
Zen menggenggam lembut tangan sang istri, sementara Elle hanya memejamkan matanya , entah dia harus berbuat apa .
menerima ataukah harus memberontak.
ingin sekali Elle menangis meratapi semua ini , akan tetapi semuanya sudah terlanjur ,
dia harus menerima apapun itu keputusannya.
kini dia adalah seorang istri dari Zen , dimana dia harus melayani sang suami dari segi apapun.
"sayang" ucap Zen yg membuyarkan lamunan Elle
"iya" jawab Elle singkat
"aku mencintaimu , dan aku akan selalu mencintaimu" Zen masih menggenggam lembut tangan Elle dan dia pun langsung memeluk sang istri
"terimakasih Zen kamu sudah mencintaiku" jawab Elle
Zen mendekap tubuh Elle dari belakang ,tangan kanannya memeluk pinggang Elle,
sentuhan yg begitu hangat Elle rasakan , namun entah kenapa yg Elle rasakan itu adalah sentuhan dari Dev .
Zen pun membalikan tubuh Elle ,dan kini mereka berdua berhadapan satu sama lain.
tatapan mata Zen begitu penuh cinta terhadap Elle ,
entah kenapa sepertinya Elle adalah pandangan pertamanya Zen ,meskipun mereka hanya kenal beberapa hari terakhir ini.
tangan Zen mulai bermain di sekitar pipi Elle , dia mengelus lembut pipi itu .
kemudian tangannya menghampiri leher jenjang Elle .
Zen mengecup bibir Elle dengan lembut ,lidahnya bermain-main di dalam mulut Elle .
bibir yg mungil itu membuat Zen sangat bergejolak dan tidak ingin melepaskan ciumannya .
Elle pun membalas ciuman Zen ,
masih sama yg ada di Fikiran Elle itu adalah ciuman dari Dev.
hampir 5 menit mereka berciuman dan Elle pun melepaskan ciuman itu.
kini Zen lebih memberanikan diri untuk mencium leher istrinya itu .
dia memberikan beberapa kissmark di leher mulus sang istri . sebagai pertanda bahwa cinta mereka kini tlah bersatu.
__ADS_1
Zen membuka satu persatu pakaian yg Elle kenakan , juga dengan dirinya.
kini mereka berdua berpelukan tanpa memakai sehelai benang pun.
Zen mencium bibir Elle kembali , dari ujung rambut sampai ujung kaki Elle Zen masih menciuminya.
hingga penyatuan mereka sebagai suami istri kini tlah bersatu.
Zen merasakan kenikmatan di malam pertamanya kini , berbeda dengan Elle yg merasakan sakit di area bawahnya , dan tidak adanya nafsu sama sekali.
tapi Elle tetap tidak melupakan bahwa yg kini sedang bersamanya adalah Dev ,dia akan selalu mengingat itu.
🍂
kini mereka berdua berbaring berdampingan ,
merasakan tetesan keringat yg mengalir di tubuh mereka ,
nafas yg begitu tersengal-sengal pun terdengar begitu kencangnya.
rasa lelah yg hebat seakan Zen lupakan karena kenikmatan yg tiada duanya.
untuk malam pertama ini mereka menghabiskan 3 kali permainan .
dan kini mereka pun tertidur dengan sendirinya akibat rasa lelah itu.
🍂
Zen sudah terbangun dari tidurnya dan dia langsung mendekap tubuh Elle.
"bangunlah sayang ,aku menginginkannya lagi" bisik Zen di telinga Elle
"fuuhh ,aku masih ngantuk , aku ingin tidur Zen, jangan ganggu aku" ucap Elle hendak memejamkan matanya lagi
"sayang ,ayolah aku tidak bisa menahan diri lagi, kau membuatku selalu ingin melakukan ritual setiap saat" rayu Zen
akhirnya Elle pun mengiyakan permintaan Zen ,meski sebenarnya hati Elle menolaknya .
entah kenapa meskipun seperti itu Elle tetap ingin melayani suaminya .
🍂
mereka pun akhirnya bergulat diatas kasur kamar hotel itu , bisa disebut mereka sedang berolahraga di pagi hari.
Zen sangat terbuai dengan kecantikan Elle , baginya Elle adalah segalanya ,cintanya kini sudah dia berikan semuanya pada Elle ,
__ADS_1
meskipun Elle tidak mencintai Zen sama sekali , akan tetapi Zen tidak memperdulikan itu .
🍂🍂🍂
waktu menunjukkan pukul 10:00 ,
Elle dan Zen terbaring di atas kasur dengan sesekali mengatur nafasnya .
tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh di dalam perut Elle.
"maafkan aku sayang ,aku membuatmu kelelahan tanpa aku sadari kamu belum makan ya?" ucao Zen terkekeh
"aku mau memesan makanan saja dulu ,cacing di perutku sepertinya tidak bisa diajak berkompromi lagi" Elle pun mengambil telfon hotel dan memesan makanan kepada petugas hotel untuk diantar ke kamar mereka.
🍂
"aku mau mandi dulu sambil menunggu makanan tiba" ucap Elle dengan berjalan ke arah kamar mandi
Zen hanya membalas dengan senyumannya.
Elle sedang bermain busa di bathtub , dia menyabuni seluruh tubuhnya ,dan Elle pun menyandarkan sebentar tubuhnya itu agar merasa lebih rileks.
tanpa Elle sadari ada sebuah tangan kekar yg mengelus pipinya itu.
"Zen ,kamu membuatku terkejut" ucap Elle lantang
"aku memanggilmu beberapa tapi kau tak kunjung menjawabku sayang ,maka dari itu aku langsung masuk saja ,lagipula pintunya tidak dikunci" bisik Zen di telinga Elle
"aku lupa mengunci pintu" ucap Elle
"tidak apa-apa sayang ,biasakan agar kau tidak selalu mengunci pintu kamar mandi ya, makanan kita sudah sampai ,ayolah kita selesaikan ritualmu ini" goda Zen
"ritual ?? maksudmu?" Elle mengerutkan keningnya
tanpa banyak bicara Zen pun memeluk Elle dari belakang , dan sekali lagi mereka menuntaskan ritual di waktu tersebut.
..
makanan yg mereka pesan sudah sampai.
waahh lezat ya sepertinya..
apalagi dengan pemandangan yg seperti ini ,
__ADS_1
semakin menggugah selera untuk makan ya.