Aku Kembali

Aku Kembali
Peringatan Terakhir


__ADS_3

Astrid masih mencoba menelpon Dela namun yang membuatnya kesal adalah Dela sama sekali tidak mau menjawab telepon darinya. Astrid pada akhirnya harus kembali mendatangi rumah keluarga Dela namun ketika


ia sampai di sana justru Dela dan keluarganya sudah tidak lagi tinggal di rumah tersebut.


“Ke mana sebenarnya mereka pergi saat ini?”


Astrid pun kembali mencoba menghubungi Dela namun hasil yang sama juga ia dapatkan, karena geram Astrid pun meminta orang suruhannya segera melacak di mana keberadaan Dela dan keluarganya.


“Pokoknya aku ingin segera keberadaan mereka bisa diketahui dan aku minta hari ini juga kalian harus bisa menemukan keberadaan mereka, kalian mengerti?!”


Selepas mengatakan itu Astrid segera menutup sambungan teleponnya dan kembali masuk ke dalam mobil dengan perasaan jengkel.


****


Ruswianthi dan kedua putrinya diungsingkan ke sebuah rumah oleh Ariandra, Dela sebenarnya menolak ketika Ruswianthi mengajaknya untuk tinggal di rumah ini dengan dalih Ariandra akan melakukan sesuatu hal yang buruk pada mereka namun Ruswianthi justru berpendapat kalau Astrid adalah orang yang akan berbuat jahat pada mereka.


“Kenapa Ibu begitu mempercayai Ariandra?!”


“Karena dia memberitahu kamu di mana sementara wanita itu tidak memberitahumu di mana, bahkan wanita itu menggunakanmu sebagai boneka balas dendamnya.”


“Tapi Bu ….”


“Pokoknya Ibu tidak menerima pendapat apa pun soal ini, kita akan tinggal di rumah ini sampai wanita itu benar-benar tidak akan mengganggu kita lagi.”


Dela akhirnya hanya bisa pasrah karena tidak dapat berdebat lebih panjang dengan Ruswianthi, ketika ia sedang berada di kamarnya, ponselnya berdering menandakan ada sebuah pesan masuk dan ketika ia melihat siapa orang yang mengirim pesan tersebut rupanya adalah Ariandra.


“Mau apa lagi dia mengirimku pesan?”


Dela membaca pesan dari Ariandra yang mengajaknya untuk bertemu di sebuah tempat namun Dela sama sekali tidak mau menuruti apa yang Ariandra katakan lewat pesan tersebut.


“Kamu pikir aku bisa dengan mudahnya kamu tipu? Tidak akan Ariandra, aku akan membongkar apa yang sudah kamu dan mamamu lakukan pada papamu.”


****


Ariandra nampak geram dengan penolakan yang dilakukan oleh Dela padahal ia sudah sangat ingin menghabisi nyawa wanita itu. Ketika tiba di rumah, ia justru dikejutkan oleh papanya yang mendesak Tika untuk mengatakan apakah mereka sudah bersekongkol untuk membunuh Dela saat itu.


“Ada apa ini, Pa?”


“Akhirnya kamu datang juga, kamu dan mamamu sudah berusaha membunuh Dela waktu itu kan? Kamu membohongiku saat mengatakan Della meninggal dunia padahal dia masih hidup?!”

__ADS_1


“Aku akui bahwa aku dan mama hendak membunuhnya saat itu namun nyatanya saat ini dia masih hidup kan?”


“Kamu mengatakan itu dengan tenang seolah apa yang kamu lakukan itu memang adalah sesuatu hal yang benar? Di mana hati nuranimu Ariandra? Kamu dan mamamu hendak membunuh orang!”


“Siapa yang mengatakan ini pada Papa?”


“Kamu tidak perlu tahu siapa orang yang mengatakan ini pada Papa, namun yang jelas perbuatan yang sudah kalian tidak dapat dibenarkan.”


“Lantas apa yang akan Papa lakukan? Apakah Papa ingin memenjarakan kami? Kalau Papa sampai berani melakukan itu maka aku bisa saja menyebrang pada kubu wanita itu dan bersatu melawan Papa.”


“Berani sekali kamu mencoba menentang Papa!”


“Sekarang semua keputusan ada di tangan Papa, kalau Papa mau aku dan mama ada di pihak Papa maka jangan laporkan kami pada polisi.”


****


Tika mengajak Ariandra berbicara di ruang perpustakaan selepas mereka bicara dengan Rangga, Tika nampak tak percaya putranya berhasil membuat Rangga tidak berdaya dan akhirnya ia tidak melaporkan mereka pada polisi atas percobaan pembunuhan pada Della.


“Tentu saja, bagaimanapun juga papa kan membutuhkan kita untuk menghadapi wanita itu.”


“Menurutmu siapa orang yang sudah memberitahu dia soal kasus Dela itu?”


“Bagaimana bisa kamu yakin?”


“Mama pikirkan saja, wanita itu masih dendam pada kita atas yang sudah kita lakukan di masa lalu, sepertinya dia berusaha merebut hati Papa dengan menjadi korban atas kejahatan yang sudah kita lakukan di masa lalu.”


“Kalau memang benar wanita itu yang menjadi dalangnya maka kita tidak bisa tinggal diam Ariandra, kita harus membuat dia hilang selama-lamanya dari muka bumi ini.”


“Mama tenang saja, aku sudah memikirkan cara untuk membuat Dela menghilang selama-lamanya dari muka bumi, hanya tinggal menunggu waktu sampai dia benar-benar pergi.”


“Kamu bisa pastikan kalau rencana ini akan berhasil kan?”


“Tentu saja, rencana ini pasti akan sangat berhasil, percaya padaku.”


“Baiklah Mama akan berusaha percaya pada apa yang barusan kamu katakan.”


****


Ariandra keesokan harinya menghampiri Dela di rumah, wanita itu nampak tetap tidak mau mengikuti ajakan Ariandra untuk pergi bersamanya seolah ia sudah memiliki firasat apa yang akan Ariandra lakukan padanya.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak mau ikut denganku?”


“Karena kamu ingin melakukan sesuatu yang jahat padaku.”


“Kamu sepertinya terlalu berpikiran buruk padaku, aku sama sekali tidak ada niatan untuk menyakitimu lagi Dela.”


“Aku sama sekali tidak dapat percaya dengan apa yang kamu katakan, Ariandra.”


Ariandra yang sudha mulai kehabisan kesabaran akhirnya membawa paksa Dela masuk ke dalam mobilnya karena ia mengetahui di rumah hanya ada Dela sendiri saja.


“Lepaskan aku!”


Namun Ariandra sama sekali tidak bergeming dan tetap membawa Dela masuk ke dalam mobilnya, ia melajukan kendaraan ini menuju sebuah tempat yang jauh dari permukiman penduduk dan hal tersebut membuat Dela


semakin panik, ia yakin sekali bahwa nyawanya terancam oleh Ariandra saat ini.


“Mau dibawa ke mana aku?”


“Nanti juga kamu akan mengetahuinya.”


Dela hendak mencoba menelpon seseorang lewat ponselnya namun Ariandra yang melihat itu segera mengambil ponsel Dela dan membuangnya keluar mobil.


“Apa yang sudah kamu lakukan?!”


“Kalau saja kamu bersikap tenang dan tidak memancing emosiku maka aku tidak akan mungkin melakukan ini!”


“Kenapa kamu masih mau membunuhku Ariandra?!”


“Karena kamu adalah sumber kekacauan hidupku, aku tidak bisa membiarkanmu hidup setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku dan mamaku.”


“Kalian memang pantas mendapatkan hukuman atas kejahatan yang sudah kalian kerjakan!”


“Namun sayangnya harapanmu itu tidak akan pernah terjadi karena kamu duluan yang akan menemui ajalmu.”


Ariandra memberhentikan mobilnya di tepi jurang, Dela sudah tahu apa yang akan Ariandra lakukan dan mencoba untuk kabur namun tentu saja tidak bisa karena sudah ada orang suruhan Ariandra yang langsung memeganginya.


“Lepaskan aku!”


“Hari ini kamu benar-benar akan mati di tanganku Dela,” geram Ariandra yang mengeluarkan sebuah senjata api dari balik jas yang ia kenakan dan mengarahkan benda itu tepat pada Dela.

__ADS_1


DOR


__ADS_2