
Eva nampak tak terima dengan apa yang Ariandra lakukan padanya saat ini, rupanya Ariandra lebih memilih wanita yang wajahnya mirip sekali dengan Dela itu dan akhirnya Eva bersumpah akan membuat Ariandra membayar apa yang sudah ia lakukan padanya saat ini.
“Tunggu saja pembalasanku, Ariandra!”
Sementara itu Ariandra membawa Dela masuk ke dalam mobilnya, ia sekali lagi meminta maaf atas apa yang barusan terjadi pada Dela.
“Tidak masalah, jadi kita mau pergi ke mana?”
****
Ariandra memutuskan membawa Dela pergi ke restoran lain yang jaraknya jauh dari tempat tersebut supaya Eva tidak membuat keributan lagi, sambil menunggu pesanan mereka datang Dela sengaja memancing Ariandra
untuk mengatakan siapa Eva dan Ariandra masih saja mengelak bahwa Eva adalah kekasih gelapnya.
“Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu bahwa dia itu hanya wanita yang mencintaiku dan mengaku-ngaku sebagai kekasihnya?”
“Namun sepertinya wanita itu nampak bersungguh-sungguh ketika mengatakan kamu akan menikahinya, apakah jangan-jangan selama ini kamu berselingkuh dengan wanita itu di belakang mendiang istrimu?”
“Tentu saja hal itu tidak mungkin Kimmy, kamu jangan percaya dengan apa yang wanita itu katakan, dia itu sepertinya mengalami gangguan jiwa.”
Obrolan mereka terhenti karena pelayan membawakan pesanan mereka, selepas pelayan pergi Ariandra mempersilakan Dela untuk menikmati makan siang. Mereka makan siang dengan tenang dan tidak terjadi
banyak percakapan di antara mereka berdua hingga selepas makan siang, Dela meminta Ariandra untuk mengantarkannya pulang ke rumah. Sebenarnya Ariandra masih ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Dela namun karena ia tidak dapat memaksa wanita ini, maka ia pun terpaksa harus menuruti apa yang Dela
inginkan.
“Terima kasih atas hari ini, Ariandra.”
“Tidak masalah Kimmy.”
“Hati-hati mengemudi.”
“Iya.”
Dela kemudian turun dari dalam mobilnya dan melambaikan tangan pada Ariandra yang ada di dalam mobil sebelum wanita itu masuk ke dalam rumah.
****
Ariandra baru saja pulang ke rumah dan ia sudah disambut oleh Tika yang sudah menunggunya sejak tadi, Tika langsung membawa putranya itu ke dalam ruangan perpustakaan. Tentu saja Ariandra bingung kenapa mamanya sampai membawanya ke ruangan ini.
“Kamu dari mana saja?”
__ADS_1
“Bukan urusan Mama aku baru saja ke mana.”
“Lihat ini.”
Tika memperlihatkan foto Ariandra dan Dela yang tengah berjalan bersama di taman dan masuk ke dalam mobil pada sebuah artikel online, tentu saja Ariandra terkejut bukan main karena sepertinya ada seseorang yang sengaja mengambil fotonya dan menjadikan ini sebagai artikel di media online.
“Apa maksud semua ini Ariandra?”
“Aku bisa membereskannya, Ma.”
“Sepertinya terlambat untuk kamu membereskannya karena papamu sudah mengetahuinya.”
“Apa? Papa sudah tahu?”
Tika menghela napasnya panjang dan kemudian Ariandra keluar dari ruangan perpustakaan itu dan benar saja sudah ada papanya yang berdiri tidak jauh darinya.
“Dari mana saja kamu?”
“Aku dari luar.”
“Benarkah? Apakah kamu berkencan lagi?”
“Apa maksud Papa?”
Rangga memperlihatkan artikel yang baru saja ditunjukan oleh Tika, Ariandra mengatakan ia akan segera mengurus artikel tersebut. Ia pun bergegas menuju kamarnya dan membanting dirinya di atas kasur, ia benar-benar penasaran siapa dalang di balik munculnya artikel itu.
****
Tidak hanya artikel soal kedekatan Ariandra dengan seorang wanita yang wajahnya mirip dengan mendiang istrinya, kabar perselingkuhan dan skandal dugaan pembunuhan terhadap Dela pun muncul sebagai artikel di sebuah media online yang makin membuat Ariandra kesal karena belum selesai ia mengurus artikel yang satu itu muncul lagi artikel lain tentang dirinya yang bersifat negatif. Ia sudah berusaha melacak siapa dalang di balik pembuatan artikel tersebut namun nyatanya sampai saat ini dirinya belum mengetahui siapa orang yang paling bertanggung jawab dalam pembuatan artikel itu.
“Katanya kamu akan segera mengurus artikel itu? Lalu kenapa artikel lain muncul di internet?” tanya Rangga.
“Aku sedang mengurusnya, tidak lama lagi artikel itu akan segera hilang dari internet,” jawab Ariandra.
“Papa harap begitu karena kalau sampai artikel itu masih bertengger di internet dan menjadi viral maka citra perusahaan kita akan tercoreng dan Papa tidak mau sampai hal itu terjadi.”
“Aku mengerti Pa, jangan khawatir, aku akan segera mengurusnya.”
“Sudahlah sayang, jangan menekan Ariandra seperti itu, aku yakin bahwa dia akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan kita,” ujar Tika pada sang suami.
“Terserah sajalah,” ujar Rangga yang sudah nampak malas dan pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
****
Astrid nampak tersenyum puas saat melihat banyaknya artikel miring mengenai Ariandra yang tersebar di internet, media sosial perusahaan milik keluarga Hermanto pun diserang oleh hujatan netizen. Ini adalah saat yang tepat untuk Astrid memainkan pernanannya, ia segera menelpon sekretarisnya dan meminta supaya kerja sama perusahaan mereka dengan perusahaan Ariandra dibatalkan.
“Selamat pagi, Tante,” sapa Dela.
“Selamat pagi sayang.”
“Kenapa pagi-pagi ini Tante sudah senyum-senyum sendiri?”
“Apakah kamu belum melihat artikel yang muncul di internet sejak semalam?”
“Apakah Tante sudah memulai rencananya?”
“Iya, Tante sudah mulai memulai semua ini, sekarang Tante sudah menghubungi sekretaris Tante untuk membatalkan kerja sama antara perusahaan Tante dengan Ariandra.”
Astrid melirik ponselnya yang mana di sana tertera nama Ariandra, ia dengan sengaja menolak panggilan dari Ariandra tersebut dan mematikan ponselnya.
“Sebentar lagi pasti dia akan mencoba untuk menghubungimu,” ujar Astrid dan ternyata benar saja tidak lama kemudian Ariandra menelpon Dela.
“Halo Ariandra?”
“Halo Kimmy, apakah tantemu ada di rumah?”
“Hum tante sedang ada di luar negeri, memangnya ada apa?”
“Begitu ya? Kenapa aku tidak dapat menghubungi ponselnya?”
“Aku tidak tahu soal itu.”
“Baiklah.”
“Memangnya ada keperluan apa kamu dengan tanteku?”
“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengannya, namun kalau dia sedang ada di luar negeri maka aku akan bicara padanya nanti setelah dia kembali ke Indonesia. Kira-kira kapan dia akan kembali?”
“Kalau soal itu aku tidak tahu.”
“Baiklah, kalau kamu mendapatkan kabar kapan tantemu kembali ke Indonesia, segera kabari aku, ya?”
“Baiklah.”
__ADS_1
Setelah itu Ariandra mematikan sambungan teleponnya, rupanya diam-diam Grace menguping pembicaraan antara Dela dan Astrid setelah itu ia pergi ke kamarnya dan membuka laci nakas yang mana ada sebuah amplop yang berisi laporan yang sudah diberikan detektif yang ia suruh menghimpun informasi rencana yang sedang Della dan mamanya rencanakan.
“Rupanya kalian sudah memulai rencana itu, menarik sekali.”