
Saat ini Dela tengah bingung untuk mencari alasan apa yang tepat supaya dirinya tidak makan sea food ini, saat ia tengah kebingungan mencari cara supaya bisa menghindar tidak makan sea food, ponsel yang ada di dalam tasnya berdering dan ia segera meraih benda tersebut untuk melihat siapa yang menelponnya saat ini, ketika ia melihat layar ponselnya tertera nama Astrid di sana dan ia segera menjawab telepon dari wanita itu.
“Halo Tante?”
“Kamu ada di mana sekarang?”
“Aku sedang makan siang di luar, memangnya ada apa Tante?”
“Segera temui aku, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Baiklah.”
Selepas mengatakan itu Dela langsung menutup sambungan teleponnya, ia meminta maaf pada Ariandra karena tidak bisa melanjutkan makan siang ini karena tantenya sudah menelpon.
“Aku minta maaf, lain kali kita makan siang bersama lagi, ya?”
****
Ariandra merasa jengkel karena Dela tidak jadi makan sea food yang sudah ia pesan, namun walau Dela belum memakan sea food yang sudah ia pesankan untuknya, Ariandra bisa melihat adanya sesuatu yang aneh dari
gerak-gerik wanita bernama Kimmy itu. Jika memang Kimmy dan Dela adalah dua orang yang berbeda, kenapa wanita itu nampak begitu enggan menyantap sea food? Dela memang memiliki alergi makan makanan sea food dan hal tersebut yang makin menguatkan Ariandra kalau Kimmy adalah Dela.
“Kamu tidak bisa menipuku lagi Dela, cepat atau lambat kamu akan mati di tanganku.”
Selepas makan siang yang gagal itu, Ariandra pergi kembali ke kantornya dan baru saja ia tiba di kantor, ia mendapatkan telepon dari sang papa yang memintanya datang ke ruangan kerjanya sekarang juga. Tanpa
membuang waktu Ariandra segera menuju ruangan kerja sang papa untuk bertanya ada masalah apa yang ingin papanya bicarakan dengannya.
“Ini menyangkut soal wanita yang wajahnya mirip sekali dengan Dela.”
“Kenapa tiba-tiba saja Papa menanyakan soal hal itu?”
****
__ADS_1
Dela ditemui oleh Astrid di sebuah mobil yang parkirnya tidaklah jauh dari restoran tempat di mana ia dan Ariandra makan siang tadi, Dela masuk ke dalam mobil itu dan berterima kasih pada Astrid karena sudah menyelamatkannya dari Ariandra.
“Apakah kamu yakin kalau Ariandra benar-benar sudah tahu soal kamu itu bukanlah Kimmy?”
“Sepertinya begitu Tante, dia sejak aku datang ke kantor bersikap agak aneh, dia seperti sengaja menggiring pertanyaan ke arah siapa diriku yang sebenarnya dan puncaknya tadi dia mengajakku makan sea food karena dia tahu aku alergi makan-makanan seperti itu.”
Astrid nampak memikirkan sesuatu, ia pun mengantarkan Dela pulang ke rumah terlebih dahulu, ia meminta Della tetap di rumah dan tidak pergi ke mana pun karena ia akan melakukan investigasi siapa orang yang memberikan informasi itu pada Ariandra.
“Aku mengerti Tante, sekali lagi terima kasih banyak.”
Dela turun dari dalam mobil Astrid dan mobil itu segera melaju meninggalkan Dela, selepasnya ia masuk ke dalam rumah namun sepertinya tidak ada seorang pun yang tengah ada di rumah, sampai akhirnya pikirannya itu salah karena samar-samar ia mendengar suara seseorang yang tengah bertelepon di halaman belakang, karena penasaran ia pun berjalan menuju halaman belakang rumah untuk melihat siapa orang yang tengah bertelepon itu dan rupanya orang tersebut adalah Grace.
****
Ariandra menelpon Grace dan mengatakan pada wanita itu bahwa apa yang Grace katakan soal Kimmy adalah Dela sepertinya bukanlah isapan jempol belaka karena ia sudah membuktikannya sendiri. Grace yang mendapatkan laporan itu tentu saja bahagia bukan main, ia meminta supaya Ariandra segera membongkar kedok Dela dan membawa wanita itu pergi dari rumah ini karena ia tidak mau Dela terlalu lama berada di rumahnya.
“Sepertinya kamu begitu benci pada Dela?”
“Bagaimana aku tidak benci padanya? Istrimu itu membuatku tidak nyaman saja di rumah sendiri, satu hal lagi yang perlu kamu ketahui sepertinya dia muali berani menggoda kakakku.”
“Kakakku sepertinya sudah mulai tergila-gila pada wanita itu, menyebalkan sekali.”
Dela yang sekilas mendengar percakapan antara Grace dan seseorang yang ia terka adalah Ariandra nampak terkejut, ia hendak pergi namun naasnya saat hendak pergi justru ia tidak sengaja menyenggol sebuah vas
bunga hingga jatuh ke lantai dan membuat suara gaduh.
“Nanti aku akan telepon lagi,” ujar Grace seraya menutup sambungan teleponnya karena ia merasa kalau ada seseorang yang barusan tengah menguping pembicaraannya dengan Ariandra.
Grace segera masuk ke dalam rumah untuk melihat apa yang terjadi barusan, nampak vas bunga yang sudah pecah berhamburan di lantai dan pasti barusan ada seseorang yang mencuri dengar pembicaraannya dengan
Ariandra.
“Tidak salah lagi, pasti ada seseorang yang barusan menguping pembicaraanku.”
__ADS_1
****
Selepas pulang bekerja, Ariandra melajukan kendaraannya tidak pulang ke rumahnya melainkan ke sebuah tempat yang tidak lain adalah rumah dari ibunya Dela. Ketika Ariandra tiba di sana, ia mendapatkan sambuntan dingin dan tatapan penuh kebencian dari Ruswianthi karena ia menganggap bahwa dalang kematian putrinya itu adalah Ariandra.
“Mau apa lagi kamu datang ke sini? Apakah kamu belum puas telah membunuh putriku?”
“Aku datang ke sini dengan niat yang baik Bu, aku ingin mempertemukanmu dengan Dela.”
“Dela sudah meninggal dunia, aku rutin datang ke pemakamannya sampai hari ini untuk mendoakannya.”
“Dela belum meninggal Bu, dia masih hidup.”
Mendengar ucapan Ariandra barusan membuat Ruswianthi terkejut bukan main, ia sama sekali tidak mau percaya begitu saja dengan apa yang Ariandra katakan karena pria ini begitu licik dan jahat.
“Kamu pikir aku akan terperdaya dengan ucapanmu barusan? Aku tidak percaya kalau Dela anakku masih hidup, dia sudah mati dan kamu yang sudah membunuhnya.”
“Baiklah kalau Ibu masih menganggap bahwa Dela sudah meninggal dunia, aku ke sini untuk memberitahu Ibu kabar gembira ini namun kalau Ibu tak percaya aku pun tidak masalah, aku permisi dulu.”
Ketika Ariandra berbalik badan dan hendak kembali masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba saja Ruswianthi memanggil namanya dan hal tersebut membuat Ariandra menyeringai sebelum ia berbalik badan menghadap Ruswianthi.
“Kalau memang putriku belum meninggal dunia, di mana dia berada sekarang?”
“Aku akan dengan senang hati mempertemukan Ibu dengan Dela besok, itu pun kalau Ibu bisa.”
“Tentu saja aku bisa, awas saja kalau ini hanya akal-akalanmu saja untuk melakukan kejahatan padaku.”
“Percayalah padaku, Ibu pasti akan bahagia bertemu lagi dengan Dela.”
Selepas itu Ariandra masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraan itu meninggalkan rumah Ruswianthi, selepas Ariandra pergi barulah adik dari Dela keluar rumah untuk menemui sang ibu yang masih berdiri di depan rumah.
“Apa yang pria itu katakan, Bu?”
“Dia bilang Dela masih hidup, Nak.”
__ADS_1
“APA?!”