
"Fio buka ,aku didepan rumahmu" ucap Elle dari balik ponselnya
Fiona pun berjalan menuruni anak tangga dan menuju pintu ruang tamunya ..
ceklek...
Elle langsung memeluk Fiona ,tangis gadis 22 tahun itu langsung tumpah di pelukan sahabatnya sendiri ..
Fiona sangat kebingungan dengan tingkah sahabatnya itu , entah apa yg sebenarnya terjadi ,
memang Elle sudah biasa curhat mengenai Dev kenapa Fiona ,itu pun hanya sebatas ungkapan kekesalannya kepada orangtuanya karena tidak menyetujui hubungannya dengan Dev ,
akan tetapi perlakuan Elle saat ini sangatlah berbeda , dia menangis sesegukan di pelukan Fiona , dengan suara seraknya dia meraung-raung sampai suaranya tidak terdengar jelas oleh Fiona...
"hey ada apa ? ayolah kita ke kamarku , luapkan apa maumu padaku ,come on babee ,jangan seperti ini" ucap Fiona sambil melepaskan pelukan Elle dan menuntunnya menuju kamar Fiona
sesampainya lantai atas tepatnya di kamar Fiona , Elle hanya bisa menangis meraung-raung , dan itu hanya membuat Fiona kebingungan ,
Fiona merasa penasaran dengan tingkah sahabatnya ini , sebenarnya apa yg terjadi , hanya itu pertanyaan yg ingin Fiona lontarkan , namu Fiona mengetahui bagaimana sahabatnya itu .
__ADS_1
maka dia membiarkan Elle menangis saja ,
sudah hampir 2 jam Elle masih menangis , dan Fiona masih setia duduk di kursi pojok kamar ini , Fiona hanya bisa memandangi wajah sahabatnya yg sudah memerah , dan mata yg tak tahu lagi rupanya seperti apa .
sampai Elle berhenti menangis , ya dia berhenti menangis karena saat ini Elle sudah tertidur sambil memeluk bantal milik Fiona ,
rasa lelah akibat menangis lama mungkin sudah Elle rasakan , Fiona menyelimuti tubuh Elle dan dia mengusap rambut Elle yg menutupi sebagian wajahnya ,
"kau bukan hanya sahabatku ,tapi kau juga saudaraku Elle , apapun yg kamu rasakan pasti aku juga merasakannya , sabarlah Elle ,apapun itu yg terbaik buatmu" Fiona berbicara dalam hatinya.
waktu sudah menunjukan pukul 21.00 , Elle masih tertidur pulas , sedangkan Fiona masih dengan Laptopnya.,
akan tetapi Fiona tidak tega untuk membangungkan Elle ,dia hanya akan menunggu Elle bangun dengan sendirinya saja.
🍂
di kediaman DENOVAN
"sayang ,sedang apa kamu? dari siang aku tidak bisa menghubungi kamu ,apa ponselmu mati?" kata-kata yg Dev kirimkan untuk Elle melalui ponselnya .
__ADS_1
Dev kini sedang berada di depan rumahnya , dia sedang merasakan dinginnya angin malam , lingkungan yg tampak sunyi sepi., seperti hatinya saat ini , sunyi tanpa suara kekasih., sepi tanpa kehadiran sang pujaan hati..
Dev merasakan seolah setengah hatinya kosong tanpa Elle di sisinya , dan melihat hari-harinya sekarang dengan keadaan Elle dan orang tuanya membuat hati Dev semakin sakit jika mengingat semua itu ..
Dev sangat mencintai Elle , 4 tahun bukan waktu yg sebentar untuk saling melengkapi .
Dev dan Elle adalah pasangan yg sangat serasi , mereka saling memahami satu sama lain , apalagi Elle yg bisa merasakan pahitnya kehidupan Dev , dia bisa melewati semuanya dengan rasa cintanya terhadap Dev , dia tidak pernah memandang status sosial seseorang., maka dari itu Dev sangat mencintai Elle .
Dev sangat yakin bahwa dia dan Elle akan bersama meskipun harus penuh perjuangan mendapatkan Restu dari orang tuanya Elle , tapi Dev tidak akan pernah menyerah begitu saja ,
janji Dev yg dia lontarkan pada Elle tidak akan pernah berubah ,mereka akan saling mencintai ,mereka akan selalu bersama , dan Dev tidak akan pernah melepaskan Elle jika Elle yg melepaskannya duluan , maka dari itu Elle tidak akan pernah melepaskan Dev apapun itu yg terjadi , jika saja Elle melepaskan Dev meskipun itu hanya sebuah kata-kata , maka Dev pun akan menerima keputusan Elle .
Dev masih sendiri dengan lamunannya.,
dia melamunkan hal yg begitu sangat dia rindukan ,
pujaan hatinya yg kini tiada kabar,
tanpa Dev tahu jika Elle sedang diantara dua pilihan yg membuat Elle dalam kebimbangan..
__ADS_1
andai saja Dev tahu maka Elle pun akan sangat terpukul dibuatnya , bukan hanya Elle akan tetapi Dev juga .