AKU INGIN LARI

AKU INGIN LARI
Kabar dari Italy


__ADS_3

Di Tempat Adrien.


"Adrien...Abel bilang hari ini kamu akan ke yayasan ya?, ehmmm...aku boleh ikut?, kamu tak pernah mengajakku ke sana dari dulu bahkan pada saat kita berpacaran, sedangkan Tinka sudah kamu bawa ke sana" ucap Lauren berharap.


"Aku pergi sendiri saja" ucap Adrien dingin sembari merapihkan bahan makanan di depannya.


"Kenapa kau begitu dingin padaku?, apa salahku padamu?, apa tak ada rasa sedikit pun padaku?, kita pernah berpacaran Adrien, dan saat ini kita bisa saja kembali bersama" ucap Lauren berjalan ke arah Adrien di Pantry cafe.


"Maaf Lauren...aku tak ingin membahas masa lalu denganmu, dan aku sama sekali tak terpikirkan untuk kembali bersama mu" jawab Adrien acuh.


"Apa bedanya aku dengan Tinka?, kenapa kau tak memberi kesempatan kepada ku?, kamu tidak tahu kan Tinka sedang apa, mungkin saja dia sudah menikah dengan pria lain, kenapa kau masih mengharapkan nya?" ucap Lauren menatap Adrien.


"Itulah yang ku benci darimu Lauren, kau selalu menganggap orang lain yang tak kamu sukai buruk, sikapmu kasar, bad attitude, dari dulu hingga sekarang kau tak berubah, lalu perbedaan mu dengan Tinka terlihat jelas, Tinka tidak pernah membicarakan keburukan orang lain tak sepertimu, oh ya aku ingin kamu segera pergi dari cafe ku, setelah ini aku tak ingin bekerja sama lagi denganmu, akan ku lunasi semuanya" ucap Adrien berlalu keluar pantry.


"Adrien..tunggu!!, aku akan berubah!" ucap Lauren yang coba mengejar Adrien. Tapi Adrien tak mendengar kan Lauren.


Adrien, kata-kata mu sungguh menyakitkan. Aku harus mendapatkan mu Adrien, aku mencintaimu, tak ada pria lain di hatiku, apabila kau bersama wanita lain aku tak rela, gerutu Lauren kesal.


"Abel...aku ingin tutup cepat hari ini" ucap Adrien menghampiri Abel dan berbisik.


"Baik ka Adrien, ini tinggal dua pelanggan lagi, setelah itu aku tutup" ucap Abel tersenyum.


Tiba-tiba handphone Adrien berbunyi. Adrien beranjak ke arah pantry untuk mengangkat nya.


"Si (Iya)" jawab Adrien dalam bahasa Italy.


Lauren di pantry sambil mendengarkan percakapan Adrien di telepon.


"sto bene (kabarku baik), mama come stai? (mama apa kabar?), Diana, Lei parla inglese? (bisa bicara dalam bahasa inggris?), mama is sick, capisco (saya mengerti), grazie mille (terimakasih banyak) Diana, ciao (sampai jumpa)" Adrien menutup telepon nya.


Lauren tertegun mendengar percakapan Adrien di telepon dengan seseorang.


Adrien mendapatkan telepon dari Diana adik angkatnya di Italy, mengabarkan bahwa ibu angkatnya sakit, dan menyuruh Adrien pulang ke Italy menjenguk ibu angkatnya itu.


Adrien menghampiri Abel.


"Abel, Aku akan ke yayasan sore ini, aku ingin mengadakan meeting kepada semua pegawai ada yang ingin aku bicarakan " ucap Adrien pada Abel untuk mengumpulkan yang lain.


Setelah cafe tutup, Abel dan Ricky merapihkan cafe dan mereka berkumpul karena Adrien sudah menunggu di salah satu meja cafe.

__ADS_1


"Ada apa Adrien?" ucap Lauren penasaran.


"Sebelum pulang, ada yang ingin ku bicarakan sebentar, untuk gaji kalian bulan ini akan ku transfer hari ini..." ucap Adrien serius.


"Tapi ka, baru 2 minggu yang lalu, belum satu bulan penuh kami terima gaji" sambung Abel.


"Iya, aku harus ke Italy, ibuku sakit, jadi untuk sementara cafe akan tutup sampai batas waktu yang aku juga tidak tahu" ucap Adrien menatap pegawai nya satu persatu.


"Mama mu sakit Adrien?" ucap Lauren terkaget.


"Iya, aku harus menjenguknya karena adikku bilang ini darurat, dan Lauren ada yang ingin aku bicarakan denganmu" jawab Adrien pada Lauren. Lauren pun mengangguk.


"Ka Adrien, kapan berangkat?" tanya Abel.


"Mungkin besok siang" jawab Adrien.


"Aku ikut denganmu Adrien, aku akan pulang sekalian ke Italy, tak ada yang dapat ku lakukan di sini" ucap Lauren tiba-tiba.


"Itu terserah padamu" ucap Adrien sinis pada Lauren.


"Baik ka Adrien kami pamit pulang, untuk besok apa kami boleh mengantarmu?" tanya Abel.


"Tidak usah Abel, Aku berangkat sendiri" jawab Adrien tersenyum.


"Baik ka kami pamit pulang, safe flight ya kalian berdua" ucap Abel melambaikan tangan kepada mereka berdua dan Ricky mengikuti Abel.


Tersisa Adrien dan Lauren di cafe itu.


"Lauren aku akan mentransfer semuanya sepulang dari cafe, aku sudah tidak ada urusan denganmu lagi yang berhubungan dengan cafe ini, aku ingin kau menandatangani ini, surat pernyataan bahwa kamu sudah bukan investor cafe ini lagi" ucap Adrien sambil mengeluarkan kertas dari dalam tas nya.


"Kau tidak mau aku membantumu lagi?" tanya Lauren.


"Aku berharap tak ingin berhubungan denganmu lagi apapun itu" ucap Adrien sinis.


"Apa salahku?, aku ingin tahu, apakah kau sudah tidak mencintai ku?" tanya Lauren.


"Lauren, sudah berapa kali ku bilang, aku tak ingin membahas percintaan denganmu, saat ini tak ada wanita lain selain Tinka di hatiku, ku berharap kamu mengerti" jawab Adrien malas.


"Adrien, di hatiku cuma ada kamu, aku tak pernah mencintai laki-laki lain lagi, aku hanya ingin menikah denganmu, laki-laki yang mengertiku dan membuat ku bahagia hanya kamu Adrien, tolonglah, kau pria baik, tidak ada yang sepertimu, aku ingin bersamamu " ucap Lauren memegang pundak Adrien.

__ADS_1


"Stop Lauren..jangan mendekat lagi, aku memang sudah tidak ada perasaan padamu sebelum Tinka muncul pun aku sudah tak mencintaimu, dulu kau selalu egois dan angkuh memikirkan dirimu sendiri, pergi untuk dirimu sendiri dan tiba-tiba kembali, aku sudah tak ingin melihatmu Lauren " jawab Adrien berdiri dari kursi dan menghempaskan pegangan Lauren.


"Aku ingin kau menandatangani ini, aku akan pergi ke yayasan" lanjut Adrien menunjuk surat pernyataan itu.


"Baiklah, kita berteman kan?, jangan menjauhi ku please.." ucap Lauren terisak dan meneteskan air matanya.


"Cukup tanda tangani ini, dan pulanglah" ucap Adrien.


Lauren pun menandatangani surat pernyataan yang di berikan Adrien dan berlalu pergi keluar cafe sembari mengusap air matanya.


Adrien sendirian di dalam cafe. Dia merindukan Tinka dan coba untuk menelepon nya. Tapi nomor Tinka tidak bisa di hubungi karena Tinka sudah mengganti nomornya dengan nomor lamanya.


"Tinka, tolong kabari aku, aku merindukanmu " ucap Adrien lirih.


Tiba-tiba handphone nya berbunyi dari nomor yang tidak Adrien kenal.


"Hallo" ucap Adrien.


"Adrien, ini Tinka, ini nomorku tolong save ya Adrien " Suara perempuan ini, perempuan yang dia cintai membuat Adrien senang sekali.


"Tinka...aku merindukanmu, sudah 3 hari kau tak ada kabar aku merindukanmu" ucap Adrien sumringah.


"Akupun merindukanmu Adrien, aku berharap bertemu denganmu secepatnya, aku tiba-tiba terpikirkan olehmu dan ingin menelepon mu, maaf kan aku tidak ada kabar, ada hal yang harus aku selesaikan" jawab Tinka.


"Bagaimana urusanmu dengan Kevin?, oh iya ada yang ingin ku beritahukan padamu Tinka" ucap Adrien.


"Keluarga Kevin menggunakan cara licik untuk menikah denganku dan mengancam akan mengambil baby Jane mereka mengincar 70% saham perusahaan papiku, aku sungguh stress dengan masalah ini, tapi aku dan keluarga ku tak kan mundur dan memiliki rencana, oh iya keluarga ku sudah tahu tentang hubungan kita dan mereka merestuinya, mereka ingin bertemu denganmu tapi untuk saat ini kita belum bisa bertemu aku takut apabila kamu datang keluarga Kevin akan semakin menuduhku dengan perselingkuhan dan mudah mengambil hak asuh baby jane, jadi Adrien aku ingin kau menungguku akan ku usahakan secepatnya kita bersama, ehm..apa yang ingin kau bicarakan padaku?" ucap Tinka.


"Sungguh keluarga gila, aku akan menunggu mu selalu, aku sangat mencintaimu, yang ingin ku bicarakan adalah aku akan pulang ke Italy, ibu angkatku sakit, tapi aku tidak tahu sampai kapan, mungkin besok siang aku akan terbang ke Italy " ucap Adrien.


"I'm sorry to hear that, Maafkan aku belum bisa menemanimu ke Italy" ucap Tinka terisak di telepon.


"Kamu tak usah khawatir, kita selesaikan masalah kita, lalu kita bisa bersama " jawab Adrien.


"Oh Adrien, aku merindukanmu, aku mencintaimu " ucap Tinka.


"Love you my Princess, always love you" ucap Adrien mesra.


"Aku harus pergi ke yayasan, akan ku save nomor mu Tinka, dan kita bisa berbincang lagi, i love you so much" ucap Adrien.

__ADS_1


"Baik Adrien, safe flight, love you😘" jawab Tinka dan menutup telepon nya.


Adrien pun pergi keluar cafenya dan menutupnya dengan wajah gembira mendapatkan telepon dari kekasihnya.


__ADS_2