
2 minggu yang lalu di Italy -
"Mama...don't worry I'm here (Mama...jangan khawatir aku di sini)" ucap Adrien kepada mama angkatnya yang terbaring sakit.
"Adrien...before I go, I want you to get married ( Adrien...sebelum aku pergi, aku ingin kau menikah)" pinta mamanya.
"Iya ma...I see" ucap Adrien singkat.
"Good afternoon...hallo...(Selamat siang...hallo..)" Tiba-tiba Lauren datang masuk ke kamar rawat inap dengan membawa bunga dan tersenyum lebar ke arah Mama angkat Adrien.
"Lauren...apa yang kamu..." Adrien heran.
"Hallo Adrien...hallo Mama...how are you? ( Apa kabar? )" sapa ramah Lauren.
"Are you Lauren? ( apa kau Lauren?)...thank you for visiting me ( terimakasih sudah mengunjungiku )..." senyum lebar Mama Adrien.
"Si Mama..." jawab Lauren.
"Mama...I'm sorry...I need to talk with Lauren...just a minute ( Mama...maaf...aku ingin berbicara dengan Lauren...hanya sebentar )" ucap Adrien menarik tangan Lauren.
Di sebuah lorong Rumah Sakit.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Adrien.
"Aku hanya ingin melihat Mama mu, kau sudah ku hubungi tapi kau tidak pernah membawa ponselmu, jadi aku ke rumahmu dan bertemu Diana adik angkatmu, dia bilang kau di sini menemani mama mu jadi aku langsung ke sini" beber Lauren.
"Aku tidak butuh perhatian mu" ucap Adrien meninggalkan Lauren.
Lauren menarik tangan Adrien.
"Tunggu...aku mendengar pembicaraan mu dengan Mama mu, tadi saat sebelum masuk ke kamar perawatan, Mama mu bilang bahwa dia ingin melihatmu menikah sebelum dia pergi" ucap Lauren.
"Lalu..."
"I want to be your fake bride ( aku ingin menjadi pengantin palsumu )...demi mama mu Adrien" ucap Lauren sembari memegang tangan Adrien.
"Are you crazy?!!...dasar gila...aku tidak butuh bantuan mu" Adrien menghempaskan pegang an tangan Lauren.
"Aku hanya ingin membantumu...siapa yang kau harapkan? Tinka?...Tinka tidak ada di sini...sedangkan mama mu di akhir usia nya ingin melihatmu menikah, itu saja permintaan nya, aku bisa membantumu...hanya membantu anggap saja sebagai teman...hanya untuk membahagiakan mama..."
"You...are..."
Adrien menunjuk wajah Lauren kesal dan pergi meninggalkannya.
Tinka...I miss you...terakhir kita bicara beberapa hari yang lalu...aku terlalu sibuk mengurusi mama yang sakit...dan kau sibuk mengurusi soal baby Jane...apa yang harus aku lakukan? bagaimana mama?, batin Adrien.
Adrien menghampiri mamanya.
"Where is Lauren? ( di mana Lauren? )" tanya mama nya.
"She is already home ( dia sudah pulang )" jawab Adrien.
__ADS_1
"I hope you married with her...doctor said that I had two weeks left, i hear that...I want you to happy...( Adrien Aku harap kau menikah dengannya...dokter bilang hidupku tinggal 2 minggu lagi, aku mendengar nya... ingin kau bahagia )" pinta mamanya.
"Don't worry about that mama...( jangan khawatir tentang itu )" jawab Adrien.
Aku harus bagaimana?, pikir Adrien.
Di rumah Adrien.
"Adrien...how's mama condition? ( Bagaimana keadaan mama? )" tanya Diana adik angkat Adrien.
"Masih seperti kemarin" jawab Adrien.
"Ponselmu selalu berbunyi, kau tidak membawanya ke Rumah Sakit?" tanya Diana.
"Aku ingin focus merawat mama" ucap lirih Adrien.
"Dia wanita gila...dia mendengarkan pembicaraan ku dengan mama...mama ingin aku menikah sebelum mama pergi...dan dia mengajukan dirinya menjadi pengantin palsu...benar-benar membuatku muak" ucap Adrien.
"Hmmm...mungkin ini solusi terbaik saat ini sebelum mama pergi...bagaimana dengan kekasihmu, Tinka?" tanya Diana.
"Tinka...masih terlalu sibuk mengurusi mantan suaminya yang akan merebut bayinya...bahkan kadangkala aku takut mengganggu nya...aku sangat merindukan nya" Adrien merebahkan badannya di sofa dengan sangat lelah.
"Lalu...keputusan apa yang akan kau ambil?" tanya Diana.
"I don't know..." jawab Adrien.
Tiba-tiba ponsel Diana berbunyi.
__ADS_1
"Aku harus mengangkat nya" Diana berlalu meninggalkan Adrien terbaring di sofa.
Setelah 15 menit menerima telepon dari Rumah Sakit mengabarkan bahwa mama nya kritis lagi, Diana segera memberitahukan Adrien.
Adrien dan Diana pun bergegas langsung menuju Rumah Sakit.
Sampailah di Rumah Sakit.
Adrien dan Diana menunggu di luar ruangan melihat mamanya sedang ditangani dokter.
Saat dokter keluar, Diana berbicara pada dokter sedangkan Adrien langsung berlari mendekati mamanya.
"Mama...mama..." seru Adrien pelan di telinga ibu yang merawat nya sedari kecil.
Walaupun Adrien dan Diana anak yatim Piatu berasal dari yayasan tapi mama dan papa angkatnya sangat menyayangi mereka.
"Adrien...i want you happy...( aku ingin kau bahagia )" lirih mamanya.
"Si Mama..."
"My last wishes for you is married with Lauren ( keinginan terakhir ku adalah kau menikah dengan Lauren )" Suara pelan mamanya.
"Si Mama...mama guarisci presto ( cepat sembuh - Italy )" bisik Adrien.
Diana datang menghampiri keluarga nya.
"Mama...sii forte ( tetap kuat ya - italy )" Diana memeluk mereka berdua.
__ADS_1
Aku harus bagaimana?, apakah aku ikuti kemauan mama untuk bersandiwara menikahi Lauren, tapi bagaimana Tinka?, pikir Adrien.