tenang saja" Desy menenangkan sahabatnya yang panik.
Desy pun mulai menelepon nomor yang terpampang di pintu rusun kosong itu.
"Hallo..." ucap Desy.
"Iya, siapa lagi ini?" tanya seorang wanita itu.
"Maaf saya mau menyewa rusun ini, boleh kita bertemu, untuk serah terima kunci dan berunding soal harganya?" ucap Desy.
"Hai...apa kau tadi yang menelepon kami?" ucap wanita lainnya yaitu Luna.
"Tidak...bukan...saya baru pertama menelepon nomor ini" ucap Desy.
"Baiklah...kita bisa bertemu...di cafe X jam 20.00 malam ini, bagaimana?" tanya wanita di dalam telepon.
"Baiklah, saya akan datang" ucap Desy dan menutup teleponnya.
__ADS_1
"Tinka...kita bisa bertemu dengannya malam ini" ucap Desy senang.
"Eh...tapi, bukannya kau ada janji dengan Robert?" lanjut Desy.
"Ah iya...aku lupa, tapi tujuanku ke sini ingin menyelesaikan masalah ku dengan Kevin soal baby Jane dan misiku bertemu Luna, bukan bertemu Robert" ucap Tinka.
"Kasihan sekali pria tampan seperti nya di acuhkan oleh seorang Tinka" ucap Desy.
"Kau mau?....kau saja dengannya, aku sangat lelah memikirkan laki-laki, Adrien saja susah sekali di hubungi, kami sudah lama tidak berkomunikasi, aku rindu dengannya" ucap Tinka.
"Aku mau dengan Robert tapi, apa Robert mau denganku?...itu hal yang tidak mungkin...soal Adrien mungkin dia sedang ada masalah juga di Italy" Desy coba menenangkan Tinka.
Mereka berdua pergi meninggalkan rumah susun yang kumuh itu dan kembali ke hotel.
Dalam perjalanan Tinka masih mencoba menghubungi Adrien, tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Di malam hari.
"Robert maafkan aku, aku malam ini tidak bisa bertemu, ada urusan yang lebih penting" ucap Tinka menelepon Robert.
Tinka dan Desy pun pergi ke sebuah cafe untuk bertemu dengan sepupunya Luna.
Lalu datanglah seorang wanita gempal memakai celana pendek dan kaos.
"Mba Desy ya?" wanita gempal itu menyapa Desy.
"Iya benar" jawab Desy.
"Silahkan duduk" lanjut Desy.
"Kita langsung saja, namaku Vira, nanti kalau Mba Desy jadi menyewa rusun ku, Mba Desy harus tahu syaratnya, jangan merusak, jangan bikin masalah dengan penduduk daerah itu, selain itu setiap aku telepon untuk pembayaran sewa, uang harus sudah di siapkan di tanggal yang sudah di tetapkan, ada apa-apa langsung telepon aku" Wanita gempal bernama Vira itu tidak berhenti bicara.
"Mba Vira, ini...." Desy menyodorkan uang lebih banyak dari harga sewa rusunnya.
"Wah...Mba harganya kan cuma 500ribu perbulan, Mba kasih 1 juta nih, langsung 2 bulan ya" ucap Vira yang kegirangan melihat uang sebanyak itu.
__ADS_1
"Mba...ini cuma-cuma, bukan saya yang kasih tapi teman saya ini, namanya Tinka...kami tidak akan menyewa rusun Mba Vira...kami hanya ingin tahu perihal Luna, Mba Vira kenal kan?" tanya Desy menunjuk Tinka.
"Ada apa kalian mencari Luna?, apa kalian pesuruh Kevin?, mantan pacarnya?" Vira penasaran.
"Kami bukan pesuruh Kevin, kami malah ingin melawannya" ucap Tinka.
"Eh...siapa namamu tadi?, Tinka ya?" tanya Vira.
"Iya" jawab Tinka singkat.
"Aku tahu...kau istri Kevin, Luna cerita banyak padaku" Vira menambahkan.
"Aku ingin bercerai dengan Kevin" ucap Tinka.
"Lalu apa hubungannya dengan Luna?, mereka sudah berakhir" ucap Vira.
"Saya bisa menambahkan uangnya, asalkan saya bertemu Luna..." ucap Tinka memohon.
"Setahu ku Luna gak mau berhubungan lagi soal Kevin, Kevin mengancamnya, dia di teror, Luna hanya ingin terbebas dari keluarga Kevin, anak dan ayah gila semua, Luna itu hanya mainan \*\*\*\* mereka, jadi maaf mba Tinka, sepertinya Luna gak bisa bantu" Vira pun bangkit dari tempat duduknya.
"Tunggu...tolong...tolong dengarkan aku, putriku akan di ambil Kevin, jika Luna tidak menolong ku, Kevin berselingkuh dengan Luna saat kami masih menikah, tapi Kevin menuduhku bukan ibu yang baik, dan dia bilang tidak ada bukti bahwa dia selingkuh dengan Luna, sepertinya Kevin meneror Luna agar menjauh dariku, sebagai ancaman agar aku kembali menjadi istrinya, tanpa kesaksian Luna, putriku akan di ambil Kevin...tolong beritahu Luna...saya minta tolong, ini no telepon saya, berikan pada nya, kumohon.." ucap Tinka memohon.
"Akan ku sampaikan pada Luna...sebenarnya dia bersembunyi di tempatku...Luna melarikan diri dari Kevin...karena Kevin selalu memastikan Luna tidak pernah muncul di hadapan Kevin...Kevin mengancamnya akan membunuhnya jika ia bertemu dengan Kevin" ucap Vira.
"Kita adalah korban Kevin dan keluarga nya, aku harap Luna mengerti" ucap Tinka.
"Akan ku sampaikan padanya" ucap Vira.
"Baik...terimakasih " jawab Luna.
Mereka pun berpisah satu sama lain, Tinka berharap Vira akan memberitahukan Luna dan Luna bisa membantu nya.
__ADS_1