
Hari ini Tuan Zaki sudah bisa pulang dari rumah sakit,
Tuan Zaki hanya ditemani sang isteri , karena Elle masih berada di rumah Fiona..
🍂
"Fio , apa aku harus menghubungi kak Dev hari ini juga ?" tanya Elle
"lebih cepat akan lebih baik Elle" Jawab Fiona
"tapi , apa aku bisa berbicara dengannya Fio ? apa aku akan kuat melihat rasa sakit yg dia terima ?" Lirih Elle seraya menitikan air matanya
"Elle , dengarkan aku , apapun keputusannya kamu harus bersikap lebih tegar , aku tau betapa rapuhnya kamu ,aku tau betapa akan tersiksanya kak Dev dengan semua ini , tapi apa kamu mau mengorbankan papimu untuk masalah yg sekarang?" tanya Fiona dengan tatapan tajamnya
"aku tidak mau mengorbankan papi Fio , tapi rasanya berat jika harus mengorbankan perasaanku pada kak Dev" tambah Elle
"aku tau ini berat babee , aku bisa merasakannya , bukan maksudku seperti ini ,tapi aku tahu betul bagaimana rasanya kehilangan orang tua" tangkas Fiona
"bantu aku Fio bantu aku , aku ingin bertemu dengan kak Dev dan menceritakan ini semua" Lirih Elle
"baiklah , aku akan hubungi kak Dev , biar aku mencari tempat untuk kalian saling bicara" tambah Fiona.
🍂
Di kediaman Tuan Zaki.
"mami sangat khawatir pada Elle pi , apa tidak sebaiknya kita menjemput Elle ke rumah Fiona saja ?" Tanya Nyonya Ayona
"tidak perlu mi , percayakan semua pada papi ,Elle kita akan baik-baik saja, nanti sudah saatnya tiba Elle pun akan pulang" jawab Tuan Zaki
"semoga saja tidak terjadi apa-apa pada Elle kita pi, mami sangat mencemaskan putri semata wayang kita" tambah Nyonya Ayona seraya melihat ke arah luar jendela rumahnya.
🍂🍂🍂
di tempat lain seorang wanita paruh baya dilarikan ke sebuah rumah sakit ,
dan tampak seorang laki-laki yg menahan tangisnya karena melihat kondisi ibunya yg terlihat menahan rasa sakitnya..
Dev yg kini dalam kondisi tidak memungkinkan untuk memberitahu orang lain perihal keadaan ibunya .
kini ibunya Dev sedang di tangani oleh Dokter di ruang IGD ,
tak berselang lama Dokter pun keluar menghampiri Dev.
"apa anda anak dari ibu Eva ?"tanya Dokter tersebut
"iya benar dok ,saya anaknya" jawab Dev
"kita akan melakukan CT SCAN untuk mengetahui apa penyakit yg diderita ibu Eva, kamu bisa menunggunya nak sampai hasilnya keluar" ucap Dokter tersebut sambil memegang bahu Dev
"lalu bagaimana keadaan ibu saya sekarang Dok?" tanya Dev dengan rasa cemasnya
__ADS_1
"saat ini ibu Eva sudah diberikan obat penenang , karena memang sakit kepala yg di deritanya sungguh membuat ibu Eva tidak tahan, maka dari itu saya memberikan penghilang rasa sakit sementara untuk iby Eva , kamu bisa melihatnya sekarang" sahut Dokter itu dengan jelasnya
"baiklah dok ,saya akan masuk ke dalam ,terimakasih Dokter" ucap Dev
"silahkan nak" jawab dokter tersebut sambil melanglahkan kakinya menjauhi tempat dimana Dev berada
Dev melihat ibunya yg sedang berbaring di atas kasur perawatan , ibunya yg terkulai lemas , dia masih ingat dalam beberapa hari ini ibunya sering mengeluhkan rasa sakit yg mendera di kepalanya , hingga sampai ibunya mengalami kejang-kejang ..
Dev sangat tersiksa melihat wanita pertama yg sangat dia cintai merasakan sesakit itu , Dev hanya ingin ibunya sehat kembali tanpa adanya rasa sakit yg mendera .
selama hidupnya Dev bekerja banting tulang demi ibunya dan anaknya ,
di kota ini Dev hanya tinggal dengan sang ibu , karena sang anak ikut dengan mantan istrinya Dev .
maka dari itu Dev sangat mencintai ibunya tersebut..
🍂🍂🍂
sampai hasil CT SCAN keluar dan diketahui bahwa ibunya mengidap Tumor Otak ,
hati Dev terasa begitu hancur , tubuhnya terasa tidak bertulang .
dia bahkan berharap ibunya tidak akan sakit lagi , akan tetapi takdir berkata lain .
Dev harus menerima semua kenyataan ini , sampai Dokter menyarankan untuk Operasi pengangkatan Tumor tersebut ,,
perasaan Dev semakin berkecamuk , dia tdak tahu lagi harus berkata apa.
saat ini fikiran Dev sedang dilanda kebingungan , harus pergi kemana dia , harus menemui siapa dan harua berbuat seperti apa agar ibunya bisa sehat kembali ..
Dev teringat atas kartu ATM yg pernah Elle berikan , Dev sempat terfikirkan untuk meminta izin pada Elle agar dia bisa meminjam uang tabungan tersebut..
akan tetapi Dev mengerutkan keningnya , seakan dia sedang berfikir keras untuk mendapatkan uang tersebut..
tiba-tiba ponsel Dev berdering , terdapat nama Fiona yg menghubunginya..
"tidak biasanya Fiona menghubungi ku , ada apa ya ? apa ada hubungannya dengan Elle ?" Dev berkata dalam hatinya
Dev pun akhirnya mengangkat telfon dari Fiona.
"hallo kak Dev ?" ucap Fiona
"iya ada apa Fio ? tumben menghubungiku" timpa Dev
"eemmm begini kak ,apa kak Dev ada waktu sebentar ? sebenarnya Elle ingin bertemu denganmu kak" sahut Fiona dengan nada gugupnya
"kenapa harus kamu yg menghubungiku ? kenapa tidak Elle sendiri saja Fio?" tanya Dev
"entahlah kak , yg terpenting kakak harus bertemu Elle saja untuk hari ini, bagaimana ?" ungkap Fiona
"baiklah , kamu atur saja dimana tempatnya , lalu hubungi aku ,nanti aku akan datang menemui Elle" sahut Dev
__ADS_1
"serahkan saja semuanya padaku kak" jawab Fiona...
🍂
mendengar Dev akan menemuinya ,hati Elle semakin tidak karuan ,antara bahagia akan bertemu pujaan hatinya atau terbesit rasa kesedihan karena mungkin ini adalah pertemuan terakhirnya dengan sang pujaan hati .
rasa sakit semakin menjalar di tubuh Elle , rasanya dia tidak bisa menerima semua kenyataan hidupnya ini ,
rasa kecewa terhadap kedua orang tuanya tidak bisa dia utarakan , karena Elle sangat menyayangi mami dan papinya .
karena Elle tidak memiliki siapapun di sini terkecuali mereka ..
🍂
pukul 19:00
Elle sedang menunggu seseorang datang , hatinya semakin tidak karuan ,rasanya seperti pertama kali bertemu padahal selama 4 tahun ini hampir tiap hari Elle bertemu dengan Dev ,
dan tak lama kemudia Dev pun datang ,
Dev menghampiri Elle dan duduk di sampingnya.
"apa kabarmu sayang ? sudah beberapa hari ini kita tidak bertemu ,dan ponsel mu pun tidak bisa di hubungi" ucap Dev
"aku baik-baik saja kak , bagaimana denganmu ? maaf , aku hanya tidak ingin diganggu oleh siapapun" sahut Elle dengan wajah datarnya
"ada apa sayang ? apa ada masalah ? ceritakan padaku" tanya Dev dengan wajah yg sangat serius.
Elle hanya bisa terdiam dan menghela nafas panjang dan membuangnya perlahan , dia menahan semua kesakitan hatinya , dia menahan agar air matanya tak jatuh membasahi pipi mulusnya itu.
"aku minta maaf kak , mulai saat ini jangan panggil aku dengan sebutan 'sayang' lagi" ucap Elle
"ada apa ini Elle ? apa maksudmu ????" Dev semakin bingung lalu membalikan wajah Elle sampai tepat di hadapan wajahnya
"katakan Elle , ada apa ? mengapa kau berbicara seperti itu? ceritakan padaku Elle" tambahnya lagi
"maaf kak , beribu maaf aku katakan padamu , hubungan kita cukup sampai disini saja" jawab Elle dengan menundukkan kepalanya
"tapi apa alasannya Elle ? apa karena orang tuamu lagi ? kita pasti bisa untuk mendapatkan restu dari mereka sayang , ayolah kamu jangan menyerah sedikitpun ,kamu sudah berjanji padaku kan agar kita selalu bersama apapun yg terjadi??" ucap Dev dengan rona wajah yg memerah menahan tangisannya
sementara Elle hanya terdiam melihat Dev yg hanya bisa memohon pada dirinya itu..
"Elle sayang ,katakan padaku ,bahwa semua ini tidak benar ,kita sudah saling berjanji untuk selalu bersama Elle ,.!!! Elle dengarkan aku Elle !!!!!! kita saling mencintai , kita akan selalu bersama sampai tua , dengar itu Elle !!!!" teriak Dev
Dev sangat terpukul dengan semua keputusan Elle , hingga Dev tidak menyadari air matanya terus terjatuh membasahi pipinya ,
sementara Elle hanya bisa menahan rasa sakit dalam hatinya karena Elle baru pertama kali melihat Dev menangis seperti itu..
"ya tuhan ,apa aku salah sudah menyakiti laki-laki yg mencintaiku sepenuh hati ini ? apa aku sudah sangat kejam membiarkan laki-laki ini menangis seperti yg aku lihat sekarang ini ? sungguh aku tidak tega ya tuhan ,tapi apa aku harus mengatakan bahwa semua ini tidak benar ? lalu bagaimana dengan kedua orang tuaku ? ya tuhan bantu aku., kuatkanlah hatiku" ucap Elle di dalam hatinya.
🍂🍂🍂
__ADS_1
hay readers ,jangan lupa untuk menekan LIKE nya ya 💋💋