Aku Kembali

Aku Kembali
Kecewa Akan Sebuah Keputusan


__ADS_3

Vicko nampak kecewa dengan keputusan yang sudah Dela ambil ini, ia berusaha kembali mengingatkan Dela untuk jangan menuruti emosinya saja karena balas dendam justru akan menghancurkan dirinya sendiri. Namun sayangnya Dela sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang Vicko katakan tadi, ia langsung pergi meninggalkan pria itu sendirian. Vicko hanya dapat menghela napasnya panjang seraya menyayangkan keputusan yang sudah Dela ambil.


“Kenapa kamu ada di sini, Nak?” tanya Astrid yang menghampiri Vicko.


“Bukan apa-apa, Ma.”


****


Ariandra keesokan harinya menceritakan apa yang Grace katakan padanya kemarin, tidak lupa juga Ariandra memberikan dokumen yang menunjukan bahwa Kimmy itu adalah Dela. Tika nampak sudah menduga bahwa wanita yang bernama Kimmy itu adalah Dela, Tika pun mengatakan bahwa Ariandra harus lebih cerdas dari wanita itu dan kali ini misi mereka kembali dilanjutkan yaitu menghilangkan nyawa Dela untuk yang ketiga kalinya.


“Ini adalah percobaan ketiga kita untuk bisa menghilangkan nyawanya, Mama tidak mau kalau sampai percobaan ini kembali gagal.”


“Mama tenang saja aku akan bermain cantik agar dia bisa semakin percaya kalau aku tidak mengenalinya sebagai Dela dan ketika dia lengah maka aku akan membunuhnya.”


“Terserah saja asalkan kamu kali ini benar-benar membuatnya pergi untuk selama-lamanya.”


Rupanya percakapan antara Tika dan Ariandra barusan didengar oleh Denis, ia benar-benar tidak percaya bahwa Tika dan Ariandra kembali berniat jahat pada Dela yang sekarang menyamar sebagai Kimmy, tentu saja Denis tidak bisa membiarkan mamanya dan Ariandra kembali berbuat kejahatan seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Denis kemudian memikirkan cara bagaimana ia bisa menemui Della dan mengingatkan wanita itu bahwa Ariandra saat ini sudah mengetahui identitas aslinya.


“Sayang, kamu seperti sedang memikirkan sesuatu?” tanya Maya pada Denis yang sejak tadi diam.


“Oh bukan apa-apa,” kilah Denis.


Tidak lama kemudian Tika dan Ariandra duduk di kursi mereka masing-masing untuk menyantap sarapan dan kini mereka hanya tinggal menunggu Rangga saja.


****


Sementara di tempat yang lain Vicko memutuskan bicara dengan mamanya mengenai rencana sang mama yang masih tetap akan menggunakan Dela sebagai boneka balas dendamnya pada keluarga Hermanto.


“Ada apa, Nak?”


“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Mama.”


“Ada apa?”

__ADS_1


“Ini menyangkut soal apa yang Mama lakukan pada Dela.”


“Memangnya Mama melakukan apa padanya?”


“Mama menjadikan Dela boneka balas dendam pada keluarga itu? Kenapa Mama tega melakukannya?”


“Mama hanya menawarkan sebuah misi padanya dan dia menyetujuinya.”


“Namun bukan seperti ini, Ma. Mama sama saja mendorong Dela untuk menghancurkan dirinya sendiri.”


“Kenapa kamu sepertinya sangat tidak rela kalau Dela menjalankan misi ini?”


“Karena aku tidak mau dia menghancurkan dirinya sendiri.”


“Tidak, Mama yakin itu bukanlah jawaban yang sebenarnya, apakah kamu menyukainya?”


Vicko tidak menjawab pertanyaan yang Astrid ajukan barusan, sementara itu melihat bagaimana gelagat Vicko yang seperti ini membuat Astrid semakin curiga bahwa tuduhan yang barusan ia lontarkan itu adalah benar.


“Aku hanya tidak ingin dia menghancurkan dirinya sendiri, itu saja, kalau memang Mama ingin menghancurkan keluarga Hermanto maka itu urusan Mama sendiri jangan ajak orang lain menghancurkan diri sendiri seperti apa yang sedang Mama lakukan ini.”


****


Selesai sarapan pagi, Denis menghampiri Ariandra yang sudah bersiap hendak berangkat ke kantor. Denis berbasa-basi menanyakan mengenai wanita yang wajahnya mirip sekali dengan Dela itu.


“Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal itu?”


“Aku hanya penasaran saja, apakah kamu dekat dengannya karena wajahnya mengingatkanmu pada Dela?”


“Itu sama sekali bukan urusanmu.”


“Itu memang bukan urusanku, namun Eva semakin hari semakin liar, dia datang dan mencarimu namun kamu mengabaikannya karena sekarang kamu lebih dekat dengan wanita yang bernama Kimmy itu.”


“Soal Eva aku akan urus wanita itu, sudahlah aku mau pergi ke kantor.”

__ADS_1


Ariandra kemudian segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraan itu meninggalkan rumah sementara Denis masih terdiam di teras rumah memikirkan cara supaya ia bisa memberitahu Dela untuk berhati-hati pada Ariandra.


“Kamu belum berangkat?” tanya Maya yang menghampiri Denis di teras rumah.


“Sebentar lagi aku akan berangkat,” jawab Denis yang kemudian berpamitan pada istrinya sebelum masuk ke dalam mobilnya, ia melambaikan tangan pada Maya dari dalam mobil sebelum mobil itu melaju meninggalkan halaman rumah.


Ketika sudah sampai di depan kantor, lagi-lagi Denis melihat Eva tengah beradu argumen dengan satpam karena tidak diizinkan masuk ke dalam, namun Denis tidak mau turun dan melerai pertikaian antara Eva dan satpam itu karena masalah wanita itu adalah masalah Ariandra.


****


Della mendatangi kantor Ariandra, kedatangannya ke kantor itu membuat Eva yang sejak tadi beradu argumen dengan satpam kesal bukan main karena wanita itu diizinkan masuk ke dalam sementara dirinya tidak. Tidak lama kemudian polisi datang dan membawa Eva masuk ke dalam mobil polisi karena sudah membuat onar, Eva yang merasa diperlakukan tidak adil, meronta-ronta meminta dirinya untuk dilepaskan namun polisi tersebut tetap membawanya masuk ke dalam mobil. Dela sama sekali tidak peduli dengan drama yang terjadi di depan kantor Ariandra, ia dipersilakan masuk ke dalam lobi oleh satpam karena sebelumnya Ariandra sudah memberitahu satpam dan juga stafnya yang berjaga di lantai bawah untuk memberikan izin Dela masuk ke dalam kantor. Kebetulannya saat Dela sedang menunggu lift terbuka, ia bertemu dengan Denis, Dela berusaha bersikap sebiasa mungkin ketika berpapasan dengan Denis namun yang membuatnya terkejut adalah pria itu menahan tangannya supaya tidak masuk ke dalam lift.


“Ikut denganku.”


Dela hanya pasrah ketika diajak Denis menuju sebuah pintu yang menuju tangga darurat, di sana Denis melepaskan cengkraman tangannya dan Dela seketika merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.


“Siapa kamu? Kenapa membawaku ke sini?”


“Kamu mengenaliku dengan baik Dela.”


“Siapa Dela? Aku bukan Dela.”


“Kamu Dela, kamu tidak bisa menipuku dengan berpura-pura sebagai Kimmy.”


Dela terdiam dan ia sama sekali tidak nyaman dengan kondisi saat ini, ia ingin melarikan diri dari tempat ini namun lagi-lagi tagannya dicengkram oleh Denis hingga ia tidak bisa melarikan diri.


“Tolong lepaskan tanganku.”


“Ariandra sudah tahu kalau kamu Dela.”


Dela nampak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Denis, awalnya ia berpikir Denis mengatakan itu hanya untuk menakutinya saja namun ketika ia melihat kedua mata Denis, ia kini percaya pada pria itu bahwa ia sama sekali tidak sedang bercanda dengan yang barusan ia katakan.


“Bagaimana bisa?”

__ADS_1


__ADS_2