AKU INGIN LARI

AKU INGIN LARI
Last Happiness ; Tinka and Adrien


__ADS_3

"Wow gaun pernikahan mu cocok sekali Tinka" puji Desy dan Luna yang melihat Tinka terkesima.


"Hmmm...iya" jawab Tinka yang berdiri di depan cermin sambil melihat penampilan nya.


"Kemarin saat kau coba baju ini, kita sepakat...this is the right one" lanjut Desy.


"Iya bener" sahut Luna.


"Ternyata hari yang di nanti dan kamu pakai bajunya, memang benar-benar cantik banget di badan kamu" puji kedua sahabat nya.


"Terimakasih buat kalian dah banyak bantu aku" peluk Tinka kepada Desy dan Luna.


"Tenang bu direktur, ini belum selesai, tinggal make up and woila....the beautiful bride ready" Desy langsung memanggil kru make up yang sudah mereka sewa untuk masuk ke kamar hotel tempat Tinka bersiap.


"Mami!!!" Jane dan mama nya masuk ke dalam kamar hotel.



"Jane...gak sabar pengen lihat kamu" ucap mamanya.


"Ya ampun Tinka, kamu sempurna, mama dan papa menunggu kamu, dan ingin melihat kamu secepatnya, begitu berseri dan bersinar" lanjut mamanya.


"Iya mah...karena pernikahan Tinka kali ini adalah yang Tinka impikan, menikahi pria yang Tinka cintai" sembari di make up Tinka memegang tangan mamanya.


"Oh Tinka...mama dan papa senang mendengar nya" mama Tinka menciumi tangan putrinya.


"Mami...aku juga senang hari ini" Jane memotong mereka.


"Iya sayang...sini Mami cium" seru Tinka kepada putrinya.


"Senang kenapa Jane?" tanya Desy menghampiri Jane.


"Iya dong tante...karena Jane bakal punya 2 papa dan 2 mama...banyak cinta buat Jane" seru bocah polos itu.


"Iya sayang...oma dan opa juga sayang Jane, jangan lupakan itu" mama Tinka menimpali omongan Jane.


"Iya...oma, Jane juga sayang oma dan opa" Jane memeluk omanya.


30 menit persiapan Tinka dan akhirnya Tinka berjalan menghampiri papanya yang akan mengantarnya ke altar pernikahan nya.


"Tinka...kau sempurna" bisik papa Tinka dan berkaca matanya.


"Papa...don't worry, I'm still your baby girl" senyum Tinka menggandeng tangan papa nya.


Para pendamping pengantin wanita masuk Desy, Luna berdiri di samping pengantin wanita dan mamanya duduk di kursi para tamu.


Tinka masuk bersama papanya berjalan di altar dan Jane di belakangnya membawa taburan bunga, Tinka melihat Adrien yang berdiri dengan tampan mengenakan setelan suits groom berwarna putih dengan bunga lily di saku jasnya berdiri di dampingi pendamping pengantin pria yaitu Robert dan Kevin.



"Wow...you so lucky" bisik Robert ke arah Adrien.


"She is beautiful" Kevin ikut berkomentar.

__ADS_1


Adrien melihat pengantin wanita nya dengan sangat terpesona, tak terasa matanya berkaca-kaca.


Tinka melihat Adrien yang berurai air mata karna sangat bahagia melihatnya.


"I'm...I'm speechless" Adrien gugup dan gemetar.


Tinka meraih tangan Adrien dan tersenyum.


Adrien mengeluarkan kertas dari sakunya dan mulai membacanya.


"Tinka...you are the best thing in my life,


all of me loves all of you,


when I folded, you see the best in me,


so please...


give your all to me forever,


I wanna feel you in my arms every morning,


I wanna you come to me on a summer breeze to keep me warm in your love,


I believe in you...


you know the door to my very soul,


you are the light in my deepest, darkest hour,


Tinka....


I'm gonna love you,


I'm gonna make you happy,


I'm promise you,


Forever with you...


I love you Tinka"


Tinka meneteskan air mata bahagia nya, mendengar ucapan pria yang di cintainya.


Semua tamu bergemuruh dan bertepuk tangan mendengar ucapan Adrien.


Upacara sumpah pernikahan mereka pun di mulai, semua tamu sangat bahagia dengan pernikahan mereka, tak terkecuali Diana adik angkat Adrien yang datang langsung dari France bersama putra kecilnya yang berusia 6 tahun dan Abel dan Dila, Ricky dan istrinya, semua seperti merasakan cinta tulus mereka.


Setelah upacara selesai, pesta pun di mulai.


Semua tamu memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Mereka berdansa bersama tamu, dan bersenang-senang.

__ADS_1


"I'm tired..." bisik Tinka kepada prianya.


"Me too...kita pergi saja" ajak Adrien.


Tinka pun mengikuti saran suami nya, dan berpamitan kepada para tamu yang tersisa yaitu orang-orang terdekat mereka.


Semua tamu menyoraki mereka.


Adrien menggandeng Tinka menuju kamar pengantin mereka.


Saat keluar dari lift, Adrien menggendong Tinka.


Sampailah mereka di tempat tidur mereka.


Adrien menjatuhkan Tinka di atas tempat tidur.


"Finally..." Adrien menghampiri Tinka dan menyodorkan wajahnya ke arah Tinka.


"Wait..." Tinka menghentikan aksi Adrien.


"Aku harus melepaskan ini semua" seru Tinka.


"I'll help you" Adrien terduduk dan membantu Tinka melepaskan gaun pernikahan nya.


Belum terlepas semua, Adrien sudah tidak sabar karena melihat punggung Tinka yang terekspose di depannya.


Adrien menciumi punggung Tinka dengan mesra, Tinka berbalik arah dan mereka berciuman dengan mesra.


Adrien menarik sisa gaun yang masih menempel di pinggang Tinka.


Adrien pun melepaskan kemeja nya dan dada bidangnya terlihat di hadapan Tinka.


Adrien mulai menciumi Tinka dari wajahnya hingga seluruh tubuhnya yang sudah tidak ada kain sehelai pun.


Adrien pun mulai melepaskan celananya dan mereka pun melakukan honey moon mereka dengan sangat mesra.




Adrien dan Tinka hidup bahagia, mereka tinggal di Bali, 3 bulan kemudian Tinka hamil dan semua keluarga menyambut bahagia.



Mereka menjadi pasangan paling sempurna, saling melengkapi.



![](contribute/fiction/4216002/markdown/34981083/1686462278264.jpg)



THE END

__ADS_1



☆☆☆Terimakasih semuanya yang sudah membaca "Aku ingin Lari" ☆☆☆


__ADS_2