Aku Kembali

Aku Kembali
Dia Harus Merasakan Apa yang Aku Rasakan


__ADS_3

Ruswianthi tidak dapat mempercayai begitu saja apa yang dikatakan oleh Astrid, ia tidak percaya kalau saat ini putrinya dalam kondisi baik-baik saja sebelum ia bisa bicara secara langsung dengan Dela.


“Dia sedang tidak dapat ditemui sekarang.”


“Kenapa anda berusaha menghalangi saya untuk bertemu dengan putri saya?”


“Saya sama sekali tidak menghalangi anda untuk bertemu dengan Dela, anda adalah ibunya dan anda berhak menemuinya namun saat ini dia sedang tidak ingin diganggu oleh siapa pun.”


“Dengan sikap anda yang seperti ini justru malah membuatku semakin curiga pada anda, jangan-jangan anda tidak mengatakan yang sejujurnya.”


“Saya tidak mempermasalahkan jika anda tidak mempercayai saya, saya permisi dulu karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan.”


Selepas mengatakan itu Astrid langsung pergi dari tempat ini dan membuat Ruswianthi tidak habis pikir dengan kelakuan wanita itu.


****


Ariandra bertelepon dengan Tika bahwa saat ini mereka hanya tinggal menemukan keberadaan Dela dan menghabisi nyawanya sebelum semua terlambat. Ariandra mengatakan bahwa ia tidak ingin kebodohannya kembali


terjadi, kali ini ia akan benar-benar memastikan kalau Dela akan meregang nyawa di hadapannya sendiri.


“Apakah kamu sudah tahu di mana wanita itu berada?”


“Belum.”


“Bagaimana bisa kamu belum tahu?”


“Mama tidak perlu khawatir karena orang suruhanku tengah bekerja mencari di mana Dela berada yang jelas dia tidak akan bisa bersembunyi dariku.”


“Semoga saja kali ini kamu benar-benar bisa membunuhnya.”


“Mama jangan khawatir, kali ini aku akan berhasil.”


Setelah mengatakan itu Ariandra langsung menutup sambungan teleponnya, saat ia hendak kembali bekerja, ponselnya kembali berdering dan Ariandra segera menjawab telepon tersebut.


“Apakah kamu sudah mengetahui di mana Dela berada?”


“Sudah Tuan.”


“Bagus, amati dia terus jangan sampai lengah dan kehilangan jejaknya lagi.”


“Baik Tuan.”


Ariandra memutus sambungan telepon tersebut dan menyeringai penuh arti, kini keberadaan Dela sudah ditemukan dan saatnya ia memancing Dela menuju ajalnya yang sesungguhnya.


“Kamu mungkin bisa dua kali menghindar dari maut namun kali ini aku akan memastikan kamu benar-benar akan menemui ajalmu, Dela.”


****


Ariandra menelpon Ruswianthi dan menanyakan di mana wanita itu berada, Ruswianthi mengatakan bahwa saat ini dia sedang ada di rumah dan Ariandra pun segera bergegas menghampiri Ruswianthi di rumahnya.


“Mau apa lagi kamu datang ke sini?”

__ADS_1


“Apakah Ibu sudah bertemu dengan Dela lagi?”


“Belum, aku belum bertemu dengannya lagi namun aku bertemu dengan wanita yang bernama Astrid, dia mengatakan Dela baik-baik saja dengannya.”


“Dan apakah Ibu percaya dengan wanita itu?”


“Sejujurnya aku tidak tahu harus percaya padanya atau tidak karena dia tidak mengizinkanku untuk bertemu dengan Dela.”


“Wanita itu jahat Bu, dia menggunakan Dela untuk memuluskan ambisi kejinya, Dela harus Ibu selamatkan dari cengkraman wanita itu.”


“Tapi bagaimana caranya?”


“Aku tahu bagaimana cara menyelamatkan Dela, namun Ibu harus mau mengikuti permintaanku.”


“Apa pun akan aku lakukan asalkan kamu bisa membuat putriku kembali ke sisiku.”


“Bu! Jangan percaya padanya,” cegah putri bungsunya.


“Aku tidak bisa percaya dengan wanita itu, Ariandra lebih dapat dipercaya.”


“Kamu dengar apa yang Ibu katakan?”


“Apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan pada kakakku?”


“Aku berencana menyelamatkan kakakmu dari cengkraman wanita keji itu.”


Ariandra kemudian berpamitan pada Ruswianthi dan mencium tangan mantan ibu mertuanya itu sebelum kembali masuk ke dalam mobilnya, tidak lupa Ariandra mengatakan akan segera menelpon Ruswianthi untuk bersiap jika saatnya tiba.


****


“Apakah aku boleh masuk ke dalam?”


“Iya, silakan masuk.”


Vicko kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar hotel itu sementara Dela masih bingung apa yang membawa Vicko datang ke sini namun ia nampak ragu untuk menanyakan itu secara langsung pada pria ini.


“Kamu pasti bertanya kenapa aku bisa tahu kamu di sini dan apa tujuanku ke sini kan?”


“Iya.”


“Alasan kenapa aku datang ke sini adalah untuk memastikan keadaanmu baik-baik saja.”


“Seperti yang aku lihat, aku baik-baik saja.”


“Apakah kamu akan kembali ke rumah kami?”


“Soal itu aku belum tahu.”


“Apakah kamu masih ingin melanjutkan misi balas dendammu pada keluarga Hermanto?”


Pertanyaan yang diajukan oleh Vicko ini membuat Dela tidak dapat menjawabnya, ia terdiam dan nampak gelisah saat mencari jawaban untuk pertanyaan yang Vicko ajukan barusan.

__ADS_1


“Kamu tidak dapat membohongi dirimu sendiri Della, kamu pasti sangat merindukan keluargamu kan?”


“Aku… aku ….”


“Buang semua dendammu dan hiduplah bahagia dengan ibu serta adikmu.”


“Namun bagaimana dengan mamamu?”


“Kamu tidak perlu memikirkannya, asal kamu tahu Dela aku hanya ingin melihatmu bahagia setelah penderitaan yang selama ini kamu alami.”


****


Dela nampak tersentuh dengan ucapan Vicko barusan, ia merasakan degup jantungnya berdegup lebih cepat saat Vicko mengatakan itu seraya menggenggam tangannya. Vicko yang menyadari apa yang barusan ia lakukan, segera melepaskan genggaman tangannya pada Della seraya meminta maaf.


“Aku benar-benar tidak ingin melihatmu hancur Della.”


“Terima kasih karena kamu sudah peduli padaku.”


“Aku ingin kamu bahagia, apa pun pilihanmu namun bukan untuk membalas dendam karena itu hanya akan menghancurkan dirimu sendiri.”


“Terima kasih nasihatnya.”


“Aku harap selepas ini kamu bisa merenungkan kembali apa keputusan yang seharusnya kamu ambil.”


Setelah mengatakan itu Vicko pun pamit pada Dela untuk pulang, Vicko baru saja turun ke lobi dan ia bertemu dengan mamanya yang nampak sedang berdiri di sana, Vicko menghampiri mamanya dan bertanya kenapa


mamanya ada di sini.


“Harusnya Mama yang bertanya kenapa kamu ada di sini?”


“Aku baru saja menemui Dela.”


“Untuk apa kamu menemuinya?”


“Aku mengatakan bahwa dia harus berhenti menghancurkan dirinya sendiri karena balas dendam.”


“Vicko, kenapa kamu selalu mengatakan hal tersebut padanya?”


“Karena aku tidak mau dia menghancurkan dirinya sendiri akibat dendam, Ma.”


“Apakah kamu menyukainya?”


“Itu bukan urusan Mama.”


“Jawab pertanyaan Mama, apakah kamu menyukai Dela?”


Vicko nampak jengah dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Astrid karena terus mendesaknya mengatakan apa sebenarnya yang ia rasakan pada Della.


“Baiklah, aku akui bahwa aku menyukainya, apakah Mama sudah puas?”


“Mama tidak akan menghalangimu jika kamu memang menyukai Dela, namun kamu juga jangan menghalangi rencana Mama untuk balas dendam pada keluarga Hermanto.”

__ADS_1


“Mau sampai kapan Mama akan seperti ini? Mau sampai kapan Mama ingin menghancurkan diri sendiri akibat dendam?”


“Sampai pria itu dan seluruh keluarganya merasakan apa yang sudah aku rasakan 30 tahun yang lalu!” jerit Astrid frustasi.


__ADS_2