
langit sudah semakin gelap..
Elle masih terduduk menatap langit yg penuh dengan bintang itu sambil ditemani secangkir matcha hangatnya.
fikiran Elle sejenak melayang mengingat seseorang yg sangat dia rindukan ,
seseorang yg selalu membuatnya merasa sangat bahagia.
dia membayangkan bahwa orang tersebut kini sedang bersamanya,
dan tiba-tiba saja lamunan Elle buyar karena pelukan hangat dari belakang tubuhnya.
"sayang, aku perhatikan kau melamun sedari tadi ,apa kau masih ingin disini ? kalau begitu aku akan memperpanjang bulan madu kita" bisik Zen
"ah tidak usah Zen ,kita akan tetap pulang ke indonesia besok" ucap Elle
"apa kamu sangat merindukan mami dan papimu?" tanya Zen
"iya Zen ,aku sangat merindukan mereka ,maka dari itu aku melamun sedari tadi" jawab Elle
"ya mereka pun pasti merindukan kamu sayang ,apalagi jika kamu bisa memberikan mereka hadiah, pasti mereka pun akan sangat bahagia" ucap Zen
"hadiah ? bukannya aku sudah membelikan mereka oleh-oleh selama disini kan ?" sahut Elle
"bukan hanya oleh-oleh itu sayang ,tapi sebuah bayi mungil yg akan tumbuh disini" Zen berbisik dengan mengelus perut rata Elle
"tapi Zen ,aku masih belum siap untuk memiliki seorang bayi" ucap Elle
"sayang ,kita sudah menikah ,jadi kita harus sangat siap untuk memiliki seorang bayi" Zen mendekap Elle penuh kasih sayang
Elle hanya terdiam mendengar apa yg diucapkan Zen ,pasalnya Elle sangat tidak ingin memiliki keturunan dari laki-laki yg tidak sama sekali dia cintai.
🍂
di malam yg bertabur bintang itu ,Zen masih mendekap lembut Elle .
hatinya begitu nyaman bila di dekat sang istri tercinta.
sungguh Zen sangat mencintai Elle melebihi dari apapun .
Zen menggendong Elle dan membaringkannya di atas tempat tidur ,Zen mencium bibir mungil Elle ,mata Elle hanya terpejam ,rasanya sangat ingin sekali dia menangis ,menangisi bahwa yg dihadapannya kini adalah laki-laki yg tidak dia cintai ,Elle menahan semua rasa terpuruknya itu ,
dia hanya bisa memendam semua masalah ini dalam-dalam.
dan Zen pun memulai ritual seperti biasanya.
ini adalah malam terakhir honeymoon mereka di jepang ,
Zen menghabiskan seluruh tenaga nya untuk melakukan ritualnya tersebut,
hingga mereka berdua terkulai lemas tak berdaya ,dan akhirnya mereka pun tertidur..
🍂🍂🍂
__ADS_1
hari sudah pagi , Zen masih mendekap tubuh istri tercintanya itu .
layaknya seorang anak yg tidak ingin terpisah dengan ibunya ,
dan mereka pun kembali tertidur.
🍂
Elle membuka mata karena merasakan sesak di bagian dadanya ,
dan yg membuat sesak itu adalah tangan kekarnya Zen.
"eumm, tanganmu membuat aku sulit untuk bernafas Zen ,lepaskanlah" ucap Elle
"aku tidak mau melepaskannya" sahut Zen
"jam berapa ini ? kita harus bersiap untuk pulang Zen ,kalau telat kita tidak jadi pulang ke indo" sahut Elle
"biarkan saja kita lebih lama disini sayang" goda Zen
"tidak Zen ,ayolah kita bersiap ,kita harus pulang hari ini juga" ucap Elle dengan segera melepaskan pelukan Zen
Elle pun bersiap menuju kamar mandi dan dia membersihkan diri ,
seperti biasa Zen menyelinap secara diam-diam dan langsung memeluk Elle dari belakang.
maka ya apalagi jika mereka tidak melakukan Ritual seperti biasanya 😑
🍂🍂🍂
Elle sangat merindukan negara tercintanya ,
mungkin bukan hanya merindukan itu , Elle bisa saja merindukan semua kenangan yg ada di negara asalnya tersebut.
🍂🍂🍂
kini Elle dan Zen telah sampai di negara asal mereka .
"akhirnya sampai juga ,aku sangat merindukan kamarku" ucap Elle gembira
"kamar ? sebentar sayang ,maksudmu kamar yg mana ?" tanya Zen
"ya sudah jelas kamar di rumahku dong Zen" jawab Elle
"tidak sayang ,hari ini kita akan menempati rumah baru kita, apa kau lupa kalau kita ini sebagai suami istri ?" ucap Zen
"rumah ? tapi kenapa aku tidak tahu kalau kita punya rumah Zen ?" tanya Elle
"sayang dengarkan aku ,aku sudah mempersiapkan semuanya ,semua untuk kita ,termasuk rumah ,aku sudah mengatur semuanya sebelum kita menikah" papar Zen sambil mendekap tubuh Elle
"lalu ? aku harus segera menghubungi orang tuaku Zen ,mereka pasti tidak tahu kan alamat rumah yg kau maksud itu ?" sahut Elle dengan sigap mengambil ponselnya untuk menghubungi orang tuanya
"sayang sudahlah ,orang tuamu dan ayahku sudah menunggu kita dirumah yg baru, ayolah kita pergi sekarang" ucap Zen
__ADS_1
Zen lalu menggenggam tangan Elle dan masuk ke dalam mobil yg akan mengantar mereka ke tempat tujuannya.
di dalam mobil ,Elle masih tidak percaya bahwa Zen sangat sigap dan cekatan untuk mempersiapkan semuanya ,
memang saat ini Elle tidak kekurangan satu apapun ,
suami yg tampan , harta yg berlimpah ,serta kasih sayang dari sang suami .
akan tetapi semua itu bertepuk sebelah tangan bagi Elle ,
keinginannya yg bersama Dev lebih kuat dari apa yg dia rasakan saat ini.
🍂🍂🍂
Elle melihat ke sekeliling jalanan yg ia lalui ,
pemandangan yg sangat sejuk baginya ,
mobil itu melesat memasuki kawasan elite ,
dan disana terdapat rumah-rumah yg sangat megah , bahkan bisa dibilang rumah itu seperti Mall di kota ,
dan tak lama kemudian mobil pun berhenti.
Elle dan Zen keluar dari mobil tersebut dan berjalan masuk mengikuti langkah kaki Zen.
"ini adalah istana kita sayang ,istana yg akan ramai dengan anak-anak kita nanti" ucap Zen
"terimakasih Zen ,bahkan aku tidak tahu harus membalas apa untuk semua ini" sahut Elle
"ssssttt, cukup dengan mencintaiku sepenuh hatimu sayang ,itu sudah lebih dari cukup bagiku " Zen memperjelas kata-katanya
Elle hanya terdiam mendengar apa yg Zen ucapkan ,Elle merasakan begitu tersayat hatinya dengan Zen meminta agar dia mencintai Zen sepenuh hati,
Elle teringat akan Dev yg sudah dia sakiti ,
apakah Elle akan sanggup ?
apakah ini adalah langkah awal Elle membuka hatinya untuk sang suami ?
Entahlah ,karena posiai Dev di dalam hati Elle masih belum bisa digeser oleh siapapun.
"sayang ,aku mencintaimu ,aku seperti ini karena aku mencintaimu" ucap Zen sambil menggenggam tangan Elle
Elle dan Zen saling menatap satu sama lain ,
sangat terlihat begitu jelas ,tatapan Zen pada Elle terlihat bahwa cinta Zen pada Elle begitu besar ,
akan tetapi berbeda dengan Elle,
tatapan matanya Seakan kosong ,fikirannya entah melayang kemana ,
ingin Elle menangis namun bukan disaat seperti ini.
__ADS_1
apapun yg terjadi Zen adalah suaminya saat ini,
dan Elle pun tidak memungkiri jika Zen begitu mencintainya dan Rela melakukan apapun demi cintanya pada Elle.