Aku Kembali

Aku Kembali
Akhirnya Dia Tahu


__ADS_3

Grace saat ini tengah berada di sebuah café menunggu seseorang untuk datang menemuinya, beberapa kali ia melirik jam yang ada di layar ponselnya dan akhirnya orang yang ia tunggu sejak tadi datang juga.


“Kamu Grace kan?”


“Iya, aku Grace yang tadi menelponmu, duduklah.”


Orang itu pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Grace, dari raut wajahnya nampak kebingungan terlihat sangat jelas sebelum akhirnya Grace pun memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka.


“Kamu mau pesan apa?”


“Samakan saja denganmu.”


Grace kemudian menyebutkan pesanannya pada pelayan tersebut, selepas mencatat pesanan mereka berdua sang pelayan kemudian pergi meninggalkan meja tersebut.


“Sekarang katakan padaku dari mana kamu mendapatkan nomor ponselku?”


“Itu tidak penting, yang penting sekarang adalah apakah kamu sedang dekat dengan seorang wanita yang bernama Kimmy?”


****


Ariandra mendapatkan telepon dari nomor asing di ponselnya, awalnya ia berpikir untuk tidak menjawab telepon dari nomor asing itu namun karena didorong oleh rasa penasaran yang tinggi pada akhirnya Ariandra pun menjawab telepon tersebut dan rupanya telepon itu datang dari seorang wanita yang bernama Grace, wanita itu mengajaknya untuk bertemu di sebuah café untuk membicarakan sesuatu hal yang penting sampai akhirnya ia sampai juga di café dan di sana hanya ada seorang wanita yang ia yakini adalah Grace. Ariandra tidak mau berbasa-basi dengan wanita ini dan ia pun mendesak supaya Grace mengatakan apa maksud serta tujuannya dan dari mana ia mendapatkan nomor ponselnya.


“Apakah kamu sedang dekat dengan seorang wanita yang bernama Kimmy?”


“Kenapa kamu bisa tahu hal tersebut?”


“Kenapa kamu begitu bodoh Ariandra?”


“Apa maksudmu mengataiku bodoh?”


“Dia itu adalah istrimu sendiri.”


“Wajahnya memang mirip dengan istriku namun dia bukan istriku.”


“Itulah sebabnya aku bilang kalau kamu bodoh, kamu percaya bahwa mereka adalah orang yang berbeda padahal mereka adalah orang yang sama.”


“Aku tidak percaya selagi kamu hanya bicara tanpa bukti.”


“Kamu mau bukti? Ini aku bawakan buktinya.”


Grace dengan bangga menyodorkan bukti bahwa wanita yang menyamar sebagai Kimmy itu adalah Dela, dari laporan yang dibawa oleh Grace itu membuat Ariandra terkejut karena rupanya Grace sama sekali tidak


bercanda ketika mengatakan bahwa Kimmy adalah Dela.


****

__ADS_1


Ariandra mengajak Dela untuk bertemu saat ini juga, mereka janjian bertemu di sebuah taman dan Dela menyanggupi itu. Ariandra sudah duduk di sebuah kursi taman ketika Dela tiba di taman tersebut, tanpa


membuang waktu Dela segera menyapa Ariandra.


“Kamu sudah datang rupanya.”


“Ada apa kamu mengajakku bertemu di sini?”


“Tidak, aku hanya merindukanmu.”


“Bukankah harusnya saat ini kamu sedang ada di kantor?”


“Aku ke sini untuk membicarakan sesuatu denganmu.”


“Ada apa?”


“Apakah kamu percaya kalau adanya manusia yang sama persis dengan manusia lain di muka bumi ini walaupun mereka tidak saling mengenal?”


“Maksudmu seperti saudara kembar yang jauh begitu?”


“Bisa dibilang begitu.”


“Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal itu padaku?”


“Karena wajahmu begitu mirip dengan mendiang mantan istriku.”


“Iya, aku tahu kalau kamu bukan dia, ngomong-ngomong bagaimana kalau nanti malam kita makan malam bersama?”


“Kalau soal itu aku tidak dapat janji.”


“Kenapa?”


“Karena nanti malam sepertinya aku ada acara.”


“Benarkah?”


“Iya, aku minta maaf.”


“Oh tidak masalah, kamu bisa mengabariku kalau kamu memiliki waktu, aku ingin sekali menghabiskan waktu denganmu.”


****


Astrid merasa heran kenapa Ariandra tidak lagi mencoba menghubunginya padahal ia berpikir kalau Ariandra akan segera menelponnya dan memohon supaya kerja sama antar perusahaan mereka tidak dibatalkan.


“Apa yang sebenarnya terjadi padanya, ya?”

__ADS_1


Grace masuk ke dalam ruangan kerja sang mama, kedatangan Grace yang tidak diduga oleh Astrid itu tentu saja membuatnya terkejut. Ia menanyakan apa maksud kedatangan putrinya ini.


“Sepertinya Mama tidak suka kalau aku datang ke sini?”


“Sudahlah Grace, katakan saja ada apa sampai kamu datang ke sini.”


“Mama dan Dela sedang merencanakan sesuatu yang buruk pada keluarga Hermanto kan?”


“Apa maksudmu?”


“Mama dan Rangga Hermanto sebenarnya memiliki hubungan di masa lalu kan?”


Raut wajah Astrid nampak terkejut ketika mendengar pertanyaan yang diajukan oleh putrinya barusan namun buru-buru Astrid mengendalikan dirinya untuk tidak terlihat terkejut dan panik di hadapan putrinya walaupun Grace sudah melihat itu dengan jelas tadi.


“Kamu ini bicara apa?”


“Sudahlah Ma, Mama tidak perlu lagi bersandiwara di depanku, Mama ingin balas dendam pada Rangga Hermanto lewat Dela kan?”


“Grace, lebih baik kamu pergi saja dari ruangan kerja Mama kalau ingin membicarakan hal seperti itu.”


“Oh tentu saja aku akan segera pergi sekarang karena tidak lama lagi Rangga Hermanto akan tahu siapa dalang yang ingin menghancurkan perusahaannya.”


****


Grace berpapasan dengan Vicko ketika ia sedang menunggu lift turun, Vicko bertanya pada adiknya itu kenapa datang ke kantor dan Grace menjawab bahwa ia barusan menemui mama mereka di ruangan kerja.


“Memangnya ada urusan apa kamu dengan Mama?”


“Mama menggunakan Dela sebagai alat balas dendamnya pada Rangga Hermanto.”


“Balas dendam pada Rangga Hermanto? Memangnya kenapa Mama harus membalas dendam pada pria itu?”


“Sudahlah Kak, nanti aku akan ceritakan di rumah lengkap dengan bukti yang aku miliki.”


Grace segera masuk ke dalam lift ketika pintu lift terbuka sementara Vicko masih terdiam di tempatnya akibat memikirkan apa yang barusan Grace katakan. Apakah benar mamanya menggunakan Dela sebagai alat


balas dendam pada keluarga Hermanto? Vicko tidak mau memikirkan hal tersebut sekarang, ia segera kembali ke ruangan kerjanya namun ketika melewati depan ruangan kerja sang mama, Vicko terhenti di depan pintu ada sesuatu yang mendorongnya untuk masuk ke dalam ruangan kerja mamanya. Vicko sempat bimbang saat tangannya sudah berada di knop pintu, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk membuka pintu tersebut secara perlahan dan ia bisa melihat sang mama saat ini tengah berdiri menatap kaca yang ada di belakang meja kerjanya dan tengah bertelepon dengan seseorang.


“Aku minta kamu mencari tahu siapa orang yang memberitahu Grace mengenai masa laluku.”


Vicko nampak terkejut ketika mendengar ucapan mamanya barusan, namun ia masih bisa mengendalikan dirinya dan buru-buru keluar dari ruangan kerja sang mama sebelum Astrid menyadari keberadaannya.


“Sepertinya barusan ada orang yang masuk,” gumam Astrid ketika melihat ke pintu namun tidak ada siapa pun di sana.


Sementara itu Vicko sudah masuk ke dalam ruangan kerjanya dan duduk di kursi, ia masih begitu terkejut dengan apa yang baru saja didengar secara langsung dari mulut mamanya.

__ADS_1


“Jadi apa yang Grace katakan tadi itu benar?”


__ADS_2