Aku Kembali

Aku Kembali
Siasat Pria Jahat


__ADS_3

Dela memperhatikan sorot mata Denis untuk mencari kebohongan di kedua mata pria itu namun Dela sama sekali tidak menemukannya, Denis mengatakan yang sebenarnya dan hal itu membuat Dela terkejut karena rupanya Ariandra sudah mengetahui penyamarannya sebagai Kimmy.


“Bagaimana bisa?”


“Aku sendiri juga tidak tahu bagaimana dia bisa mengetahuinya namun sepertinya ada seseorang yang sudah memberitahukan mengenai identitasmu yang sebenarnya.”


Dela terdiam mendengar penjelasan dari Denis barusan, ia sedang memikirkan rencana apa yang harus ia lakukan kalau Ariandra sudah mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.


“Apakah kamu menggunakan identitas sebagai Kimmy untuk balas dendam pada kakak dan mamaku?”


“Aku… aku ….”


****


Dela kemudian keluar dari pintu tangga darurat selepas bicara dengan Denis, ia berusaha menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum bisa berhadapan dengan Ariandra. Dela menekan tombol lift untuk naik ke atas sampai akhirnya pintu lift tersebut terbuka, namun yang membuat Dela terkejut adalah sosok Rangga yang berdiri di dalam lift itu dan hendak keluar juga sama terkejutnya dengan Dela. Dela berusaha bersikap sebiasa mungkin namun Rangga menahan tangannya saat Della hendak masuk ke dalam lift tersebut.


“Siapa kamu?”


“Saya Kimmy.”


“Kimmy?”


“Iya, saya permisi dulu, Tuan.”


Dela buru-buru menekan tombol supaya pintu lift segera tertutup, Rangga masih terdiam di tempatnya berdiri selepas apa yang barusan ia lihat dengan kedua mata kepalanya sendiri.


“Apakah aku tidak salah lihat tadi? Wanita itu wajahnya benar-benar mirip sekali dengan Dela.”


“Papa tidak salah lihat,” ujar Denis yang membuat Rangga terkejut.


“Apa? Jadi kamu melihatnya juga?” tanya Rangga penasaran.


“Iya, aku juga melihatnya namun dia bukanlah Dela.”


“Iya Papa rasa juga dia bukan Dela, hanya saja wajah mereka sangat mirip sekali dan itu tadi yang membuat Papa agak sedikit terkejut.”


Sementara itu di dalam lift Dela kembali menenangkan dirinya supaya ketika bertemu dengan Ariandra ia sama sekali tidak menunjukan gelagat yang aneh dan membuat pria itu bisa saja melakukan hal yang buruk padanya.


****


Maya pergi ke kantor polisi karena ditelpon oleh petugas bahwa kakaknya saat ini tengah ditahan karena membuat onar di depan gedung kantor perusahaan milik keluarga Hermanto. Ketika Maya tiba di sana, nampak Eva sedang duduk di sebuah kursi dan tengah diintrograsi mengenai motif ia melakukan hal seperti itu.

__ADS_1


“Anda keluarga wanita ini?”


“Iya saya anggota keluarganya.”


Petugas kemudian memberikan peringatan pada Maya untuk menjaga kakaknya ini supaya tidak membuat onar, sebelum mereka pergi meninggalkan kantor polisi Eva diharuskan menandatangani sebuah surat yang mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan hal yang melanggar ketertiban umum lagi atau kalau dia masih melakukan hal itu maka petugas tidak akan segan-segan untuk membuatnya masuk penjara. Dengan desakan dari Maya akhirnya Eva pun mau menandatangani surat itu walaupun dia misuh-misuh karena merasa dirinya hanya korban di sini.


“Kamu membuatku malu,” ujar Maya ketika mereka berdua sudah keluar dari kantor polisi.


“Aku tidak meminta bantuanmu untuk bisa bebas dari tempat ini, petugas itu yang menghubungimu,” ujar Eva.


“Bisakah kamu tidak mengusik kebahagiaanku? Kenapa kamu selalu saja membuat masalah!”


“Masalah katamu? Aku sama sekali tidak membuat masalah, Ariandra yang sudah membuat masalah denganku dan aku akan membuatnya membayar mahal atas perbuatan hinanya ini padaku!”


****


Dela akhirnya tiba di depan ruangan kerja Ariandra, ia dipersilakan masuk oleh pria itu dari dalam ruangan, Dela nampak agak gemetar ketika memegang knop pintu sebelum membuka pintu tersebut. Ketika pintu sudah berhasil ia buka, nampak sosok Ariandra yang sedang sibuk dengan laptopnya namun ketika ia menyadari kalau Della sudah masuk ke dalam ruangan kerjanya, ia segera mengalihkan pandangan dari laptopnya.


“Selamat datang di ruangan kerjaku.”


“Terima kasih.”


“Silakan duduk.”


“Jadi kenapa kamu memintaku datang ke sini?”


“Aku hanya ingin mengobrol denganmu.”


“Benarkah? Bukankah kamu sedang sibuk saat ini?”


“Kalau begitu maukah kamu menungguku di ruangan ini sampai pekerjaanku selesai sebentar lagi dan kemudian kita bisa makan siang bersama?”


Dela menganggukan kepalanya saja dan Ariandra tersenyum setelah melihat jawaban yang diberikan oleh Dela, ketika Ariandra sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya, Dela membuka ponselnya dan mengirimkan pesan pada Astrid mengenai Ariandra yang sudah mengetahui penyamarannya sebagai Kimmy.


“Kenapa wajahmu nampak agak tegang saat ini?” tanya Ariandra masih dari meja kerjanya.


“Ah tidak kok, aku baik-baik saja.”


****


Ariandra membawa Dela ke sebuah restoran sea food karena kebetulan dia ingin sekali makan makanan sea food, Dela yang alergi sea food sebenarnya ingin mengajukan keberatannya namun karena takut membuat Ariandra curiga maka ia mau-mau saja ketika diajak makan di restoran sea food ini.

__ADS_1


“Apakah kamu suka makanan laut?”


“Iya, aku suka.”


“Jadi tidak salah kan kalau aku mengajakmu makan siang di sini? Restoran ini adalah restoran sea food terbaik yang pernah aku kunjungi, kamu pasti akan suka sekali menikmati makanan di restoran ini.”


Dela hanya tersenyum menanggapi ucapan Ariandra barusan, mereka sudah duduk dan sedang memesan makanan, Ariandra sempat menanyakan Dela ingin makan apa dan Dela mengatakan bahwa pesanan mereka


disamakan saja. Selepas pelayan mencatat pesanan mereka dan pergi dari meja barulah Ariandra mengajak Dela kembali berbincang.


“Jadi ceritakan tentang dirimu, aku belum pernah dengar kehidupan pribadimu selama kita berdua saling mengenal?”


“Maaf, namun kenapa kamu menanyakan hal itu? Bukankah itu sesuatu yang tidak perlu dibahas?”


“Memangnya aku tidak boleh tahu asal usul keluargamu?”


“Bukan tidak boleh, hanya saja aku merasa tidak nyaman membicarakannya.”


“Baiklah, kalau begitu kamu kuliah di mana?”


“Inggris.”


“Benarkah? Aku juga mengambil gelar masterku di Inggris, universitas mana yang menjadi tempatmu kuliah?”


“Aku ….”


Belum sempat Dela memikirkan jawaban atas pertanyaan dari Ariandra, pesanan mereka berdua sudah datang, Ariandra berterima kasih pada pelayan yang sudah membawakan pesanan mereka ke meja. Setelah pelayan


pergi, Ariandra mempersilakan Dela untuk mengambil makanan ini terlebih dahulu.


“Baiklah.”


“Sepertinya kamu tidak suka sea food, ya? Kok sepertinya kamu seperti enggan menyantap hidangan ini?”


“Aku suka sea food kok.”


“Kalau begitu ayo ambil dan makanlah.”


Dela kemudian terpaksa mengambil hidangan sea food yang tersedia di atas meja makan dan menaruhnya di piring, ia nampak tidak langsung menyuapkan hidangan itu ke mulut.


“Ada apa? Apakah kamu tidak suka?” tanya Ariandra penasaran dengan ekspresi Dela.

__ADS_1


“Aku suka kok.”


“Lantas kenapa tidak mau makan?”


__ADS_2