
Kediaman Orangtua Kevin.
"Bagaimana kelanjutan mu dengan Tinka?" tanya ayah Kevin pada Kevin.
"Tinka sepertinya menolakku, dia tak ingin bersamaku" jawab Kevin lesu.
"Dasar bodoh!, gara-gara tindakan mu mempertahankan gadis murahan itu dan sekarang apa yang kau dapat?, Tinka pun membencimu, perusahaan kita sedang sekarat, karena menyetujui proyek Mall di Jakarta beberapa proyek terbengkalai dan kita membutuhkan modal, itulah kenapa setahun yang lalu kau di jodohkan dengan Tinka, hanya perusahaan keluarga Tinka yang mampu membantu kita, kau malah merusaknya, berselingkuh dengan perempuan murahan secara diam-diam, dan bodohnya lagi, Tinka memergoki mu, hancur semuanya !!!" ucap Ayah Kevin murka.
"Tidak semua kesalahan ku!!, aku sudah menuruti apa kemauan kalian, ayah dan ibu, aku mau di jodohkan dengan Tinka, padahal aku mencintai Luna, saat itu mana ku tahu dia bekas selingkuh an ayah, aku pamerkan Luna ke publik, aku melamarnya karena perceraian ku dengan Tinka sudah beres, dan aku harus menelan pil pahit, ayah dan ibu tetap menolaknya, dan ibu baru memberitahukan semua kebenarannya tentang Luna dan Ayah, salahku di mana?!, aku selalu melakukan semua yang kalian inginkan dengan alasan ahli waris harus jatuh padaku, aku anak tertua, kedua adik perempuanku masih kecil, itu yang kalian sering ucapkan, apa kalian tahu perasaanku?, apa kalian bertanya apa yang membuatku bahagia?!!! " jawab Kevin memanas.
"Jangan sebut nama wanita murahan itu di hadapan ku, menjijikan sekali" ketus ayah Kevin.
"Ayah tak mau tahu bagaimana caranya kau harus bersama Tinka lagi, karena ahli waris perusahaan keluarga nya sudah atas nama Tinka, ayah tak perduli, bagaimana pun caranya " lanjut ayahnya memerintah.
"Semuanya percuma, Tinka sudah mencintai laki-laki lain" jawab Kevin lesu.
"Jadikan putrimu alasannya, gertak dia, ambil alih hak asuhnya" ucap ayahnya memaksa.
"Entahlah..." jawab Kevin lemas.
"Apa kau tidak mau menuruti perintah orang tuamu lagi?, apa kau tak perduli dengan perusahaan mu?, apa kau tak ingin melanjutkan menjadi ahli waris utama?, kaulah satu-satunya yang mampu, ayah mengandalkan mu, apa karena wanita murahan itu?, kau masih mencintai nya??!!!" gertak ayahnya.
"Aku tak mencintai Luna lagi, yang ku pikirkan sekarang adalah putriku, dan aku malah mulai mencintai Tinka, tapi sepertinya dia sudah menemukan pria lain" ucap Kevin tertunduk.
__ADS_1
"Maka berusaha lah lebih keras, ini semua kesalahan mu, perbaiki!!!" ucap Ayahnya berlalu meninggalkan Kevin sendiri di ruang keluarga.
Kevin tertunduk lemas, begitu berat beban yang orangtua nya berikan dan dia memikirkan perasaan nya pada Tinka.
Aku harus meyakinkan Tinka, bahwa aku mencintainya tulus, bahwa kita bisa menjadi keluarga utuh, dengannya dan baby Jane, batin Kevin berharap.
Ibu Kevin datang menghampiri putranya yang sedang kebingungan.
"Kevin, bagaimana kelanjutan nya?" tanya ibu Kevin.
"Entahlah bu, sepertinya kemungkinan nya sedikit Tinka menerimaku kembali" jawab Kevin.
"Kau mencintai Tinka?" tanya ibunya lagi.
"Aku mulai menyadari Tinka lah yang ada di hatiku saat ini, aku tak tahu harus berbuat apa?" Kevin putus asa.
"Aku akan coba membujuk Tinka, semoga dia mau mempertimbangkan nya" ucap Kevin.
"Baiklah..semoga kamu berhasil Kevin, ibu selalu mendukung mu, apa kau akan menginap di sini?, atau pulang ke rumahmu?" tanya ibunya.
"Aku akan pulang sebentar lagi, ada yang mau aku lakukan dahulu" jawab Kevin.
"Ok...ibu di dapur kalau kau mencari ibu" ibunya berlalu meninggalkan nya sendiri.
__ADS_1
Aku akan menelepon Tinka, untuk membujuknya sekali lagi, gumam Kevin.
Kevin mencoba menelepon Tinka. Telepon pertama tak di angkat oleh Tinka, lalu Kevin mencoba lagi dan Tinka mengangkat nya.
"Hallo Tinka, apa kabarmu hari ini dan baby Jane?" tanya Kevin.
"Aku baik Kevin dan baby Jane pun baik-baik saja" jawab Tinka.
"Ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Kevin.
"Akupun sama ada yang mau ku bicarakan padamu" jawab Tinka.
"Kau lebih dulu Tinka" ucap Kevin.
"Ehmm...baiklah, maaf Kevin sepertinya aku tetap menolak keinginan mu untuk kita bersama lagi" ucap Tinka.
"Tinka...tolong pikirkan baby Jane, aku akan membahagiakan kalian berdua, aku mencintaimu Tinka, aku akan menebus semua kesalahan ku" jawab Kevin.
"Aku tak bisa, aku sudah menceritakan semua kepada orangtua ku Kevin dan mereka sepakat bahwa kami akan menolak keinginan keluarga mu, papi sudah tahu semuanya, aku sudah menceritakan semuanya, mereka mendukung ku" ucap Tinka.
"Tinka...kalau itu mau kamu terserah padamu pilihan ada padamu, kembali padaku sebelum terlambat, atau aku akan mengambil hak asuh baby jane, ku beri waktu 1 minggu untuk keputusan mu, jika kau masih menolakku maka aku akan ke pengadilan mengambil hak asuh anak sepenuhnya padaku, dan ku pastikan kau takkan pernah melihat baby jane lagi" jawab Kevin mengancam.
"Kau jahat Kevin, di mana hati nuranimu, kau bilang berhutang budi padaku saat kau selingkuh dan aku menutupinya, tolonglah biarkan baby Jane bersamaku, kau bisa menengoknya, kau tetap ayahnya" ucap Tinka terisak memohon.
__ADS_1
"Perselingkuhan?!, kau tak ada bukti aku berselingkuh, itu hanya ceritamu saja, aku bisa dengan mudah mendapatkan hak asuh baby jane di pengadilan, kaulah ibu yang lalai" ucap Kevin kasar sambil menutup telepon.
Tinka, maafkan aku, inilah caraku agar kau mau bersamaku, batin Kevin.